Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dua Jalan Raja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Februari 2021 12:58 12:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Februari 2021 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Heraklius, kaisar Romawi, menyimak dengan serius penjelasan Abu Sofyan tentang semua hal terkait kerasulan Muhammad ﷺ.

Penjelasan tentang inti ajaran rasul, tentang nasab, tentang para pengikut dan lain sebagainya hingga kemudian ia meyakini bahwa Muhammad ﷺ benar-benar utusan Allah.

“Jika yang telah kau katakan adalah benar, maka ia akan dapat memiliki tempat kedua kakiku berdiri ini. Aku tahu bahwa ia akan diutus. Aku tidak menyangka ternyata dia dari bangsa kalian. Jika saja aku dapat memastikan bahwa aku akan bertemu dengannya, niscaya aku memilih bertemu dengannya. Jika aku ada di sisinya, pasti aku cuci kedua kakinya (Sebagai bentuk penghormatan).” Kata Heraklius kepada Abu Sofyan yang saat itu belum masuk Islam. Kala itu hatinya sudah tergetar dan cenderung kepada Islam.

Di lain waktu kemudian, ia mengumpulkan sejumlah pembesar dan pendeta di sebuah ruangan dan menyeru mereka untuk masuk Islam. Menurutnya informasi terkait Muhammad ﷺ adalah benar, selaras dengan kabar dari bible yang merupakan rosul yang mereka tunggu-tunggu.

Sayangnya, para pembesar itu dengan keras menolaknya dan dengan cepat semburat berlarian menuju kearah pintu keluar. Lebih jauh para pembesar itu mengancam, akan memberontak dan menurunkan Heraklius kalau ia bersikeras masuk Islam.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Tak Sekadar Berbeda Jalan

Melihat penolakan yang sangat keras, Heraklius berubah pikiran dan memanggil mereka lagi mereka agar berkumpul.  “Aku tadi hanya menguji kalian, apakan kalian teguh dalam agama kalian atau tidak. Dan ternyata kalian teguh dalam memegang agama kalian,” kata Heraklius yang kemudian menenangkan hati dan sikap mereka.

Lain Heraklius lain juga Najasyi

Najasyi adalah raja negeri Habasyah (sekarang Etiopia). Ia seorang raja yang adil dan pantang berbuat dzalim. “Di sana ada raja yang adil, maka hijrahlah kalian ke sana,” demikian kata Rasulullah ﷺ tatkala  memerintahkan para sahabatnya berhijrah ke Habasyah.

Singkat cerita kemudian Raja Najasyi menerima dengan baik para sahabat dan memperlakukan mereka dengan baik pula. Bahkan setelah mendapat penjelasan yang mendalam tentang Islam, selanjutnya ia mengikrarkan dua kalimat syahadat. Najasyi masuk Islam namun ia menyembunyikan keislamannya.

Suatu hari Najasyi mendapat demo berupa “mosi tidak percaya” dari rakyatnya karena mereka menduga keyakinan Najasyi telah berubah. Mereka menuntut  Najasyi mengikrarkan di depan umum bahwa ia masih setia dengan keyakinan kristen.

Dengan cerdik, Najasyi kemudian menulis kalimat syahadat di selembar kulit kambing dan kemudian menaruh di dada, di balik baju.  “Keyakinanku di sini..di sini,” kata Najashy di depan pendemo sambil memegang dada, menunjuk dan menyentuh tulisan kalimat syahadat.

Para pendemo bersorak gembira karena mengira keyakinan kekristen masih ada di dada Najasyi, padahal bukan seperti itu.   Namun lama kelamaan para pembesar kerajaan mencium juga gelagat kuat bahwa Najashy telah berpindah keyakinan.

Mereka memprovokasi rakyat Habasyah untuk memberontak dan benar kemudian pecahlah pemberontakan. Najasyi menghadapi dengan bertawakal kepada Allah dan kemudian dengan pertolongan dari Allah, ia bisa menumpas para pembangkang.

Baca: Benturan Dua Jalan Tak Mungkin Terelakkan

Tercatat dalam sejarah, sampai akhir hayat Najasyi tetap mempertahankan keislamannya meski dengan sembunyi-sembunyi. Ketika ia meninggal, Rasulullah ﷺ merintahkan para sahabat shalat ghaib untuk mendoakannya.

Itulah langkah dua raja. Satu memilih melangkah ke Surga dan yang lain memilih jalan ke Neraka. Itulah pilihan langkah dua raja, pilihan langkah kita juga.

Dari dua kisah di atas kita belajar banyak hal antara lain adalah:

Pertama, Allah selalu memberikan sinyal hidayah kepada semua hambanya. Baik Heraklius dan Najasyi sama-sama mendapat penjelasan terkait Islam.

Demikian juga sebenarnya semua manusia, semua telah mendapat sinyal itu. Hanya masalahnya mereka peka atau tidak. Mereka mau memproses hidayah atau justru mengabaikannya. Apalagi di era internet sekarang, dimana informasi keislaman berseliweran meluber.

فَاَلۡهَمَهَا فُجُوۡرَهَا وَتَقۡوٰٮهَا

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا

”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan fujur (kefasikan) dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS: As-Syams: 8-10).

Kedua, Allah selalu menguji hidayah dengan rintangan-rintangan. Allah menguji Heraklius dan Najasyi dengan penolakan para pengikutnya dan kekhawatiran hilangnya tahta kerajaan. Heraklius gagal dan Najasyi berhasil.

Sebenarnya Allah juga menguji semua kita dengan rintangan-rintangan meski wujudnya berbeda-beda. Mungkin ketakutan kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, kehilangan teman,  komunitas dan sebagainya. Itulah sunnatullahnya. Itulah kemestian orang yang “hijrah”.

Baca: Hijrah: Kisah Inspiratif Abdurrahman Bin Auf

Maka, membayangkan berislam tanpa ujian itu gila. Mengangankan beriman tanpa cobaan itu sinting. Mengharapkan  beriman tanpa hambatan itu kurang akal.

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”  [QS: Surah Al-Ankabut ayat 2-3].

Maka kuatkan tekad, bulatkan niat langkahkan kaki menuju hidayah. Ayunkan kaki menuju jalan yang benar, jalan SurgaNya.Wallahu’alam bish showab.*/Choirul Amri,  pendiri Sekolah Tahfidz Quran “Salman Al Farisi” Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijrahnerakasurgasyahadat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanada Secara Resmi Sebut Kebijakan China terhadap Muslim Uighur Genosida
Tulisan selanjutnya Kerumunan Massa di Kunjungan Kerja Jokowi Viral!! Video Dugaan Kunjungan Jokowi di Flores Timbulkan Kerumunan Massa, Netizen Bandingkan dengan Kasus HRS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?