Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tipologi Manusia Menyikapi Bulan Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Maret 2022 15:59 3:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Maret 2022 17:30
Bagikan
Tipologi Manusia Ramadhan
Bagikan

Bulan Ramadhan sebagai sarana untuk penempaan diri manusia dengan berbagai fasilitas dan program yang telah dipersiapkan agar selesai ditempa lahir menjadi manusia yang bertakwa.

Hidayatullah.com | RAMADHAN sebentar lagi tiba. Bulan yang kedatangannya selalu disambut dengan penuh suka cita, dan kepergiannya meninggalkan kenangan spiritual yang tidak mudah dilupakan.

Bulan Ramadhan sebagai sarana untuk penempaan diri manusia dengan berbagai fasilitas dan program yang telah dipersiapkan agar selesai ditempa lahir menjadi manusia yang bertakwa.

Apakah setelah ditempa sebulan penuh, seseorang akan secara otomatis berhasil menjadi manusia bertakwa pasca Ramadhan? Keberhasilan seseorang dalam menjalani proses pendidikan dan pelatihan selama Ramadhan akan tampak hasilnya setelah selesai Ramadhan.

Berkaitan dengan hal itu, A’idh al-Qarni dalam kitabnya yang berjudul Aqbalta Ya Ramadhan menyebutkan tipologi manusia dalam menyikapi Ramadhan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pertama, manusia yang mengenal Allah hanya pada bulan Ramadhan. Selama sebelas bulan mereka menjauhi tilawah Alquran dan berbuat kemaksiatan. Jika mendengar Ramadhan telah tiba, bergegas ke masjid, berpuasa, khusyuk beribadah, dan mengiba seakan mereka (bisa) menipu Allah. Begitu selesai Ramadhan, selesai pula kebiasaan baik itu, dan kembali seperti semula sebagaimana sebelum Ramadhan.

Kedua, manusia yang bersemangat dan berbondong-bondong datang ke masjid untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah dan mendengarkan ceramah Ramadhan. Namun, apabila Ramadhan telah berlalu, mereka tinggalkan shalat berjamaah di masjid.

Ketiga, manusia yang pada bulan Ramadhan selalu tidur pada setiap harinya atau sebagian besar harinya digunakan untuk tidur. Malam hari Ramadhan dilalui untuk begadang, obrolan yang sia-sia, dan siang harinya dihabiskan dengan tidur dan bermalas-malasan. Lantas, di manakah substansi keimanan pada Ramadhan.

Tentu tidak seperti itu yang diharapkan. Islam menghendaki agar kita kaum Muslimin menjadi hamba yang Rabbani, bukan hamba Ramadhani. Untuk mengetahui tipe seperti apakah kita, maka lihatlah seperti apa kualitas ibadah kita setelah selesai Ramadhan.

Hamba Rabbani, adalah seorang hamba yang senantiasa semangat dan istikamah dalam menjalankan ibadah hanya karena Allah semata. Sebelum Ramadhan ia semangat ibadah, begitu bulan Ramadhan tiba ia lebih semangat lagi. Dan, semangat tersebut dipertahankan pada sebelas bulan berikutnya hingga bertemu lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya.

Hamba Ramadhani, adalah seorang hamba yang hanya rajin dan semangat ibadah hanya pada bulan Ramadhan. Ia rajin beribadah karena Ramadhan, rajin ke masjid untuk shalat berjamaah, semangat mengikuti kajian, bahkan terdepan dalam berbagi. Selain bulan Ramadhan, ia bermalas-malasan dalam beribadah, dan hilang semua kebiasaan baik itu seakan tidak pernah melakukan kebaikan.

Karena itu, kun Rabbaniyyan, wala takun Ramadhaniyyan (jadilah kalian hamba-hamba Allah yang Rabbani, bukan menjadi hamba-hamba bulan Ramadhan). Maksudnya, jika ingin taat menghamba kepada Allah, jangan hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi terus istikamah menjaga ketaatan tersebut di sepanjang bulan selanjutnya hingga ajal menjemput.

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar dijauhkan dari ketiga tipologi manusia dalam menyikapi Ramadhan, dan menjadikan kita sebagai hamba yang Rabbani bukan Ramadhani. Amin.*/ H. Imam Nur Suharno, penulis Buku Kurma (Kuliah Ramadhan), dan Kepala Divisi HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhankeutamaan bulan Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya hukum pawang hujan Ramai Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Ini Hukum nya dalam Islam
Tulisan selanjutnya Kesehatan Mental Remaja Putri Lebih Rendah Dibandingkan Remaja Pria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?