Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Jadikan Keluarga sebagai Pengikat Ketaatan, Bukan Musuh

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 6 September 2016 09:47 9:47 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 6 September 2016 09:08
Bagikan
Sebuah Keluarga Muslim di Afrika
Bagikan

SETIAP anggota keluarga memiliki porsi cinta dan kasih sayang masing-masing. Demikian fitrah yang digariskan bagi setiap manusia yang menjalani bingkai kehidupan berkeluarga.

Uniknya meski keluarga adalah orang-orang terdekat yang patut dikasihi dan dicintai, Allah Subhanahu Wata’ala justru mengingatkan hal sebaliknya.

Keadaan yang sangat bertolak belakang dengan sebelumnya. Yaitu, mereka juga bisa jadi musuh yang laik berhati-hati dengannya.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

 “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: at-Taghabun [64]: 14)

Disebutkan, alarm itu menyala jika keluarga tak lagi berfungsi sebagaimana fitrahnya, tempat meraih sakinah (kebahagiaan) mawaddah (kasih sayang), dan rahmat.

Allah mengingatkan, meski berbalut ikatan cinta yang halal, namun potensi yang terkandung pada dorongan syahwat bisa saja lepas tak terkendali.

Ibarat seekor kuda yang lepas dari tali kekangnya, hewan tunggangan yang semula jinak dan bersahabat tadi tiba-tiba berubah menjadi liar dan memusuhi tuannya sendiri.

Alhasil, semangat yang terbangun dalam keluarga bukan lagi spirit tanashuh (saling menasihati) dalam amal shalih dan ketaatan. Namun ia berubah menjadi sarana dalam mengerjakan keburukan dan kemaksiatan.

Imam al-Qadhi Abu Bakar bin al-Arabi berkata: Permusuhan yang terjadi di sini bukanlah secara hukum asal karena istri dan anak itu pada hakikatnya adalah karunia dari Allah.

Mereka berubah menjadi musuh atau lawan karena adanya perilaku menyimpang dan sifat buruk yang dipunyai anggota keluarga tersebut.

Sedang tiadalah perbuatan paling buruk dan dimusuhi oleh Allah kecuali yang berusaha memalingkan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya.

Lebih jauh, Abdurrahman as-Sa’di dalam Tafsir as-Sa’di menguatkan, tidaklah Allah menyebut sebagian keluarga sebagai musuh kecuali karena dampak yang ditimbulkan benar-benar berbahaya.

Ibarat musuh dalam suatu peperangan, maka yang musuh fikirkan hanyalah satu saja. Yaitu menjerumuskan lawannya kepada kebinasaan.

Inilah puncak badai yang terjadi dalam sebuah keluarga. Ketika di antara anggota keluarga justru saling menjauhkan dari beramal shalih dan taat kepada Allah.

Untuk itu, al-Hasan al-Bashri menyatakan: kata “min azwajikum wa auladikum” bermakna sebagian saja (li at-tab’idh).

Sebab hukum asal suatu pernikahan dalam Islam adalah sunnah. Sebagai sarana dan alat peraga efektif untuk saling menguatkan dalam hal kebaikan dan ketaatan di antara sesama mereka.

Dalam masyarakat, keluarga juga menjadi simpul awal dalam memproses potensi amanah dan kepemimpinan seseorang. Di saat yang sama, keluarga juga menjadi pondasi dasar seorang anak beroleh ilmu dari kedua orang tuanya.

Imam Ibnu Katsir lalu mengutip sebuah hadits yang diceritakan oleh Abu Malik al-Asy’ari. Nabi bersabda, ”Bukanlah permusuhan ini yang jika kalian membunuhnya maka kalian lalu merasa mendapatkan kemenangan. Sebagaimana kalian tak juga dapat jaminan masuk surga jika kalian terbunuh dan dikalahkan dalam permusuhan ini. Sebab boleh jadi musuh-musuhmu tak lain adalah anak keturunan yang lahir dari rahim tulang rusukmu sendiri.” (Riwayat ath-Thabrani).

Terakhir, Imam al-Qurthubi menyimpulkan tafsirannya, ayat ini mencakup perintah berhati-hati secara umum, baik kepada laki-laki sebagai suami maupun perempuan sebagai istri.

Meskipun secara tersurat lebih ditujukan kepada laki-laki sebagai nakhoda utama dalam sebuah keluarga.

Namun dalam tataran realitas, tak ada jaminan jika titik permasalahan itu selalu bersumber dari istri dan anak. Sebab boleh jadi biang permusuhan itu justru datang dari sang suami yang notabene selaku kepala keluarga.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cintaKeluargamusuhsyawat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OJK Minta Akademisi Perkuat Pengembangan Industri Keuangan Syariah
Tulisan selanjutnya Mudah Memvonis Karena Kesalahan Berpikir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?