Hidayatullah.com—George Soros ikut menandatangani petisi berisi seruan agar kebijakan pemotongan pajak bagi orang-orang terkaya di Amerika Serikat tidak diberlakukan. Namun, pada saat yang sama miliuner itu lebih suka memarkir hartanya di Irlandia, salah satu negara yang dikenal sebagai tax haven.
Dilansir RT Senin (13/11/2017), empat ratus orang super kaya di Ameika Serikat mengusulkan kepada Kongres AS agar mendesak para politisi Republik tidak memangkas pajak yang seharusnya mereka bayar. Mereka mengatakan, seharusnya Partai Republik –yang saat ini berkuasa di AS– tidak memotong pajak orang-orang terkaya di negeri itu ketika utang AS mencapai puncaknya seperti saat ini dan diprediksi masih akan terus bertambah.
Petisi itu, yang antara lain ditandatangani oleh George Soros dan Steven Rockefeller, mengatakan bahwa kebijakan pemotongan pajak orang kaya akan menyulitkan negara dalam menyediakan layanan publik semacam pendidikan, kesehatan dan akan menghambat upaya pembangunan rakyat dan masyarakatnya.
Penanda tangan petisi itu merupakan orang-orang yang termasuk kelompok lima persen warga Amerika terbesar penghasilannya. Masing-masing mereka paling sedikit memiliki aset $1,5 juta dan berpenghasilan paling sedikit $250.000 pertahun.
Kebijakan pemotongan oajak bagi orang kaya adalah usulan pemerintahan Presiden Donand Trump, dengan alasan hal itu akan mendongkrak jumlah lapangan kerja di Amerika.
Meskipun ikut menandatangani petisi, George Soros –yang kerap mengatakan orang kaya harus membayar pajak lebih banyak– ternyata tidak suka jika membayarnya di Amerika Serikat, melainkan lebih memilih membayar pajak di luar negeri yang dikenal sebagai tax haven. [Baca tentang tax haven di sini Paradise Papers, Apakah itu?]
Pada tahn 2015, Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan hedge fund Soros hanya membayar pajak $963 di Irlandia untuk pendapatan bersih $3.851 sepanjang tahun 2013. Sementara dana sisanya yang mencapai $7,2 miliar dihitung sebagai pendapatan operasional yang dialokasikan untuk investor.
Setahun kemudian, Soros menutup perusahaannya di Irlandia itu dan mendirikan perusahaan lain di Cayman Island, juga dikenal sebagai tax haven.
Begitu perusahaan di Cayman berdiri, Soros dikabarkan menyalurkan dana $13,3 miliar yang dihitung sebagai biaya. Itu artinya, pengusaha keturunan Yahudi Hungaria ini mengelak pajak hampir $7 miliar jika seluruh bisnisnya ditempatkan di Amerika Serikat.*