Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

George Soros Mengaku Bersedia Bayar Pajak Lebih Banyak, Tapi Ternyata …

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 November 2017 10:29 10:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 November 2017 10:29
Bagikan
George Soros: Donald Trump bakal jatuh karena kebijakannya yang kontroversial
Bagikan

Hidayatullah.com—George Soros ikut menandatangani petisi berisi seruan agar kebijakan pemotongan pajak bagi orang-orang terkaya di Amerika Serikat tidak diberlakukan. Namun, pada saat yang sama miliuner itu lebih suka memarkir hartanya di Irlandia, salah satu negara yang dikenal sebagai tax haven.

Dilansir RT Senin (13/11/2017), empat ratus orang super kaya di Ameika Serikat mengusulkan kepada Kongres AS agar mendesak para politisi Republik tidak memangkas pajak yang seharusnya mereka bayar. Mereka mengatakan, seharusnya Partai Republik –yang saat ini berkuasa di AS– tidak memotong pajak orang-orang terkaya di negeri itu ketika utang AS mencapai puncaknya seperti saat ini dan diprediksi masih akan terus bertambah.

Petisi itu, yang antara lain ditandatangani oleh George Soros dan Steven Rockefeller, mengatakan bahwa kebijakan pemotongan pajak orang kaya akan menyulitkan negara dalam menyediakan layanan publik semacam pendidikan, kesehatan dan akan menghambat upaya pembangunan rakyat dan masyarakatnya.

Penanda tangan petisi itu merupakan orang-orang yang termasuk kelompok lima persen warga Amerika terbesar penghasilannya. Masing-masing mereka paling sedikit memiliki aset $1,5 juta dan berpenghasilan paling sedikit $250.000 pertahun.

Kebijakan pemotongan oajak bagi orang kaya adalah usulan pemerintahan Presiden Donand Trump, dengan alasan hal itu akan mendongkrak jumlah lapangan kerja di Amerika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun ikut menandatangani petisi, George Soros –yang kerap mengatakan orang kaya harus membayar pajak lebih banyak– ternyata tidak suka jika membayarnya di Amerika Serikat, melainkan lebih memilih membayar pajak di luar negeri yang dikenal sebagai tax haven. [Baca tentang tax haven di sini Paradise Papers, Apakah itu?]

Pada tahn 2015, Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan hedge fund Soros hanya membayar pajak $963 di Irlandia untuk pendapatan bersih $3.851 sepanjang tahun 2013. Sementara dana sisanya yang mencapai $7,2 miliar dihitung sebagai pendapatan operasional yang dialokasikan untuk investor.

Setahun kemudian, Soros menutup perusahaannya di Irlandia itu dan mendirikan perusahaan lain di Cayman Island, juga dikenal sebagai tax haven.

Begitu perusahaan di Cayman berdiri, Soros dikabarkan menyalurkan dana $13,3 miliar yang dihitung sebagai biaya. Itu artinya, pengusaha keturunan Yahudi Hungaria ini mengelak pajak hampir $7 miliar jika seluruh bisnisnya ditempatkan di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gempa di Perbatasan Iran-Iraq, WNI Diimbau Tetap Waspada
Tulisan selanjutnya Menelusuri Jejak Syiah di Andalusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM

Terbaru

  • Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
  • Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?