Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Lima Wabah Tha’un dalam Sejarah Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 April 2020 08:44 8:44 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 April 2020 09:40
Bagikan
Ilustrasi: Lukisan tahun 1562 oleh Pieter Bruegel the Elder
Bagikan

Oleh:  Muhammad Karim

 

Hidayatullah.com |

DUNIA Internasional telah dihebohkan oleh sebuah wabah yang sangat mengerikan pada penghujung tahun 2019 yang lalu. Wabah tersebut dikenal dengan corona (Covid-19) yang telah memakan korban ribuan nyawa manusia di seluruh dunia. Melihat dari fakta, corona ini termasuk dari wabah yang sangat mengerikan, karena penyebarannya yang sangat cepat.

Jauh sebelum kasus ini muncul,  telah terdapat juga sebuah wabah yang dikenal dengan istilah tho’un . Lalu apakah Corona bisa disamakan dengan tho’un . Melihat definisi para Ulama, wabah Corona ini tidak bisa dikategorikan tho’un, karena tho’un  lebih khusus dan spesifik dibandingkan dengan wabah, namun walaupun berbeda dari sisi penamaan, penyakit ini sama-sama berbahaya dan menular yang tidak bisa disepelekan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Jika dirunut dari sejarah terjadinya, penyakit-penyakit wabah semacam corona ini atau pun tho’un , sudah ditemukan sejak masa Nabi Muhammad ﷺ, bahkan jauh sebelum Nabi diutus, yaitu pada zaman Bani Isra’il.

Di dalam kitab al-Isya’ah li Asyrot al-Sa’ah yang ditulis oleh al-‘Allamah al-Muhaqqiq Muhammad bin Rasul al-Husaini (1040 H- 1103 H) disebutkan bahwa tho’un  yang paling berbahaya dalam Islam ada lima, yaitu. Pertama, Tho’un  Syirawaih, kejadian ini pada masa Nabi Muhammad ﷺ. kedua,  Tho’un  ‘Amwas pada masa Umar bin Khattab. Ketiga, Tho’un  al-Jarif, terjadi pada Ibnu Zubair. Keempat, Tho’un  Fatayat, terjadi pada tahun 87H. Kelima,Tho’un  al-Asyraf.

Lebih rinci lagi dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Tho’un  ‘Amwas terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan ada yang mengatakan bahwa tho’un  pada tahun 18 H telah merenggut lebih kurang 25 ribu nyawa tentara kaum Muslim.

Dinamakan dengan Tho’un  ‘Amwas, karena sebelum menyebar ke daerah-daerah lain, wabah tersebut hanya terjadi di daerah ‘Amwas saja.

Adapun para Sahabat Nabi yang meninggal, disebabkan Tho’un  ‘Amwas ini di antaranya : Abu ‘Ubaidab bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, Syurahbil bin Hasanah, al-Fadhl bin ‘Abbas, Abu Malik al-Asy’ary, Yazid bin Abi Sufyan, al-Harits bin Hisyam, Abu Jandal, Suhail bin ‘Amar.

Kemudian setelah Tho’un  ‘Amwas ini berakhir, tho’un  berikutnya terjadi di al-Kufah pada tahun 49 H, dan 4 tahun berikutnya muncul lagi wabah Tho’un  pada tahun 53 H.

Setelah kejadian wabah Tho’un  di al-Kufah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, terjadi lagi wabah yang sangat mengerikan di Bashra sekitar tahun 69H, penyakit yang membahayakan ini dinamakan dengan Tho’un  al-Jarif.

 

Sebagian ulama mengatakan, bahwa tho’un  ini dinamakan dengan Jarif, karena ia menyapu manusia sebagaimana banjir besar menyapu bersih tanah-tanah. Ibnu Katsir menerangkan hari pertama masyarakat di Bashra yang meninggal sebanyak 70 ribu, hari keduanya meninggal 70 ribu, hari ketiga 73 ribu, sedangkan pada hari keempatnya seakan-akan semua manusia itu meninggal, kecuali sedikit saja yang masih hidup.

Al-Hafidz Abu Nu’aim al-Ashfahani saksi sejarah pada saat itu menerangkan, pada awalnya kami mendatangi setiap kabilah-kabilah, jika ada yang meninggal kami tetap menguburkannya, namun ketika sudah banyak sekali yang meninggal, kami pun tak sanggup untuk menguburkan. Sehingga setiap kami memasuki rumah, kami menemukan penghuninya sudah tergeletak di depan pintu.

Kemudian tidak lama setelah itu, pada tahun 87 H, terjadi lagi peristiwa wabah tho’un  yang mana pada saat itu mayoritas para gadis-gadis yang menjadi korbannya, sehingga dinamakan penyakit tersebut dengan Tho’un  al-Fatayat, yang bermakna para pemudi.

Ibnu Abi al-Dunya menerangkan di dalam kitabnya al-I’tibar, bahwa ada seorang laki-laki arab bersama 10 orang anak gadisnya datang ke Bashra, hanya berselang beberapa hari saja 10 orang anak gadisnya itu langsung meninggal dunia. Begitulah gambarannya wabah tho’un  pada saat itu.

Kemudian setelah wabah yang menyerang mayoritas para gadis berakhir, terjadi lagi Tho’un  al-Asyraf, dinamakan dengan Tho’un  al-Asyraf, karena pada peristiwa ini di antara korban yang meninggal, mayoritasnya adalah manusia-manusia yang terhormat.

Kemudian terus berlanjut pada tahun 100 H dinamai dengan Tho’un  ‘Ady bin Arthah, berlanjut pada tahun 107 H terjadi Tho’un  di Syam, kemudian pada tahun 115 H juga terjadi di Syam, kemudian pada tahun 127 H  terjadi Tho’un  Ghurab. Artinya pada masa tersebut umat Islam memang diuji betul keimanan dan kesabaranya dalam menghadapi berbagai tho’un  yang terjadi dari tahun ke tahun berikutnya.

Kemudian pada bulan Rajab tahun 131 H terjadi Tho’un  Muslim bin Quthaibah, terus berlanjut ke Sya’ban dan Ramadhan, kemudian wabah ini berkurang pada bulan Syawwal. Wabah ini memakan korban sebanyak hampir 1000 orang perhari.

Semua wabah tho’un  tersebut, kebanyakannya terjadi pada masa pemerintahan Bani Umayyah. Kemudian wabah penyakit tho’un  pada masa itu bukan hanya sekedar di daerah Syam saja. Sehingga para pemimpin bani Umayyah ketika terjadi wabah tho’un  mereka pergi mengungsi ke padang pasir.

Kemudian pada masa Bani ‘Abbasiyah wabah tho’un  sudah sangat berkurang, uniknya sebagian pemimpin-pemimpin mereka berpidato di Syam : “Bersyukurlah kepada Allah yang telah menghilangkan wabah penyakit tho’un  dari kalian semenjak kami yang menjadi pemimpin”.

Semoga Allah SWT menyelamatkan kita dari segala macam penyakit yang membahayakan. Berikut amalan yang sering diamalkan oleh para ‘Alawiyyin, dan diwasiatkan oleh Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur untuk mengamalkannya pada saat-saat wabah yang tersebar sekarang ini.

يَالَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ  اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ اِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ

Wahai Yang Maha berlemah lembut, engkau selalu berlemah lembut,

Berlemah lembutlah terhadap kami dalam segala kejadian,

Sesungguhnya engkau Maha berlemah lembut dan takkan berubah,

Berlemah lembutlah terhadap kami dan kaum muslimin. (3 kali)

يَالَطِيْفَ,  يَالَطِيْفَ, يَا لَطِيْفَ

(100x pagi dan sore) *

Alumni Jam’iyah al-Arbithah al-Tarbiyah al-Islamiyah, Yaman dan Tim Asatidz Tafaqquh Study Club

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronatho’unThoun Amwaswabah corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akankan dengan Lockdown Ini Ramadhan Kita Berakhir Redup?
Tulisan selanjutnya Covid-19: Dokter di New York Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?