Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Janji Allah untuk Kaum Terusir, Hijrah, dan yang Dihinakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2017 11:24 11:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2017 11:21
Bagikan
Etnis Muslim Rohingya yang terusir dan dihinakan. Semoga Allah segera datangkan bantuanNya
Bagikan

ADA banyak kalimat dalam Kalam Allah, untuk menyebut sebuah peristiwa pergerakan  atau kerumunan massa yang bertolak dari satu tempat menuju tempat lain. Allah Subhanahu Wata’ala membedakan satu sama lain, walaupun sama-sama artinya berpindah. Namun, esensi pergerakan kepindahan mereka tentu berbeda.

Di antara untaian kalimat itu adalah:

Pertama, Bukankah bumi Allah itu luas?

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّٮٰهُمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِہِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡ‌ۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةً۬ فَتُہَاجِرُواْ فِيہَا‌ۚ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَأۡوَٮٰهُمۡ جَهَنَّمُ‌ۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا (٩٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [3], [kepada mereka] malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri [Mekah]”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?“. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS: an Nisa’ [4]: 97)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kalimat ini termaktub dalam QS. An-Nisaa/4 : 97 yang mengisyaratkan perintah hijrah ketika kaum Muslimin waktu itu mendapatkan tekanan, intimidasi dan kezhaliman.

Baca: Kisah Hijrah untuk Ibrahim

Syeikh Munier Ghadhaban dalam Al-Manhaj al-Haraky, Syaikh Sa’ied Ramadhan al-Buthy dalam As-Sirah an-Nabawiyyah atau Al-Mubarakfury dalam Ar-Rahiqul Makhtuum dan pakar-pakar sejarah [sirah] lainnya memaparkan bahwa berhijrahnya kaum Muslimin, di samping perintah Allah Subhanahu Wata’ala, menghindari kemadharatan atau kezhaliman, juga memupuk jiwa optimisme  untuk membangun kekuatan dakwah di ranah yang berbeda.

Hal in diurai oleh Ibnul ‘Arabi dalam Ahkaamul Qur’aan bahwa hijrah mengandung banyak makna; Bertolak dari negeri syirik menuju negeri tauhid, dari negeri kufur menuju negeri iman, dari negeri kecamuk perang menuju negeri aman nan damai, dari negeri berwabah penyakit menuju negeri yang sehat nan nyaman.

Demikian pula disebutkan oleh para ulama pensyarah hadits seperti itu, sebagaimana halnya Syeikh Musthafa al-Bugha dkk dalam Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhis Shalihin.

Sangatlah wajar, apabila seorang sejarawan orientalis Philip K. Hitty [terlepas plus minusnya] menuturkan: “Peristiwa hijrahnya kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah, merupakan peristiwa revolusi terbesar sepanjang sejarah”.

Baca: PBB: Muslim Rohingya, Kelompok Minoritas Paling Teraniaya

Kedua, Orang-orang yang diusir tanpa alasan.

“Orang-orang yang dipaksa keluar [terusir] dari rumah-rumah [kampung halaman] mereka …”

ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَـٰرِهِم بِغَيۡرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ‌ۗ وَلَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَہُم بِبَعۡضٍ۬ لَّهُدِّمَتۡ صَوَٲمِعُ وَبِيَعٌ۬ وَصَلَوَٲتٌ۬ وَمَسَـٰجِدُ يُذۡڪَرُ فِيہَا ٱسۡمُ ٱللَّهِ ڪَثِيرً۬ا‌ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۥۤ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ (٤٠)

“[yaitu] orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak [keganasan] sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong [agama] -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS: al Hajj [22]: 40)

Kalimat ini termaktub dalam QS. Al-Hajj/22 : 40, yang beriringan sebelumnya mengenai ayat diidzinkannya perang kepada kaum Muslimin.

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’aanil ‘Adzim, ini terkait dengan ayat sebelumnya yang mengisyaratkan diidzinkannya perang disebabkan dizhaliminya kaum Muslimin. Menukil Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anh, “ini ayat pertama kali turun tentang perintah berperang kepada Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam”.

Kembali kepada kata ukhrijuu, ini menunjukkan makna bahwa mereka benar-benar dipaksa keluar, terusir dari kampung halamannya sendiri tanpa perencanaan dan keinginan.* >>> klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:etnic cleansinghijrahjanji allahkaum yang tertindasKekerasan Rohingyapembantaianpembersihan etnisPengusiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Kirim Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Tulisan selanjutnya Sidang Buni Yani, Prof Yusril Ihza: Tidak Ada Unsur Pidana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?