Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jadilah Pemuda Laksana Zubair

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2015 16:48 4:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2015 16:45
Bagikan
Bagikan

“Sejelek-jelek manusia ialah mereka yang pemalas. Tetapi bila engkau ungguli, mereka menyebut kebesaran nenek moyangnya. Dan sebaik-baik manusia, mereka yang memilki sejarah gemilang.” [Mohammad Syauqi Bey]

 

DIGANTUNG pada sebuah tiang, dan dari bawah tiang gantungan tersebut diberi asap yang mengepul. Pengapnya kepulan asap yang berulang kali didapatnya, menyebabkan dirinya sering lemas. Itulah salah satu penyiksaan yang dia alami Zubair ketika awal mula memeluk agama tauhid ini.

Zubair memeluk Islam diusia yang masih sangat belia. Di usia itu, ia pun sudah merasakan pahit getirnya konsekuensi keislaman yang diyakininya . Berbagai penyiksaan telah ia rasakan sebagaimana penyiksaan yang dialami orang dewasa lainnya yang memeluk Islam.
Di usia yang belia itu pula, Abu Thahir – demikian sang ibu biasa memanggilnya-, bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan para Assabiqunal Awwalun (Para Pejuang Islam di Masa Awal) lainnya merasakan siksaan dan penderitaan selama tiga tahun, ketika kaum kafir Quraisy melakukan pemboikotan.

Patut dicatat, dalam buku sirah nabawiyah karangan Syeikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfury, menggambarkan penderitaan kaum muslimin ketika itu. Kala itu, kaum Muslimin terpaksa memakan dedaunan dan kulit binatang. Di tengah penderitaan itu pulalah, tidak jarang terdengar suara rintihan dari para wanita dan anak-anak yang menahan kelaparan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Begitupun ketika ia sudah berumur 13 tahun, ia pun merasakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan di saat berangkat secara sembunyi-sembunyi melakukan hijrah menuju Ethiopia bersama 12 orang pria dan 5 orang wanita.

Hijrah dilalui dengan sangat berisiko, apabila ketahuan dari kafir Quraisy, maka resiko kematianlah yang didapatnya.

Kisah yang dipaparkan Imam Munawwir dalam bukunya “30 Pendekar dan Pemikir Islam” itu menggambarkan betapa berat perjuangan Zubair Bin Awwam memegang teguh keimanan dimasa kecilnya.

Perjuangan Zubair dalam berislam ibarat karang yang tak takut akan gelombang yang menerjang. Siksaan yang berat baginya, bukanlah membuat imannya goyah dan melempem, tetapi justru semakin kokoh menghunjam.

Patut kita renungkan, bagaimana mungkin seorang anak yang masih belasan tahun mampu bertahan di tengah beratnya gempuran ujian siksaan yang harus ia jalani dan rasakan? Apakah Zubair kecil tidak merasa takut pada saat benda tajam dan berbagai jenis alat lainnya siap menyakiti tubuhnya?

Patut pula kita renungkan, mengapa kita para pemuda Islam sekarang ini tidak memiliki keimanan sekuat Zubair?

Mengapa kita tidak memiliki keberanian dan semangat keislaman seperti Zubair kecil? Zubair telah percaya akan janji-janji Allah dengan Surganya. Lalu, tidakkah kita tergiur pula dengan janji-janji Allah dengan berbagai kenikmatan surga, sebagaimana firmannya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. (QS: Yunus: 9).”

Zubair telah menjual dirinya dihadapan Allah dengan cara berjihad. Ia telah mendermakan diri, harta dan semua yang dimilikinya demi Islam, ia telah mengganti kehidupan dunianya dengan kehidupan akhirat kelak. Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS: As Shaf:15-16).

Wahai pemuda Islam, berjuanglah demi agama Allah ini sebagaimana perjuangan Zaid. Berkorbanlah, apa saja yang bisa kita korbankan untuk agama ini. Dengan ilmu, pikiran dan tenaga kita.

Semoga dengan perjuangan dan pengorbanan di antara kita, membukakan jalan bagi generasi selanjutnya menegakkan Islam.

Sebagaiamana ucapan Al Gharani, Tokoh Islam Abad ke 16, “Tiada sukar bagi Allah untuk membuka bagi hambaNya yang ikhlas di masa depan, yang tiada dibukanya dimasa lampau. Ia menurunkan nikmat-nikmat rohaniah kepada ahli-ahli hikmat pada tiap-tiap pertukaran masa, nikmat-nikmat mana, mencurahkan cahaya kepada mata dan jiwa mereka.” Wallahu A’lam bisshowab.*/Syamsul Alam Jaga

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmuislamjihadPemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Santri Al Bayan Kedatangan Muslim Amerika
Tulisan selanjutnya Mengaku Pernah Diusir Muhammadiyah, Jalaludin Rahmat Bangga Jadi Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?