Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Apapun Amalnya, Tekadnya Harus Kuat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2016 08:05 8:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2016 08:05
Bagikan
Bagikan

Disadari, setiap kebaikan yang dicanangkan manusia pasti harus siap bertarung dengan keburukan. Ketaatan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) itu tak pernah akur dengan kemaksiatan sebagai jualan laris dari setan dan konco-konconya.

Garis takdir ini tidak pernah bergeser sebagai sunnatulah dalam kehidupan manusia hingga hari Kiamat. Di sana ada penegak kebenaran yang menyeru kepada al-haq.

Seperti halnya para pendukung kebatilan juga tak henti berkoar meneriakkan tipu daya mereka. Tanpa letih, setiap saat setan terus bergerilya mencari mangsa untuk dijadikan korban akal bulus mereka selama ini.

Bahkan pertarungan itu bermula sejak kehidupan Nabi Adam beserta istrinya, Hawa di surga.

Adam akhirnya tergelincir dari rel ketaatan di jalan Allah. Ia terpedaya dan bermaksiat dengan memakan buah yang terlarang sebelumnya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Selain tipu muslihat Iblis yang berjalan sesuai rencana, ternyata Allah menilai ada faktor x lainya di balik kejadian tersebut.  Yaitu Allah menganggap tidak adanya tekad yang kuat (azam) dari Nabi Adam untuk menjauhi larangan-Nya.

ولقد عهدنا إلى آدم من قبل فنسي ولم نجد له عزما

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (Thaha [20]: 115)

Perkuat Tekad Selalu

Rumus kehidupan berkata, kesuksesan itu bukan sesuatu yang instan, tiba-tiba datang begitu saja.

Demikian dalam melakoni kebaikan, manusia juga membutuhkan proses dan mujahadah (usaha maksimal). Ia butuh niat dan tekad kuat untuk bisa istiqamah menjalani proses kebaikan itu.

Azam atau kemauan yang kuat berasal dari kehendak jiwa yang ikhlas. Orang yang berbuat dengan sepenuh hati dan ikhlas tentu berbeda dengan orang yang bekerja separuh hati hati.

Sejak dini perbedaan di antara keduanya itu tampak. Mulai dari proses yang dilakukan hingga kepada hasil yang dicapai, cenderung tidak sama antara amalan yang berbalur ikhlas sepenuh hati dengan perbuatan yang didorong oleh setengah hati saja.

Senada, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma (Ra) berkata: Tekad yang kuat itu adalah buah dari kesabaran jiwa. Untuk itu hendaknya setiap Muslim menggandeng kesabaran dalam setiap langkah dan perbuatannya.

Sebab kesabaran itu meliputi perintah Allah yang harus dikerjakan dan larangan-Nya yang mesti dijauhi oleh hamba. Keduanya membutuhkan pengorbanan yang tulus dari hati yang ikhlas.

Evalusi diri

Berbagai pengalaman hendaknya menjadi pelajaran berharga sekaligus bahan evaluasi kehidupan manusia.

Tak sedikit niat baik yang tertancap dalam hati, namun seringkali kebaikan itu tak berumur panjang hingga akhirnya seolah lenyap ditelan masa.

Alih-alih kualitas bacaan al-Qur’an meningkat, misalnya. Sekedar untuk istiqamah bertahan rutin mengaji sungguh terasa berat bagi sebagian manusia.

Olehnya belajar dari pengalaman Nabi Adam, setiap Muslim tak boleh merasa berada di zona aman ataupun nyaman.

Selama orang itu masih berpijak di dunia, ia tak boleh tertipu dengan amalannya sendiri. Apalagi sampai merasa ujub (bangga diri) dengan apa yang diperbuat.

Lebih parah lagi jika ikut-ikutan terjebak menilai perbuatan orang lain. Sedang ia sendiri, saat memvonis orang lain, belum beranjak dari ‘kursi malasnya’  yang hanya bergoyang-goyang di teras rumah.

Jangankan memberi motivasi dan dukungan berupa materi atau moril, orang itu hanya sibuk mengurus kesalahan orang lain. Hingga lalai dari mengurus aib sendiri.

Sejak genderang perang ini ditabuh, sejak itu pula seluruh balatentara setan senantiasa stand by mengintai setiap celah kelemahan dan titik kelalaian manusia.

Jika ibadah seorang hamba tak dibarengi dengan tekad yang kuat dan keikhlasan serta kesabaran yang terus diasah. Tentunya terlalu mudah bagi setan untuk mengelabui dia.

Sebagai muhasabah diri,  tentu bukan pertarungan melawan setan yang harus disesali.

Sebab hal itu sudah menjadi sunnatulah (garis hidup) yang ditetapkan Allah bagi siapa yang ingin menegakkan agama Allah.

Namun hendaknya kedekatan diri dengan Allah dan usaha maksimal (all out) yang harus senantiasa dievaluasi oleh manusia.

Boleh jadi selama ini justru dirinya yang belum sepenuh hati dalam mengerjakan perintah Allah atau menjauhi larangan-Nya.*/Masykur Abu Jaulah

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al Haqhari kiamatkebenaransetansurga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri Selidiki Akun Medsos Penghasut Kerusuhan Tanjungbalai
Tulisan selanjutnya Masjid Harus jadi adalah Sarana Perjuangan dan Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?