Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Empat Ciri Orang Munafik yang Perlu Diwaspadai

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Maret 2022 05:07 5:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Maret 2022 07:00
Bagikan
Empat Ciri Orang Munafik yang Perlu Diwaspadai
Bagikan

Bahwasanya Allah mengingatkan Nabi-Nya bahwa orang-orang munafik lebih layak dimusuhi, diperangi, dan dihadapi atas sikap permusuhan yang mereka tampakkan pada agama daripada musuh yang jauh, yang sudah dikenal, dan yang terburuk. Untuk mengetahui orang munafik, kita harus mengetahui ciri mereka. Bagaimana ciri orang munafik menurut Rasulullah?

Hidayatullah.com | MENURUT pengertian bahasa, al-Nifaq (munafik) itu adalah masdar kalimat nafaqa dari suku kata nafaqa, yaitu sarang sekawanan tikus. Jika binatang ini diganggu dari luar, ia akan membentur-benturkan kepala-nya, lalu ia keluar. (dalam Lisanul Arab, Ibnu Manzur).

Yang satu menampakkan diri, dan yang lainnya tetap bersembunyi di dalam. Munafik ialah apa yang ada di dalam batin berlawanan dengan apa yang tampak di luar, atau menampakkan kebaikan dan menyembunyikan yang sebaliknya.

Sementara menurut pengertian Islam, munafik itu ada dua. Petama, ialah munafik i’tiqadi keyakinan, yakni kalau apa yang ada pada batin berbeda dengan apa yang tampak pada lahiriahnya dalam hal keyakinan iman. Kedua, ialah munafik amali ‘dalam hal amal yakni jika apa yang ada di dalam batin berbeda dengan lahiriahnya dalam hal selain itu.

Menurut definisi lbnu Rajab, munafik dalam pengertian syariat itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama ialah munafik besar. Yaitu jika seseorang memperlihatkan iman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul Nya, dan kepada dan Hari Kiamat, namun ia menyembunyikan sesuatu yang bertententangan dengan semua atau sebagian dari hal tersebut.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Gejala kemunafikan sesungguhnya telah muncul sejak pembentukan masyarakat Islam awal. Yakni, selalu ada sekelompok orang yang tidak mempunyai keyakinan tentang Islam, namun demi melindungi kepentingan dirinya mereka memperkenalkan dirinya secara lahiriah sebagai seorang muslim.

Dalam masyarakat Islam yang baru terbentuk menyusul hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah, ada sekelompok manusia yang menyatakan keimanannya secara lahiriah kepada Rasulullah ﷺ demi melindungi kepentingan pribadinya, namun dalam dirinya mereka tidak beriman sama sekali dan tidak percaya Nabi Muhammad sebagai utusan Allah Swt.

Dalam lanskap al-Quran, definisi kemunafikan tidak hanya terbatas disebutkan untuk kelompok ini, melainkan juga mencakup sebagian orang mukmin yang selalu berteman dengan orang-orang kafir dan menjadikan mereka sebagai pemimpinnya.

Dalam ayat 138 surah al-Nisa’ dikatakan;

بَشِّرِ الۡمُنٰفِقِيۡنَ بِاَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا اَلِيۡمًا

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.” (QS: Surat An-Nisa’: 138).

Kelompok inilah yang membuat banyak masalah bagi Nabi dan masyarakat Islam yang baru berdiri. Allah Swt berkali-kali memperingatkan orang-orang seperti.

Salah satu peringatan yang disampaikan adalah tempat abadi mereka adalah neraka yang paling bawah, yang di dalamnya tidak ada teman dan siapa pun yang dapat membantunya. Atau, di dunia Allah menstempel hati mereka dan menutup telinga dan mata mereka.

Allah mengambil cahaya dari mereka dan membiarkan mereka kegelapan, sehingga mereka tidak sanggup memilih dan memilah jalan kebahagiaan. Menyimak peringatan Allah Swt ini akan menjadikan kita memahami bahwa apabila seseorang telah mengiadap penyakit kemunafikan, dia tidak akan dapat melihat kebahagiaan di dunia dan akhirat dan tidak ada yang dapat menyelamatkannya.

Karena itu, Allah Swt berfirman kepada Nabi-Nya

سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ اَسۡتَغۡفَرۡتَ لَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡؕ لَنۡ يَّغۡفِرَ اللّٰهُ لَهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِيۡنَ

“Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS:. al-Munafiqun [63]: 6).

Munafik adalah musuh yang perlu diwaspadai

Bahwasanya Allah mengingatkan Nabi-Nya bahwa orang-orang munafik lebih layak dimusuhi, diperangi, dan dihadapi atas sikap permusuhan yang mereka tampakkan pada agama daripada musuh yang jauh, yang sudah dikenal, dan yang terburuk.

Di dalam surat Al-Munafiqun Allah Ta’ala berfirman:

وَاِذَا رَاَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ اَجۡسَامُهُمۡ‌ ؕ وَاِنۡ يَّقُوۡلُوۡا تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡ‌ ؕ كَاَنَّهُمۡ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ   ‌ؕ يَحۡسَبُوۡنَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ هُمُ الۡعَدُوُّ فَاحۡذَرۡهُمۡ‌ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ‌ اَنّٰى يُـؤۡفَكُوۡنَ

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya. Maka waspada lah terhadap merekat semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS: Al-Munafiqun: 4)

Dalam ayat ini Allah mengingatkan, bahwasanya mereka adalah musuh yang patut diwaspadai. Tindakan makar serta tipu daya mereka yang menyerang kaum Muslimin demi kepentingan orang-orang kafir lebih mendesak untuk diperhatikan.

Di dalam Surat At-Taubah dan Surat Al- Tahrim disebutkan:

يٰۤاَيُّهَا النَّبِىُّ جَاهِدِ الۡـكُفَّارَ وَالۡمُنٰفِقِيۡنَ وَاغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَ مَاۡوٰٮهُمۡ جَهَـنَّمُ‌ؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ

Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS: At-Taubah: 73).

4 ciri orang munafik menurut Nabi Muhammad ﷺ

Rasulullah pernah menyebutkan ciri orang munafik. Disebutkan dalam hadits Abdullah bin Amr dan Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda,

أربع من كن فيه كان منافقا خالصا ، ومن كانت فيه خصلة منه كانت فيه خصلة من التقاق حتى يدعها ، إذا اوتی خان ، وإذا حدث كذب ، وإذا عاهد غدر ، وإذا اؤمن تخاصم فجر

“Ada empat tabiat barangsiapa ketepatan ada padanya, maka ia adalah seorang munafik yang murni, dan barangsiapa padanya terdapat salah satu tabiat dari keempat tersebut, berarti padanya ada satu tabiat di antara kemunafikan sampai ia mau meninggalkanya; yaitu (1) apabila dipercaya ia berkhianat, (2) apabila berbicara ia berdusta, (3) apabila berjanji ia melanggarnya, (4) dan apabila bertengkar/cekcok ia menghindar dari kebenaran.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ciri orang munafiktanda munafik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pusat studi turki Bersejarah! Hayrat Foundation-UIN Jakarta Resmikan Pusat Studi Turki dan Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya menyambut ramadhan Sambut Ramadhan, Kita Punya Apa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah

Berita
22 Juni 2026 13:09
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Terbaru

  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
  • ‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
  • Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?