Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Untungnya Melahirkan Itu Sakit

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2012 07:19
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS: Ali Imran [3]: 190-191)

BUKAN kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Subhanahu wata’ala menghendaki, tak ada yang sulit untuk menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki.

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” (Al-Baqarah, {2}: 117).

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar dibaliknya. Ada hikmah dibalik rasa sakit saat melahirkan baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya dan melakukan hal-hal yang memang semestinya dilakukan untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.

Andaikata rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mencabut rasa sakit itu. Andaikata rasa sakit saat bersalin membawa keburukan besar yang membahayakan ibu dan anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan secara normal disebabkan trauma persalinan yang tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah.

Tetapi tidak…!

Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan telah terbayar lunas. Wajah mereka berseri-seri, bahkan di saat yang menunggui persalinan masih merasa penat. Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu dan anak terbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir karena kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung.

Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan salehah istri seorang Nabi? Bukankah doa seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam?

Ada pelajaran di sini. Ada yang patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan.

Mari kita ingat sejenak firman Allah ‘Azza wa Jalla:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِي

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (Al-Ahqaaf, {46}: 15).

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala dan sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yang menyebabkan kita mudah penyakitan.

Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin banyak berkembang teknologi maupun metode-metode yang diklaim dapat membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan?

Catatan Dr. Denis Walsh menarik untuk kita perhatikan. Associate Professor kebidanan di Nottingham University ini menunjukkan dalam tulisannya yang dimuat di jurnal Evidence Based Midwivery (Kebidanan Berbasis Bukti) terbitan Royal College of Midwives (RCM) bahwa rasa sakit saat melahirkan sangat bermanfaat bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan.

Walsh menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung-jawab mengasuh bayi yang baru lahir.”

Lebih lanjut Walsh menunjukkan bahwa rasa sakit saat melahirkan bersifat sesaat, sangat menyehatkan dan mempercepat terbentuknya ikatan emosi yang baik antara ibu dan anak. Walsh menekankan bahwa melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Usahakan dengan sungguh-sungguh agar setiap persalinan berlangsung alamiah.

Dari catatan Walsh kita juga bisa memetik satu pelajaran penting. Jangan memilih operasi caesar untuk persalinan Anda kecuali sangat terpaksa, yakni ketika tidak ada pilihan lain dan secara medis memang diharuskan untuk bersalin melalui operasi. Karenanya, pastikan Anda memilih dokter yang memiliki integritas pribadi sangat kuat; dokter yang tidak mudah menganjurkan operasi hanya karena uang. Ini penting untuk kita perhatikan karena uang itu “hijau” meskipun warnyanya pink.

Bagaimana dengan hypnobirthing? Selain tidak didukung bukti-bukti yang kuat, Walsh juga menganjurkan agar ibu hamil tidak mengikuti program semacam ini. Sadar atau tidak, pilihan mengikuti program hypnobirthing telah melemahkan mental untuk siap berjuang dan berpayah-payah dalam mendidik anak. Berhasil atau gagal, dua-duanya tidak baik untuk Anda. Salah satu yang mengkhawatirkan jika Anda gagal menghilangkan rasa sakit saat bersalin, rentan memunculkan kekecewaan dan penolakan terhadap anak.
Dalam hal ini, sikap mental sebelum melahirkan sangat berpengaruh terhadap bagaimana seorang ibu menjalani persalinan dan mengasuh anak di masa-masa berikutnya. Jika Anda terpaksa bersalin melalui prosedur operasi caesar, sementara Anda sangat berkeinginan untuk melahirkan secara normal dan pada saat yang sama tidak ada niatan untuk menghindari rasa sakit, maka Anda akan lebih siap mengasuh, merawat dan mendidik anak Anda. Wallahu a’lam bishawab.*

Penulis adalah motivator dan penulis buku-buku parenting

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahislamMedia Islammelahirkanold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dedikasi Daiyah ’Orang-Orang Buangan’
Tulisan selanjutnya PLO Minta Komisi Bersiap untuk Pemilu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?