Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Menelusuri Jejak Syiah di Andalusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2017 12:30 12:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2017 12:30
Bagikan
Andalusia
Bagikan

DARI buku Ibrahim At-Tihami yang berjudul Juhûd ‘Ulamâ al-Maghrib fî al-Difâ’ ‘an ‘Aqîdah Alhi al-Sunah (2002), pembaca bisa menulusuri secara ringkas jejak Syiah di bumi Andalusia. Dalam buku ini, Doktor Akidah di Universitas Ummul Qura ini, paling tidak bisa diketahui penyebaran Syiah dari perantara individu sampai ke tingkat negara.

Penyebaran Syiah melalui perantara individu bisa bisa dilihat dari tokoh yang hendak mendirikan Daulah Syiah; spionase (mata-mata); figur yang terpengaruh ajarannya; atau lewat pelancong (turis) yang membawa ajaran Syiah ke Andalusia. Berikut ini adalah beberapa contoh yang menunjukkan adanya jejak Syiah yang disebarkan secara individual.

Upaya pertama kali Syiah menapakkan jejak kakinya di Andalusia diawali oleh Umar bin Hafshun (306 H). Sosok ini muncul di daerah selatan Andalusia. Ia melakukan beberapa pemberontakan yang terus berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Rupanya, keberadaan Syiah Fathimiyah di Tunisia, dimanfaatkan olehnya untuk menyebarkan dakwah Syiah di Andalusia.

Figur lain yang turut berkontribusi dalam penyebaran Syiah di Andalusia adalah ‘Abbas bin Nashih al-Tsaqafi al-Sya’ir yang diutus Abu Mutharrif Abdurrahman bin al-Hakam (237 H) ke Iraq untuk mencari buku-buku klasik yang membahas berbagai macam ilmu seperti kedokteran, perbintangan dan lainnya. Kemudian ia kembali ke Andalusia dengan membawa pemikiran bercorak Syiah. Contohnya: tentang keluarnya Imam Mahdi; waktu kembalinya dan tujuh Imam Syiah dan lain sebagainya.

Penyebaran Syiah, di samping melalui figur-figur semacam itu, juga lewat para mata-mata (spionase). Intel-intel ini sengaja dikirim oleh Dinasti Fathimiyah untuk mempropoagandakan madzhab mereka di Andalusia. Para jasus ini menyembunyikan tujuan aslinya dengan tameng kepentingan-kepentingan syar’i, seperti: perdagangan, studi keilmuan, pengembaraan sufi.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Di antara mata-mata yang berpengaruh besar dalam menebarkan pemikiran Syiah di Andalusia adalah Abu al-Yusr al-Riyadhi. Sosok ini dianggap oleh para sejarahwan sebagai mata-mata awal yang ditugaskan di Andalusia. Beberapa sumber tidak banyak menyebutkan biografi tokoh ini karena memang tugasnya adalah sebagai intel. Informasi yang ada mengenainya di antaranya: merupakan seorang sastrawan yang masuk ke Andalusia pada masa al-Amir Muhammad bin Abdurrahman bin al-Hakam. Ia membuat buku berdasarkan aspirasi penduduk Syam.

Baca: Pengkhianatan Syiah di Bumi Syam

Untung saja Emir Muhammad dengan lekas mengetahui niat busuknya. Beliau menyambut serta memuliakannya tapi tidak memberikannya ruang secara luas dan langsung untuk mengerjakan aktivitasnya. Akibat ruang yang dipersempit tersebut, maka ia terpaksa meninggalkan Andalusia.

Meskipun Abu al-Yusr tidak bisa menjalankan tugasnya dengan sukses, tapi paling tidak ia bisa membawa wawasan, budaya dan sastra yang bernafaskan Syiah ke Andalusia. Sosoknya seperti Penyair Da’bal al-Khuza’i (246 H) yang merupakan corong penting Syiah di Timur yang banyak tersebar dalam surat-surat penulis Abbasiyah.

Sepeninggal Abu al-Yusr, yang menggantikan tugasnya adalah Abu Harun al-Baghdadi yang juga dikirim untuk menjadi intel. Beberapa tahun ia sempat ragu-ragu menjalankan misinya di Andalusia. Namun, ia akhirnya berhasil menjalankan misi yang belum dicapai Abu al-Yusr. Salah satu buktinya, ia berkorespondensi dengan Ubaidillah al-Mahdi setelah Abu al-Yusr. Tak hanya itu, ia juga meminta bantuannya agar melancarkan dakwahnya. Abu Harun berkontribusi besar terhadap Ubaidillah, dan bagi penyebaran ajaran-ajaran Syiah Ubaidiah.

Selain itu, penting untuk dicatat, dalam Andalusia, ada juga orang-orang yang terpengaruh dengan propaganda Syiah, meski tidak punya andil dalam penyebaran ajaran-ajarannya. Pengarang buku al-Bayân al-Maghrib menyebutkan bahwa di Andalusia ada pengajar al-Qur`an yang tidak tercatat namanya dalam sumber-sumber sejarah. Ia bermukim di timur Andalusia pada tahun 237 H dan mengaku menjadi nabi. Orang ini terbiasa menakwilkan al-Qur`an bukan pada tempatnya.

Pada akhirnya orang yang mengaku jadi nabi ini ditangkap dan dihukum atas kasus kezindikan (kekafiran). Ia pun disuruh taubat. Karena enggan bertaubat, akhirnya dia disalib. Kecendrungan menakwilkan al-Qur`an adalah bukti bahwa ia terpengaruh dengan propaganda Syiah.

Tokoh lain yang terpengaruh dengan propaganda Syiah adalah Muhammad Syuja’ al-Wasyqi (305 H)  yang berpendapat boleh nikah mut’ah. Dilihat dari pendapatnya, jelas sekali bahwa ia terpengaruh Syiah Itsna ‘Atsyariah. Orang ini pada akhirnya bernasib tragis, mati disalib.

Sosok lain yang bisa dicatat di sini adalah Muhammad bin Ibrahin bin Hayyun (305) [15] yang dituduh berkecendrungan Syiah. Hal ini diketahui dari sikap yang ditampakkannya pada Mu’awiyah bin Abi Sufyan RA.

Di antara orang-orang lain yang terpengaruh dengan ajaran-ajaran Syiah adalah: Mundzir bin Sa’id al-Baluthi (355 H) meskipun madzhabnya dalam masalah furu’iyah adalah dealektis, argumentatif (naddhar wa ihtijaj) dan meninggalkan taklid, bahkan cendrung kepada pendapat Dawud Adz-Dzahiri bahkan berargumentasi dengan pendapatnya. Sedangkan dalam masalah ushul, dia bermadzhab Ahli Kalam yang menjadikan debat dan argumentasi sebagai andalannya. Hanya saja, ia terpengaruh dengan beberapa pendapat Syiah. Di antara contohnya: dia pernah menakwilkan al-Qur`an dengan cara kalangan sekte Bathiniyah. Dalam hal ini, ia terpengaruh dengan takwil Syiah.

Ada juga Ubadah binti Abdullah bin Ubadah (419 H) yang bermadzhab Syiah dam sangat fanatis terhadapnya sehingga menentang keras Bani Umayyah [18]

Penyebaran Syiah di Andalusia juga melalui para pelancong. Salah satu pelancong yang menyebarkan madzhab  dan wawasan Syiah  pada waktu itu adalah Abu al-Hakam ‘Umar bin Abdurrahman al-Karmani al-Qurthubi (W 485 H) ia merupakan orang yang memasukkan risalah Ikhwan Shafa ke Andalusia. Risalah ini jelas sekali memiliki orientasi Syiah. Bahkan, risalah ini dinisbahkan kepada sebagian imam-imam Alawiyin.

Baca: Mukmin Kuat dari Andalusia, Spanyol

Madzhab Syiah juga tersebar kuat pada masa Bani Buwaih di Badhdad (akhir abad keempat dan awal abad kelima) yang merupakan masa paling bersinarnya sastra Syiah. Salah satu yang populer pada masa ini adalah Badi’uz Zaman al-Hamdani (W 398 H) [24]. Sedangkan penyair terkenal seperi al-Syarif al-Ridha (W 405 H) dan Mihyar al-Dailamy (W 428 H).

Adapun dalam sekala negara bisa dilihat dari berdirinya Daulah al-Hamudiyun. Kemunculan daulah ini adalah bukti nyata adanya negara berasas Syiah di Andalusia. Hanya saja, ke-Syiah-an mereka tidak semenyolok Daulah Buwaihi di Iran. Ke-syiah-an mereka lebih ringan konservatifnya, bukan pada masalah keyakinan. Tapi dalam sikap dan politiknyanya bersama rakyat diambil dari madzhab Syiah dengan kadar yang bisa memenuhi kepentingan politik mereka.

Daulah ini memegang teguh sebagian prinsip-prinsip Syiah seperti, pernyataan: “Agama tidak akan sempurna, melainkan dengan Imam,” serta wajib bagi setiap muslim mengenal imam zamannya. Hanya saja mereka tidak berusaha mewajibkan prinsip-prinsip ini kepada yang lainnya. Salah satu hal yang menyebabkan ke-Syiah-an mereka dosisnya lebih ringan adalah kebencian masyarakat Andalusia  kepada mereka dan pada kecendrungan Syiah. Hal ini wajar karena yang mengakar di Andalusia pada ghalibnya adalah orientasi Sunni.

Bagaimanapun juga, pada masa Daulah al-Hamudiyun dakwah, wawasan, budaya, Syiah tersebar luas. Buku-buku dan karangan mereka juga tersebar luas melalui pengembara-pengembara (pelancong, turis, wisatawasn) Syiah yang datang ke Andalusia dari Baghdad pada waktu itu adalah salah satu markas penting Syiah di dunia Islam.

Itulah beberapa ringkasan jejak Syiah di Andalusia yang dicatat oleh Hisyam al-Maghribi dari buku Dr. Ibrahim At-Tihami. Ringkasan ini bisa dibaca langsung di situs: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=139440. Wallahu a’lam.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AlawiyinAndalusiaBumi SyamDaulah SyiahFathimiyahJejak Syiahnikah mut’ahspionasesyiahSyiah Itsna ‘AtsyariahtunisiaUmmul Qura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya George Soros Mengaku Bersedia Bayar Pajak Lebih Banyak, Tapi Ternyata …
Tulisan selanjutnya Yangon, dari Budaya Longyi sampai Parkir Gratis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?