Sambungan artikel PERTAMA
Metode Ilahiyah yang dimaksud adalah bertaubat dan beristighfar. Metode Ilahiyah tersebut bukan saja mendatangkan rahmat Allah – Subhanallahu wa ta’ala – berupa turunnya hujan, tapi juga berupa anugerah-anugerah lain seperti suburnya tanah dan tanaman-tanaman, serta berupa sungai-sungai yang melimpah airnya.
Lebih dari itu, berdasarkan sabda Uswatun Hasanah kita – Shallallahu ‘alayhi wa sallam -, metode tersebut juga mendatangkan rahmat Allah – Subhanallahu wa ta’ala – berupa kemakmuran dan jalan keluar dari segala kesempitan dan permasalahan hidup, baik yang menyangkut kolektif maupun individu.
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
Dan: “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Huud [11]: 52)
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (*) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (*) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuuh [71]: 10-12)
Rasulullah – Shallallahu ‘alayhi wa sallam – bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang memperbanyakkan istighfar, nescaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Sahih, Riwayat Ahmad)
Semoga dengan melakukan upaya religius tersebut di atas kita bangsa Indonesia diridhoi Allah – Subhanallahu wa ta’ala – dan berakhirlah segala musibah.
Semoga hujan-hujan yang akan dicurahkan kepada kita akan turun secara kontinyu, merata di seluruh wilayah Indonesia, bisa memadamkan api-api yang telah membakar hutan-hutan, serta mengganti udara di wilayah-wilayah yang penuh dengan kabut asap dengan udara yang bersih, segar, menyegarkan dan menyehatkan.
Lebih dari itu, semoga Allah – Subhanallahu wa ta’ala – juga akan menganugerahi bangsa kita kemakmuran dan jalan keluar dari segala permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara kita tercinta. Aamiin.
Negara kita bukanlah negara agama dan bukan negara yang berdasarkan hukum agama. Di balik fakta itu terdapat fakta-fakta yang menunjukkan bahwa bangsa dan negara kita mempunyai keterikatan yang sangat erat dengan agama.
Fakta-fakta tersebut adalah:
1. Para Bapak Pendiri negara kita serta bangsa Indonesia telah mengakui dan menyatakan bahwa kemerdekaan negara kita adalah berkat rahmat Allah – Subhanallahu wa ta’ala -.
2. Sila Pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa;
3. Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang religius;
4. Segala permasalahan duniawi pasti berkaitan dengan agama, dalam hal ini berarti dalam menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan hidup, kita tidak bisa lepas dari do’a dan ritual-ritual ibadah keagamaan lainnya seperti sembahyang yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan Dia Yang Maha Kuasa menganugerahi kita kesabaran dan pertolongan.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas maka merupakan hal yang wajar dan logis jika saran-saran bernafaskan religi ini – yakni Sholat Istisqo’, puasa Sunnah, taubat, istighfar, serta ajakan dan upaya pemberatasan segala kemaksiatan, kesesatan, kemusyrikan dan kemungkaran – dipertimbangkan dan kemudian direalisasikan.
Hal-hal yang benar yang kami sampaikan ini datangnya dari Allah – Subhanallahu wa ta’ala -, dan hal-hal yang salah datangnya dari diri kami.
Demikian tulisan sederhana ini kami buat. Kami memohon beribu-ribu maaf atas segala kekhilafan kami, serta atas segala hal dan kata dari kami yang kurang berkenan di hati Bapak. Tak lupa kami menyampaikan beribu-ribu terima kasih atas perhatian Bapak. Semoga Allah – Subhanallahu wa ta’ala – meridhoi, meringankan dan memudahkan langkah-langkah Bapak dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.*
Wassalam,
Kediri, 27 Oktober 2015
Hormat kami,
Mustofa
Penulis adalah anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim email: [email protected]