Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

(Khutbah Jum’at): Beginilah Seharusnya Solidaritas Orang Mukmin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Januari 2023 08:04 8:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Januari 2023 08:00
Bagikan
Ukhuwah Islamiyah
Bagikan

Ciri orang beriman (mukmin) “antara mukmin satu dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan, inilah materi khutbah Jumat kali ini

Hidayatullah.com— Di dalam kitab Tafsir ath-Thabari, dijelaskan, sesungguhnya seorang mukmin (orang Islam yang beriman) itu bersaudara berdasarkan agama, wajib baginya saling menunjukkan rasa kasih sayang, tolong-menolong antara satu dengan yang lainnya. Inilah naskah khutbah Jumat lengkapnya:

Khutbah Jumat Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ma’asyiral muslimin, jamaah  shalat Jumat yang dimuliakan Allah 

Manusia adalah salah satu makhluk Allah yang sangat lemah karena “tidak ada daya dan upaya kecuali milik Allah”, maka perlu disadari bahwa segala apa pun yang telah kita  lakukan, yang telah kita capai, merupakan kenikmatan dari Allah. Sudah beribu kali nikmat Allah kita rasakan, namun Allah hanya meminta kepada manusia agar mensyukuri semua itu.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada pemberi syafaat, suri teladan umat Islam, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga beliau, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan orang-orang yang selalu menghidupkan agama Islam ini hingga yaumul qiyamah.

Allah sudah memberikan satu kabar bahwa ada satu bekal yang bisa kita bawa menghadap Allah subhanahu wa ta’ala yaitu ketakwaan kepada Allah, sebagaimana firman Allah yang artinya “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. ” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ma’asyiral muslimin, dhuyufurrahman rahimani wa rahimakumullah

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa ta’ala ingin menyadarkan kepada kita bahwa orang yang beragama Islam adalah orang yang saling terhubung antara satu dengan yang lainnya, lebih jelasnya adalah bersaudara.

Hakikat dari bersaudara adalah mereka yang memiliki respek yang paling tinggi kepada lainnya atau mereka yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dengan saudaranya yang lain. 

Allah tidak membeda-bedakan antara yang miskin dengan yang kaya, antara yang berkulit putih dengan yang berkulit hitam, antara yang shalih dengan yang fajir, antara yang rajin beramal shalih dengan yang malas, semuanya bersaudara, tidak membeda-bedakan.

Untuk itu, Allah mengikat orang Islam satu dengan yang lainnya, dengan istilah saudara, yang mana di dalam kitab Tafsir ath-Thabari, dijelaskan bahwa, sesungguhnya seorang mukmin itu bersaudara berdasarkan agama, maka wajib untuk saling menunjukkan rasa kasih sayang, dan saling tolong-menolong antara satu dengan yang lainnya.

Tidak boleh membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, “Aku tolong yang punya banyak duit saja.” atau “Aku tolong si A sajalah, karena si B orangnya berkulit hitam.” Sikap seperti ini tidak dibolehkan dalam agama Islam.

Ma’asyiral muslimin, jamaah  shalat Jumat yang dimuliakan Allah 

Jika ada seorang mukmin yang hubungannya tidak baik-baik saja dengan mukmin yang lainnya maka perintah Allah adalah

 أَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

 “Maka damaikanlah antara keduanya.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Tugas kita adalah mendamaikan mukmin yang sedang berkelahi, yang sedang punya masalah dengan mukmin lainnya.

 Allah menginginkan agar seorang mukmin memiliki rasa peduli dengan mukmin lainnya serta mendamaikan mukmin yang sedang tidak bagus hubungannya dengan mukmin lainnya.

Karena sejatinya orang yang beriman adalah sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

 الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin (terhadap mukmin lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan.” (HR. Muslim, 2585).

Ma’asyiral muslimin, jamaah  shalat Jumat yang dimuliakan Allah 

Agar rasa persaudaraan itu muncul dan menghunjam kuat di dalam sanubari kita, maka mendamaikan orang yang sedang bermasalah adalah solusinya. Sebab inti dari persaudaraan adalah agar loyalitas seorang muslim itu terbentuk sehingga menjadikan Islam ini menjadi kuat.

Maka dikatakan bahwa seorang mukmin satu dengan yang lainnya itu seperti sebuah bangunan. Jika persaudaraan mereka kuat, maka bangunan itu juga akan kuat. Akan tetapi jika persaudaraan di antara mereka tidak kuat, maka tidak ada yang bisa kita harapkan lagi kecuali hanya bangunan yang reot, fondasi dan penyangganya tidak kuat.

Ketika diibaratkan bahwa seorang mukmin itu sebagai penyangga sebuah bangunan, atapnya ibarat agama Islam, maka ketika penyangganya tidak memiliki rasa persaudaraan di antara mereka, maka atapnya akan rapuh, mudah roboh, ada angin yang menerpanya, menjadikan bangunan itu doyong, sangat rawan untuk dirobohkan, sehingga menjadikan orang yang bernaung di bawahnya merasa tidak aman.

Berbeda ceritanya ketika penyangganya itu kuat (kaum mukminin) rasa persaudaraan mereka saling bertaut dengan yang lainnya, sehingga atapnya juga ikut kuat, ada terpaan angin, hujan lebat, tidak memberikan pengaruh buruk kepada bangunan itu. sehingga menjadikan siapa saja yang bernaung di bawahnya merasa aman.

Makanya Rasulullah ﷺ bersabda

 الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَكْذِبُهُ، وَلايَحْقِرُهُ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, sehingga dia tidak boleh menzaliminya, menghinanya, mendustakannya dan merendahkannya.”

Orang yang bersaudara tidak akan menzalimi saudaranya, tidak akan menghina saudaranya, tidak akan mendustakan saudaranya, dan tidak akan merendahkan saudaranya.

Jadi secara tidak langsung Rasulullah ﷺ memberitahukan kepada kita bahwa sebab-sebab perpecahan di antara sesama mukmin adalah, dengan menzalimi, menghina, mendustakan, dan merendahkan mukmin yang lain.

Kalau kita sadari, sebab-sebab perpecahan itu sudah kita ketahui maka tugas selanjutnya adalah menjaga diri supaya sebab perpecahan itu tidak kita lakukan dan tidak kita kerjakan. Lebih baik lagi menjaga diri supaya kita tidak menjadi penyebab utama dari terpecahnya sebuah kaum atau rusaknya hubungan antar orang mukmin.

Ma’asyiral muslimin, jamaah  shalat Jumat yang dimuliakan Allah 

Maka dari itu Imam asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata

 مَن صَدَقَ فِي أُخُوَّةِ أَخِيهِ: قَبِلَ عِلَلِهِ , وَسَدَّ خِلَلِهِ , وَعَفَا عَن زَلَاتِهِ

“Barang siapa yang jujur ​​tentang persaudaraan saudaranya: menerima kesalahannya, menutup kesalahannya, dan memaafkan kesalahannya.”

Ma’asyiral muslimin, dhuyufurrahman rahimani wa rahimakumullah

 أَقُولُ قَولِي هَذَا وَ اسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَ لَكُمْ وَ لِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفُرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمِ

Khutbah Jumat Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ ونَصَرَ عَبْدَهُ وأَعَزَّ جُنْدَهُ وهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وعَلَى آلِهِ وعَلَى تَابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ فِي كُلِّ أَثَرٍ إِلَى يَوْمِ المَحْشَرِ

Ma’asyiral muslimin, dhuyufurrahman rahimani wa rahimakumullah 

Maka sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ

“Cukuplah seseorang itu dalam kejelekan selama dia merendahkan saudaranya sesama muslim.” 

Tolak ukur yang bisa kita pakai adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ﷺ di atas, karena kehormatan seorang muslim sangatlah mahal. Sehingga mengejek atau merendahkan saudaranya sudah cukup dikatakan sebagai perbuatan yang buruk.

Cukuplah orang itu dianggap buruk (nakal) kalau ia masih mengejek saudara seimannya. Tingkat merendahkan seseorang terkadang dengan mengejek dan menghinanya. Terkadang perbuatan ini masih sering kita lontarkan dan secara tidak sadar ia telah merendahkan martabat saudaranya, merendahkan harga diri kawan yang seiman dengannya.

Jika merendahkan kehormatan saja sudah dianggap perbuatan buruk, maka apalagi jika seseorang memukul, menganiaya, atau bahkan membunuh mukmin yang lainnya. Kehormatan seorang mukmin menjadi hal yang sangat pantas untuk dijaga, begitu pula dengan menjaga persaudaraan antar mukmin lainnya.

Menjaga solidaritas antar sesama, lebih khusus lagi solidaritas antara orang yang seiman dengan kita adalah perkara yang sangat penting, karena kalau semakin erat solidaritas orang-orang yang beriman, maka agama Islam juga akan kuat.

Mari kita tutup khutbah yang kedua ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

نَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِيْن

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْم

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ يَا مُصَرِّفَ القُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِك

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Khutbah Jumat ini ditulis Hamzah Saifuddin. Arsip lain terkait Khutbah Jumat bisa diklik di SINI. Artikel lain tentang keislaman bisa dibuka www.hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mukminOrang mukminsolidaritas MukminUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban
Tulisan selanjutnya Kurangnya Pengawasan Orang Tua, 266 Pelajar Ponorogo Ajukan Dispensasi karena Hamil di Luar Nikah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Berita
11 Juni 2026 17:48
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?