Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tafsir: Mengenal Keluarga Fir’aun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Maret 2022 23:40 11:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2022 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DIRIWAYATKAN bahwa suatu malam Fir’aun bermimpi melihat api yang datang dari Baitul Maqdis menuju Mesir, kemudian membakar rumah-rumah Qibti (orang Mesir asli), sedangkan rumah-rumah Bani Israil tidak tersentuh api sama sekali. Mimpi ini ditafsirkan bahwa kekuasaan Fir’aun akan tumbang di tangan seorang laki-laki dari Bani Israil.

Riwayat lain mengatakan bahwa Bani Israil berbincang-bincang bahwa mereka berharap akan ada seorang laki-laki dari kalangan mereka yang akan memimpin mereka untuk membentuk sebuah kekuatan yang bisa menumbangkan Fir’aun. Mendengar hal itu, Fir’aun memerintahkan tentaranya untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil dan membiarkan anak perempuan tetap hidup.

وَإِذۡ نَجَّيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَسُومُونَكُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ وَيَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡۚ وَفِي ذَٰلِكُم بَلَآءٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمٞ

“Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS: al-Baqarah  {2} : 49)

Asal Usul Fir’aun

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Fir’aun adalah sebutan setiap penguasa Mesir pada waktu itu, sebagaimana sebutan Kisra untuk setiap Penguasa Persia, Kaisar untuk setiap Penguasa Romawi, Najasyi untuk setiap penguasa Habasyah, Tubba’ untuk setiap penguasa Yaman, Batlimus untuk setiap Penguasa India.

Adapun nama Fir’aun di masa Nabi Musa adalah: al-Walid bin Mush’ab bin ar-Rayyan atau al-Walid bin ar-Rayyan yang berasal dari Bani Amliq bin Wilad bin Iram bin Sam bin Nuh.     Ada pertanyaan mengapa penguasa Mesir pada masa Nabi Yusuf tidak disebut Fir’aun?

Sebagian Ahli Sejarah mengatakan bahwa Penguasa Mesir pada masa Nabi Yusuf disebut “al-Malik” (Raja) tidak disebut Fir’aun, karena kedua Penguasa ini berbeda asal daerahnya. Penguasa Mesir pada masa Nabi Yusuf berasal dari Mesir Pesisir, sehingga mudah untuk menerima perubahan.

Sedang Fir’aun pada masa Nabi Musa berasal dari pedalaman Mesir, yang mempunyai watak dan karakter keras dan kolot, tidak mudah menerima orang-orang dari luar kalangan mereka.

Dari keterangan di atas, dipahami kenapa Penguasa (Raja) Mesir pada masa Nabi Yusuf percaya kepada Nabi Yusuf dan mengikuti Agama Nabi Yusuf (Islam) kemudian diikuti oleh rakyatnya. Berbeda dengan Penguasa Mesir masa Nabi Musa, yaitu Fir’aun yang tidak mau menerima dakwah Nabi Musa walaupun sudah di datangkan berbagai mukjizat di hadapannya.

Keluarga Fir’aun

Pada ayat tersebut (الِ فِرۡعَوۡنَ) atau sering diartikan keluarga Fir’aun. Apa sebenarnya arti   ( الَ )?

Jawabannya: Bahwa ( الَ ) artinya adalah kaum dan pengikut agamanya, termasuk di dalamnya keluarga atau kerabatnya. Kalau disebut Ali Fir’aun  berarti keluarga, pengikut, tentaranya yang mendukung dan membela, dan mereka satu agama dengannya.

Begitu juga Ali Muhammad berarti keluarga, pengikut, pembela dan pendukungnya yang mengikuti ajaran dan agama Nabi Muhammad ﷺ makna di atas berlaku untuk penyebutan Ali Ibrahim dan Ali Imran sebagian mengatakan bahwa Ali (الَ) artinya keluarga dan kerabat. Pendapat ini kurang tepat, karena Abu Lahab dan Abu Jahal bukan termasuk Ali Muhammad, walaupun mereka berdua masih ada hubungan kerabat dengan Nabi Muhammad ﷺ.

Begitu juga anak Nabi Nuh yang kafir (Kan’an) tidak disebut Ali (keluarga) Nabi Nuh, karena kekafirannya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

قَالَ يٰنُوْحُ اِنَّهٗ لَيْسَ مِنْ اَهْلِكَ ۚاِنَّهٗ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنِّيْٓ اَعِظُكَ اَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ

“Dia (Allah) berfirman, “Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.”  (QS: Hud {11} : 46)

Hal ini dikuatkan dengan Kisah Asiah binti Muzahim Istri Fir’aun yang menjadi Pengikut Nabi Musa dan beriman kepadanya, beliau tidak termasuk (Ali Fir’aun) karena tidak mau menjadi Pengikut Fir’aun bahkan menentangnya, karena keimanannya ini beliau disiksa dan dibunuh oleh Fir’aun. Allah Subhanahu wa ta’ala  berfirman memuji keteguhannya didalam mempertahankan keyakinannya :

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.” (QS:. at-Tahrim {66} : 11)

Adapun  Keluarga Nabi Muhammad seperti Istri-istri dan anak-anak serta cucu-cucu beliau yang masih istiqamah memegang teguh ajarannya, tentunya masuk terlebih dahulu dalam makna Ali ( الَ ) Muhammad. Diantara dalil bahwa makna (الَ) adalah Pengikut Ajarannya dan Pendukung nya adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

(a) Firman Allah Subhanahu wa ta’ala :

وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.”  (QS: al-Baqarah {2} : 50)

Ayat di atas menunjukkan bahwa Ali Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah di laut.

(b) Firman Allah Subhanahuwa ta’ala :

لنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”  (QS: Ghafir {40} : 46)

Ayat di atas menunjukkan bahwa Ali Fir’aun pada hari kiamat dimasukkan ke dalam api neraka.Kasus diatas terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌۖ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَانَهٗٓ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ وَقَدْ جَاۤءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗوَاِنْ يَّكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهٗ ۚوَاِنْ يَّكُ صَادِقًا يُّصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ

مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, “Tuhanku adalah Allah,” padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar, nis-caya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.”  (Qs. Ghafir {40} : 28). */Tafsir An-Najah, diasuh Dr Ahmad Zain an-Najah, Pusat Kajian Fiqih Indonesia (PUSKAFI)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:firaunMesirraja Firaun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ismail Pasha; Potret Pemimpin Suka Utang dan Tergantung pada Negara Asing
Tulisan selanjutnya Pendeta Saifuddin minta ayat Qur'an dihapus Pendeta Minta 300 Ayat Qur’an Dihapus, HNW: Radikal itu, Hukum Berat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Berita
6 Juli 2026 11:20
MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki
  • Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
  • Analisa Israel: Iran dan Hizbullah Tidak Bantu Hamas Lancarkan Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?