Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Pembiasaan Bagian Penting Pendidikan Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2017 12:46 12:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2017 12:46
Bagikan
Bagikan

Repetition is mother of knowledge, demikian ungkapan Barat menyebutkan. Artinya, pengulangan atau pembiasaan adalah induk dari ilmu atau pun pengetahuan dan ketrampilan.

Lebih operasional disampaikan oleh Zig Ziglar, “Repetition is the mother of learning, the father of action, which makes it the architect of accomplishment.”

Maka tidak heran jika dalam dunia pendidikan di kenal istilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bahkan, di dalam Islam, pendidikan bermula sejak seorang ibu positif mengandung.

Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa dengan perilaku baik ibu dan ayahnya, cenderung akan mudah memahami apa yang baik dan mengerjakannya. Termasuk ketika dibiasakan mendengarkan bacaan al-Qur’an, akan cenderung mudah menghafal Qur’an di setiap fase pertumbuhannya.

Untuk itu, penting bagi setiap orang tua mengkondisikan buah hati mereka dalam pendidikan yang berdimensi pembiasaan secara konsisten.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Anak-anak perempuan misalnya, sudah harus dibiasakan dididik dari kecil menggunakan jilbab. Pembiasaan yang demikian akan memudahkan anak perempuan itu sendiri kelak memahami dan mengamalkan syariat menutup aurat.

Termasuk soal kesehatan mata. Anak yang sejak kecil terbiasa melihat gadget orang tuanya bahkan dalam waktu berjam-jam setiap harinya, tidak lama sebelum masuk SD, anak tersebut sudah butuh terhadap yang namanya kacamata. Mengapa, kebiasaan, jawabnya.

Tidak heran jika ada ungkapan bahwa manusia itu akan menuai apa yang menjadi kebiasaannya.

Baca: Menjaga Fitrah Anak dalam Keluarga

Anak yang terbiasa mendengarkan al-Qur’an akan terdorong untuk melantunkan ayat-ayat al-Qur’an. Anak yang terbiasa mendengar lagu, ia akan mudah untuk bisa menyanyi, dan anak yang terbiasa menonton adegan kekerasan di dalam film juga potensial menjadi sangat agresif memukul teman-temannya.

Sekarang, ketika kita melihat seorang wanita dengan begitu mudahnya meninggalkan rumah tanpa jilbab, hampir bisa dipastikan karena masa kecilnya tidak terbiasa menggunakan jilbab, ditambah kala dewasa, masih tidak memahami konsep wajibnya memakai jilbab.

Dengan demikian maka, kebiasaan positif harus diupayakan. Ingat, kebiasaan bisa membangun dan menentukan masa depan. Orang sukses dan orang gagal, ditentukan oleh kebiasaan.

Oleh karena itu penting kita memahami mengapa sholat harus lima kali dalam 24 jam sepanjang hayat, dan mengapa dzikir harus diamalkan sebanyak-banyaknya. Membaca al-Qur’an mesti berulang-ulang, bahkan dihafal dan dibaca diberbagai tempat dan aktivitas. Maknanya adalah pembiasaan.

Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin berkata, “Seseorang yang membiasakan berbuat baik dan mengajarkannya, niscaya jika berkembang akan membawa ksesenangan di dunia dan di akhirat. jika ia membiasakan berbuat buruk, dan ia merendahkan diri seperti perilaku binatang, maka ia akan enderita dan hancur.”

Dan, karena anak adalah peniru paling ahli dalam kehidupan, maka pembiasaan baik yang ditanamkan kepada buah hati mesti dibarengi dengan pembiasaan berupa keteladanan dari kedua orang tua. Tidak mungkin anak akan rajin membaca al-Qur’an, jika orang tuanya tidak memberikan keteladanan membaca al-Qur’an secara ajeg.

Demikian pula, tidak mungkin anak akan membatasi diri dari melihat tontonan televisi, jika kedua orang tuanya justru sangat hobi nonton sinetron.

Seperti dalam hal sholat, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan sholat ketika usianya sudah mencapai sepuluh tahun” (HR. Bukhari Muslim).

Baca: Didik Mereka Jadi Pemberani!

Hadits di atas memberikan sebuah petunjuk bahwa masa paling lama dalam hal pembiasaan anak melakukan kebaikan adalah tiga tahun. Konkretnya dalam hal mendirikan sholat.

Jika anak telah dibiasakan dari umum 7 tahun sholat dengan baik dan berjalan lancar, maka umur 10 tahun akan terbiasa alias otomatis mengerjakannya. Tetapi jika masih belum otomatis, maka ada yang salah dan karena itu perlu dievaluasi, tidak kemudian serta-merta anak dihajar karena memahami teks hadits secara parsial.

Boleh jadi kondisi itu sudah mengindikasikan bahwa orang tua, perlu memahami apakah buah hati sudah bisa diajak berpikir atau belum.

Jika sudah saatnya, maka sudah waktunya mereka mendapatkan pendidikan tahap berikutnya, yakni tentang makna, motivasi, alasan, fungsi dan manfaat dari sebuah ibadah atau kebiasaan baik, sehingga menjadi paham buah hati kemudian tergerak dengan sendirinya untuk mengamalkan atau membiasakan segala kebaikan-kebaikan di dalam Islam dan kehidupan. Wallahu a’lam.*/Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbaratibuIhya' Ulumuddinmenghafal Qur'anPAUDpembiasaanpendidikan anakpendidikan anak usia dinipengetahuanpengulanganZig Ziglar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Sangkal Klaim Emirat Arab tentang Mediasi Qatar di Yaman
Tulisan selanjutnya Sekolah dan Guru Diharapkan Melahirkan Generasi Anti Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?