Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bercita-cita Tinggi seperti Shalahuddin Al-Ayyubi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2018 17:18 5:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2018 17:18
Bagikan
Bagikan

DI BALIK kesuksesan-kesuksesan besar, ada pribadi-pribadi yang sama besar kapasitasnya dengan tujuan yang hendak dicapai. Keberhasilan umat Islam (Aslus Sunnah) menaklukkan Mesir dari Daulah Syi’ah Fathimiyah serta mampu membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman Pasukan Salib misalnya, ada sosok yang besar pula kapasitasnya, misalnya: Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi (532-589 H/1138-1193 M).

Walaupun keberhasilan tersebut tidak murni hasil karya Shalahuddin sendiri, namun kalau dilihat dari karakter Shalahuddin yang begitu luhur dan kuat, maka tidak berlebihan jika keberhasilan ini semakin menemukan momentum kesuksesannya berkat tangan dingin Shalahuddin. Salah satu karakter tangguh yang dimiliki Shalahuddin adalah ‘uluwwul-himmah (cita-cita atau semangat tinggi).

Dalam buku “Uluww al-Himmah” (Hal: 316) karya Muhammad Ahmad Ismail Muqaddam, Al-Qadhi bin Syaddad menggambarkan dengan sangat baik cita-cita agung Shalahuddin, “Bagi  Shalahuddin, masalah Al-Aqsha adalah perkara amat besar yang tak kan mampu ditanggung gunung sekalipun.

Kehilangan Al-Aqsha bagi beliau laksana seorang ibu yang kehilangan anak yang berkeliling  sendiri untuk mencari anaknya. Beliau memotivasi umat Islam untuk berjihad (merebut kembali Masjidil Al-Aqsha), seraya berkeliling melibatkan diri secara langsung untuk menemukannya, seraya berujar, ‘Wahai umat Islam!’ pada waktu bersamaan, kedua matanya basah dengan air mata.”

Pada kesempatan lain, ada cerita cukup heroik yang menggambarkan secara jelas bagaimana kapasitas Shalahuddin dalam bercita-cita tinggi. Saat beliau melihat gelombang laut dari tepi pantai, ia menoleh kepada Al-Qadhi bin Syaddad seraya bertanya, “Maukah kamu aku beri tahu apa yang sedang terpikir dalam benakku?”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Shalahuddin al-Ayubi Pulihkan Ajaran Sunni

Al-Qadhi belum sempat menjawab, Shalahuddin langsung melanjutkan pernyataanya dengan narasi yang kuat, “Saat Allah nanti mengaunegerahiku kemampuan untuk membebaskan pantai-pantai yang tersisa,” tegasnya, “maka negeri-negeri itu akan aku bagikan (kepada umat Islam), dan aku tinggalkan kemudian aku naik kapal menuju pulau-pulau lainnya, aku ikuti mereka (pasukan Salib) sampai tidak tersisa lagi orang yang kafir kepada Allah atau aku mati.”

Dari diksi-diksi yang dipakai, terasa jelas betapa tingginya cita-cita Shalahuddin: gunung saja tak mampu menanggung beban problem Al-Aqsha, antusiasnya dalam membebaskannya bagai ibu yang kehilandan anaknya, bahkan cita-cita tingginya adalah jangan sampai tersisa orang kafir di muka bumi dan beliau siap kehilangan nyawa untuk memperjuangkannya.

Meski cita-cita untuk tidak membiarkan ada orang kafir tak mungkin direalisasikan –karena memang Allah menjadikan orang berbeda- tapi paling tidak dari sini bisa dirasakan getaran semangat Shalahuddin untuk misi pembebasan ini. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa beliau pada akhirnya sukses merebut kembali Baitul Maqdis (Yerusalem).

Selain atas izin Allah, tentu saja di antara hal yang  membuat Shalahuddin sukses adalah semangat dan cita-citanya yang tinggi. Cita-cita yang malampaui kepentingan pribadi; gelora semangat yang tumbuh karena ingin menggapai rida Allah; untuk menggapainya ia bersedia meregang nyawa.

Baca: Muslim Harus Miliki Cita-Cita Tinggi –

Perjuangannya pun tidak sia-sia, dan akhirnya Baitul Maqdis bisa dibebaskan. Umat Islam di masa ini membutuhkan pemimpin besar seperti Shalahuddin yang memiliki cita-cita besar bagi kepentingan Islam dan umatnya.

Sebagai penutup, ide tentang cita-cita tinggi juga ada dalam hadits nabi:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Dalam Surga ada seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai Surga.” (HR. Bukhari)

Di sini, yang dianjurkan Rasulullah bukan sekadar mendapatkan yang baik (masuk Surga), tapi menggapai yang terbaik (masuk Surga yang tertinggi). Dan ini adalah ‘uluwwul-himmah yang dianjurkan beliau.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:‘uluwwul-himmahahlus sunnahBaitul Maqdiscita-citaDaulah Syi’ah FathimiyahpalestinaPerang SalibShalahuddin al-Ayyubiumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi: Total 82 Orang Tewas Akibat Miras Oplosan di DKI dan Jabar
Tulisan selanjutnya Investasi Industri Miras Fahira: Mau Tunggu Sampai Berapa Orang Tewas karena Miras?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?