Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KajianOase Iman

Khutbah Jumat: Islam Melarang dan Mengutuk LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Mei 2022 06:56 6:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2022 07:00
Bagikan
Salah satu peserta demo DPR menolak RKUHP di Senayan, Jakarta, Senin (12/02/2018).
Bagikan

Khutbah Jumat kali ini membahas tentang larangan LGBT, bahwa perbuatan kaum LGBT bertentangan dengan aturan yang berasal dari negara, dan melanggaran agama apapun di dunia, apalagi Islam

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah

Masih segar dalam ingatan kita, seorang selebritas mengunggah rekaman video podcast di kanal YouTube miliknya. Dalam podcast-nya, selebritas yang memeluk Islam beberapa tahun lalu ini, mengundang pasangan penyuka hubungan sejenis.

Podcast itu ditayangkan dengan judul yang sangat provokatif dan memancing kegaduhan, TUTORIAL JADI G4Y DI INDO!!. Setelah yang bersangkutan mendapatkan kritikan tajam, ia pun meminta maaf dan menghapus video yang terlanjur ditonton jutaan kali itu.

Kelompok penyuka sesama jenis di berbagai negara memang tengah bergeliat. Perbuatan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) ini mengingatkan kita tentang peristiwa yang terjadi di masa Nabi Luth. Beliau berdakwah kepada suatu kaum yang kaum prianya mendatangi sesama pria, demikian pula kaum wanitanya. Perbuatan mereka belum pernah dilakukan oleh siapa saja dari kaum sebelumnya. Mereka adalah penduduk Sodom. Nabi Luth terus mendakwahi mereka tanpa henti.

Setelah seruan dan nasihat yang disampaikan Nabi Luth tidak dihiraukan, turunlah perintah Allah ﷻ untuk meninggalkan Negeri Sodom. Mereka meninggalkan rumah sebelum tiba waktu Subuh.

Begitu Nabi Luth melangkah keluar dari perbatasan dan di waktu matahari terbit, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya. Getaran itu sebagai pembuka azab,disusul dengan gempa yang lebih dahsyat dari getaran sebelumnya. Bahkan bumi tempat kaum Sodom berada, dibalik oleh Allah.

Tidak hanya itu, turun pula azab berupa angin yang berhembus kencang disertai batu-batu api yang mengenai kepala mereka. Tidak ada seorang pun dari penduduk Sodom yang selamat.

Inilah salah satu tanda kekuasaan Allah ﷻ. Peristiwa ini harus kita jadikan sebagai pelajaran bagi kita untuk tidak melakukan, mengkampanyekan, memberi dukungan moral atau material, terhadap kekejian seperti yang dilakukan penduduk Sodom.

Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah Jamaah Jumat

Dalam kesempatan khutbah Jumat ini kita tegaskan kembali bahwa perbuatan kaum homoseks dan sejenisnya telah menyimpang dari empat norma sosial.

Pertama, menyalahi norma susila

Norma susila adalah aturan hidup yang berlandaskan pada hati nurani kita sebagai manusia. Kita jadikan hati nurani sebagai salah satu patokan untuk menilai tindakan yang kita lakukan. Kita tanya pada nurani kita yang paling dalam, apakah perbuatan kelompok LGBT sudah sesuai atau tidak dengan bisikan hati nurani kita? LGBT ini adalah perbuatan asusila yang lebih hina dan tidak bermoral dibanding dengan pelacuran.

Kedua, norma hukum

Perbuatan kaum LGBT bertentangan dengan aturan yang berasal dari negara, apalagi dari tuntunan agama. Dalam UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 Pasal 1 disebutkan, “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Dari sini tampak semangat dari UU Perkawinan, melarang LGBT. Sebagai warga negara yang baik kita harus taat terhadap aturan hukum yang berlaku selama tidak menyelisihi agama. Dengan setiap orang mematuhi norma hukum akan tercipta kehidupan yang aman dan tertib.

Ketiga, norma kesopanan

Sudah barang tentu perbuatan penyuka sesama jenis menyalahi norma kesopanan. Binatang saja tidak ada yang mendatangi sesama jenis.

Ayam jantan mendatangi yang betina. Kambing jantan mendatangi kambing betina. Jika binatang yang tidak punya akal dan nurani saja, hanya memiliki nafsu, mereka mendatangi bukan yang sesama jenisnya, bagaimana dengan manusia yang diberi akal dan hati.

Mereka hanya menjadikan hawa nafsu seksual sebagai pijakan dalam mengambil sebuah keputusan. Tidakkah hal ini menyalahi norma kesopanan.

Jemaah Shalat Jumat

Keempat, norma agama

Tidak ada satu pun agama yang mentolerir perkawinan sejenis. Apalagi agama Islam, sangat melarang perilaku menyimpang seperti LGBT.

Semua agama di Indonesia memiliki sikap yang sangat tegas dan jelas, bahwa hubungan sesama jenis melanggar norma agama. Sebagai contoh, Allah telah mengharamkan hubungan sejenis, baik di dalam Al-Quran mau pun As-Sunnah.

Karenanya, para ulama sepakat atas keharaman homoseks, seperti disinggung oleh Ibnu Qudamah. “Para ahli ilmu (ulama) telah bersepakat tentang keharaman perbuatan sodomi, di mana Allah ﷻ di dalam kitab-Nya telah mencela hal itu, demikian pula Rasulullah ﷺ, beliau mencelanya.” Allah ﷻ berfirman :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

“(Ingatlah) tatkala Luth berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, perbuatan yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?.” (QS. Al-A`raf : 80). Allah ﷻ berfirman :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُون

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk menyalurkan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A`raf : 81).

Rasul ﷺ bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“Allah mengutuk seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah mengutuk seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah mengutuk seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth (3x diulang oleh beliau).”

Demikianlah khutbah Jumat pada siang yang berkah ini. Khutbah ini berisi pesan dan ajakan kepada semua umat Islam untuk menolak dan melawan segala bentuk dan upaya melegalkan atau menganggap biasa-biasa saja hubungan sejenis, seperti propaganda kelompok LGBT dan para pendukungnya selama ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Jumat Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Dapatkan meteri khutbah Jumat lainnya di www.hidayatullah.com  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:khutbah Jumatlarangan LGBTlgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Sesat di Pasuruan Bertaubat, Disaksikan oleh MUI
Tulisan selanjutnya Ekstremis Yahudi Ajak Hancurkan Kubah Batu, Hamas: ‘Bermain dengan Api’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?