Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Madrasah dan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Mei 2015 08:48 8:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2015 09:10
Bagikan
Adabiyah School bermula dari Madrasah Adabiah yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1909
Bagikan

Oleh: lham Kadir

SETIAP tanggal 02 Mei, Bangsa Indonesia memeringati hari Pendidikan Nasional dengan bertitik-tolak dari tahun 1921, ketika Ki Hadjar Dewantoro mendirikan lembaga Taman Siswa.

Ki Hadjar pernah terjun di Politik sampai berhasil menduduki pucuk Pimpinan Partai Nasional Indonesia (PNI), dan mengantarkan dirinya menduduki Menteri Pengajaran pada Kabinet Pertama Indonesia awal kemerdekaan.

Sejatinya jauh sebelum Ki Hadjar Dewantoro terjun dibidang pendidikan dan mendirikan lembaga Taman Siswa, sudah tersebar di nusantara lembaga-lembaga Pendidikan Islam.

Pada awal abad ke-20, madrasah-madrasah dengan sistem berkelas (klasikal) mulai muncul di Indonesia. Menurut penelitian Mahmud Yunus, pendidikan Islam pertama kali memiliki kelas dan memakai bangku, meja, dan papan tulis adalah Madrasah Adabiyah (Adabiyah School) di Padang.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Madrasah Adabiyah adalah madrasah pertama di Miangkabau, bahkan di Indonesia, didirikan oleh Syeikh Abdullah Ahmad pada tahun 1909. Madrasah ini hidup sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi HIS Adabiyah pada tahun 1915, yang merupakan HIS pertama di Miangkabau yang memasukkan pelajaran agama Islam dalam pengajarannya. (baca Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, t.th.)

Muculnya sekolah-sekolah Islam yang besepadu dengan sistem pendidikan modern juga tak terlepas dari banyaknya alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang telah menyelesaikan pendidikannya di sana. Mereka adalah hasil dari sistem pendidikan yang telah direformasi oleh Muhammad Abduh.

Setibanya di Indonesia, mereka mengelolah dan mengajar di sekolah-sekolah agama serta memasukkan mata pelajaran umum. Lembaga pendidikan yang demikian dinamai Madrasah Guru Islam atau Sekolah Menengah Islam (SMI).

Di antara madrasah yang juga termasuk awal adalah Al-Jami’ah Islamiyah, di Sungayang Batusangkar, didirikan oleh Mahmud Yunus pada 20 Maret 1931; Normal Islam (Kuliah Mu’allim Islamiah), didirikan oleh Persatuan Guru-Guru Agama Islam (PGAI) di Padang pada tanggal 1 April 931 dan dipimpin oleh Mahmud Yunus, dengan demikian Mahmud Yunus memimpin dua madrasah tingkat menengah dan tinggi di atas.

Ada pula  Islamic College, didirikan oleh Persatuan Muslim Indonesia (Permi) di Padang pada tanggal 1 Mei 1931, dipimpin oleh Mr. Abdul Hakim. Kemudian digantikan oleh Mukhtar Yahya tahun 1935.

Selanjutnya berdirilah beberapa madrasah yang memasukkan pengetahuan umum dalam rencana pendidikannya, di antaranya, Training College didirikan oleh Nasruddin Thaha di Payakumbuh tahun 1934; Kulliah Muballghin/Muballighat, didirikan oleh Muhammadiyah di Padang Panjang; Kulliah Muallimat Islamiah, didirikan oleh Rgk. Rahmah Al-Yunusiah di Padang Pada tanggal 1 Februari 1937; Kulliah Dianah, didirikan oleh Syakh Ibrahim Musa di Parabek pada tahun 1940 dan dipimpin oleh H. Bustami A. Gani; Kulliatul Ulum, didirikan oleh Thawalib Padang Panjang dan dipimpin oleh Engku Mudo Abdul hakim; Kulliah Syariah, didirikan oleh Tarbiyah Islamiah di Padang Panjang; Nasional Islamic College, didirikan oleh alumni Islamic College di Padang; Modern Islamic College didirikan oleh St. Sulaiman dan kawan-kawan di Bukitinggi.

Di Sulawesi Selatan, secara umum para raja-raja memberi keleluasaan kepada para dai dan ulama sekalihus pendidik untuk mengembangkan syiar agama Islam dan pendidikan.

Raja Gowa yang bergelar Imangimangi Daeng Matuju Karaeng Bontonompo Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin (1936 – 1946) sudah menggagas pembukaan Madrasah Islamiyah, bertempat di Jongaya, Gowa. Pengajaran agama Islam yang diberikan berdasarkan Mazhab Syafi’i. Pimpinan Madrasah dipegang oleh Asy Syekh Abdullah bin Shadaqah Dahlan, penganjur Mazhab Imam Syafi’i yang taat.

Madrasah ini dubuka, setelah beberapa bulan Sultan Muhammad Tahir naik tahta di Gowa pada tahun 1936. Para murid-murid madrasah ini berasal dari daerah Takalar, Jeneponto, dan Gowa sendiri. Ketika pecah perang dunia ke II madrasah ini terpaksa ditutup, perang memang selalu membawa petaka!

Sebelum itu, di daerah Campalagian Mandar, menurut catatan, pendidikan dengan sistem tradisional telah bermula dari tahun 1913 dibawah asuhan H. Maddeppungeng yang pernah berguru di Makkah Saudi Arabia. Tempat ini menjadi pencetak kader-kader muballigh Islam di Sulawesi Selatan pada awal abad ke XX. Tempat pendidikan ini tidak membatasi usia para pelajarnya. (Sarita Pawiloy, Sejarah Perjuangan Angkatan 45 di Sulawesi Selatan, 1986).

Di kerajaan Wajo ketika diperintah oleh La Mannang Toapamadeng Puangna Raden Galla, Arung Matoa ke-40 yang berkuasa pada tahun 1821-1825, beliau melakukan berbagai usaha dalam bidang pendidikan dan agama, seperti: memperluas dan menyempurnakan Masjid Jami’ Tosora; mendatangkan ulama dari Madinah, (biasa disebut oleh orang Wajo dengan Syeikh Madinah); mengeluarkan perintah pada raja-raja bawahannya agar masjid yang ada dipelihara dan diperbaiki, dan yang belum memiliki masjid agar segera membangun supaya rakyat dapat shalat secara berjamaah; pohon-pohon yang dikeramatkan agar ditebang; perempuan yang keluar rumah agar menggunakan tutup kepala dan kain sarung (baca: krudung); dan dari segi pelaksanaan hukum, pemerintah memotong tangan bagi pencuri atas anjuran Syekh Madinah. * (bersambung)

Penulis Kandidat Doktor Pascasarjana UIKA Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madrasahPendidikanpendidikan islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU: NU-Muhammadiyah Awali 1 Ramadhan Dan 1 Syawal 1436 Hijriyah Bersamaan
Tulisan selanjutnya Pentingnya Jihad Bil Qalam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?