Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ibu, Ayah, Cukuplah Berjalan di Sisiku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2015 18:44 6:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2015 03:30
Bagikan
Apa yang membuat mereka bisa menjadi tanggu seperti ini?
Bagikan

PERNAH tidak, melihat seorang Ibu, Ayah yang menggandeng anaknya dengan tergesa? Lihatlah betapa anaknya sekuat tenaga, terpontang panting, bahkan terjatuh untuk mengejar langkah-langkah besar sang penuntun.

Lalu dengan emosi, ibu dan ayahnya malah menyalahkan perihal langkahnya yang lambat, konsentrasinya yang kurang. Cobalah renungkan, siapa yang salah sebenarnya?

Kadang kita tidak menyadari bahwa kita sebagai orangtua terlalu egois menuntut anak untuk bisa mengimbangi kita.

Makan harus cepat, tidak berhambur. Jalan harus cepat dan fokus, tidak menoleh kanan kiri. Bermain yang bersih saja. Berbicara seperlunya saja. Allahu Akbar!

Betapa semua terasa menyakitkan begitu mendengar lugunya berkata sembari menghapus isak karena terjatuh:

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Ummi gandeng mbak tapi ummi jalan cepat-cepat. Kaki mbak kecil, nggak seperti kaki ummi.”

Ya, sebagian besar anak tidak berani menegur orangtuanya ketika berada pada situasi ini. Mereka lebih memilih bungkam.

Sbagian lagi mengambil resiko baru dengan menangis saja. Sekalipun nantinya akan mengundang masalah baru.

Mereka sejatinya adalah cerminan para orangtua. Apa yang dilakukan orangtua akan membekas pada kehidupannya kelak. Lihatlah bila anak terus diperlakukan demikian.

Kelak ketika besar, anak akan sulit mengendalikan sikapnya. Percaya dirinya berkurang. Takut salah. Hingga pada tingkat pengejar kesempurnaan.

Ingin semua berjalan sesuai keinginannya. Tidak bisa menunda keinginan. Kurang kesabaran. Dan yang bertanggung jawab atas semua itu adalah apa yang dilalui semasa kecilnya.

Lihatlah anak-anak sekarang. Orangtua sibuk membelikan gadget merk terbaru untuk menyenangkan anak. Pasang channel televisi full time untuk memberi hiburan kepada anak. Mendaftarkan anak untuk les hingga waktu 24 jam terasa kurang.

Banyak orangtua mengabaikan anak-anak mereka belajar adab dan sunnah Nabi. Tapi merasa rugi jika tak mengajarkan les berenang, memanah atau berkuda.

Spesifikasinya bukan pula hanya terbatas pada ketiga hal itu saja. Tetapi pola perkembangan psikologi dan motorik anak juga harus dikembangkan.

Mengajari anak berenang, memanah dan berkuda tentu saja dapat membangun kepercayaan diri dan keberaniannya. Olahraga dan olah tubuh semacamnya juga bisa dijadikan pengganti bila kondisi tidak memungkinkan.

Tetapi, olah tubuh dan olah fisik tak akan berarti apa-apa jika ruhiyah dan karakternya tidak bagus.

Lihatlah bagaimana anak-anak Gaza di Palestina tumbuh menjadi anak yang sangat mencintai agamanya di usia belia. Keberanian dan mental baja tertanam begitu kuat dan tertanam dalam diri mereka sejak lahir.

Bukan hanya karena mereka tinggal di kawasan konflik. Tapi karena mereka lahir dan hidup pendidikan karakter mereka yang dikawal dengan kurikulum al-Qur’an dan as-Sunnah.

Lihatlah bagaimana bisa terlahir generasi seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Khalid bin Walid, Hamzah, Bilal yang dikenal tangguh. Bahkan dengar seorang Umar Bin Khattab jalan, syetan dan jin bisa lari terbirit-birit.

Di riwiyatkan ‘Aisyah R.A, Rasulullah pernah bersabda: “Sungguh aku melihat setan-setan jin dan manusia, lari terbirit-birit ketika melihat Umar.” (HR: al-Tirmidzi)

Egoisme

Ya, terkadang kita lupa. Egoisme kita sebagai orangtua terlalu tinggi. Keinginan dan impian kita terlalu banyak.

Sehingga kita terbawa menjadikan anak sebagai ujung tombak tanpa mengasahnya terlebih dahulu.
Hanya mengandalkan kekuatan lemparan untuk sampai ke sasaran. Padahal tanpa runcingnya ujung tombak, ia tidak akan menancap sempurna.

Cukuplah berjalan di sisinya. Jadikan ia rekan kerja, teman bermain, sahabat, murid dan guru.

Belajar menjadi orangtua yang baik, selama nafas masih bisa dihembus. Astaghfirullahal ‘adzhiim.

Rabbiy habliy minas shalihin. Wallaahu a’lam.*/Rizky N. Dyah, seorang guru, tinggal di Kutai Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakJINkarakterorangtuasyetanUmar Bin Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kedutaan Rusia di Suriah Dihantam Rudal
Tulisan selanjutnya 40 Warga Terluka Konfrontasi Bethlehem, Sudah 30 Syahid Sejak Intifada Al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?