Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Opini dan Pemberantasan Hoax pada Perang Uhud

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Mei 2019 16:12 4:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Mei 2019 16:15
Bagikan
Ilustrasi: Perang Uhud
Bagikan

PADA tahun 3 H, umat Islam menghadapi perang yang sangat sengit. Kaum kuffar yang sebelumnya kalah pada Perang Badar Kubra (2 H), ingin menuntut balas.

Sebanyak 3.000 pasukan yang dikomandoi Abu Sufyan siap merangsek ke medan tempur: Uhud. Sementara Muslimin hanya bermodalkan 1.000 pasukan. Itu pun berkurang 300, karena Abdullah bin Ubay –gembong munafik– beserta pengikutnya menarik diri, sehingga pasukan Islam tersisa 700 (Baca: al-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyyur Rahman Mubarakfuri).

Dengan jumlah itu, umat Islam di bawah kepemimpinan Nabi tetap semangat berjuang di medan perang. Mereka tak gentar seinci pun dalam perjuangan.

Perang pun meletus. Banyak yang gugur dan syahid. Pada babak pertama, umat Islam memenangkan peperangan. Hampir-hampir orang-orang kafir merasakan getirnya kekalahan telak untuk kedua kalinya.

Di sinilah umat Islam diuji. Para Sahabat bagian pemanah yang diperintahkan Nabi untuk stand by di Gunung Uhud ada yang tergiur dengan kemenangan dan ghanimah yang sebenarnya taktik Khalid bin Walid dkk (sewaktu masih kafir) untuk mengalahkan Islam.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Panglima yang ditunjuk Nabi untuk mengomandoi pasukan panah tetap berada di lokasi. Ia bersikukuh untuk menaati Nabi. Sementara itu, 40 orang pemanah turun ke bawah, ikut mengambil ghanimah dan merasa sudah menang.

Singkat cerita, Khalid beserta pasukan segera pindah posisi ke arah belakang pasukan panah. Hingga akhirnya umat Islam diserbu habis-habisan dan mengalami kekalahan yang memilukan.

Barisan jadi centang perenang. Shaf tentara menjadi kocar-kacir. Banyak yang lari tunggang langgang. Ternyata, dampak menyalahi perintah Nabi adalah berujung pada kekalahan.

Nabi pun mengalami luka cukup parah. Gigi gerahamnya tanggal, terkenah panah. Suatu kondisi yang begitu mencekam. Terlebih, orang-orang kafir membuat isu miring atau berita hoax bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mati.

Berita hoax dan isu miring ini begit efektif dalam memecah kosentrasi Muslim. Sebagian besar yang tak bersama Nabi pun mulai jatuh spiritnya. Situasi semakin tak kondusif sehingga membuat barisan semakin kocar-kacir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki taktik jitu untuk melawan berita hoax itu. Beliau berteriak bahwa dirinya masih hidup. Sahabat yang tadinya lemas, akhirnya bangkit kembali.

Setelah Rasulullah bisa menembus jalan menuju umat Islam, orang yang pertama mengetahui beliau masih hidup adalah Ka’ab bin Malik. Seketika itu juga ia berteriak dengan sangat kencang, “Wahai sekalian Muslimin, bergembiralah ini Rasulullah masih hidup!”

Muslim yang mendengarnya segera bergabung bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah berkumpul 30 orang Sahabat, Rasulullah sementara menarik pasukan lebih dahulu di lembah gunung untuk merapikan barisan dan mengatur strategi.

Strategi Rasulullah sangat jitu. Hoax yang dilancarkan musuh bisa segera teratasi dengan keberadaan beliau di sekeliling Sahabat. Umat pun menjadi terangkat spiritnya.

Apalagi, keesokan harinya Rasulullah mengajak para Sahabat yang ikut serta dalam Perang Uhud untuk siap-siap mengadang orang kafir yang ingin menyerang kembali. Tempat itu adalah di Hamra Asad. Pertempuran itu akhirnya tak terjadi, orang-orang kafir nyalinya menciut. Dengan adanya peristiwa ini, umat Islam mentalnya terangkat, kekalahan yang sempat dirasakan bisa segera ditanggulangi dengan baik.

Apa yang dilakukan Nabi dalam menepis isu miring dan pemberantasan hoax menarik untuk diteladani. Seorang pemimpin, ketika mendengar berita hoax tak boleh berdiam diri. Ia harusnya berada di garda depan untuk melawannya, sembari terus membangkitkan dan mengangkat spirit umat.

Di samping itu, umat Islam –seperti Ka’ab bin Malik—yang memiliki kemampuan untuk memberantas hoax, juga turut berpartisipasi agar hoax tidak menjalar ke masyarakat. Sebab, kalau itu dibiarkan akan berdampak buruk pada umat Islam.

Yang juga sangat penting, umat Islam dalam mendengar isu miring atau berita hoax, jangan gampang percaya. Perlu tabayyun ekstra dan klarifikasi ganda. Sebab, gampang percaya atau lekas menerima berita hoax ternyata berpengaruh pada kekalahan Muslim.

Selain itu, yang tak kalah penting, pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membalikkan kondisi sehingga yang dipimpin kembali bangkit.

Sebenarnya, kekalahan pada Perang Uhud bukanlah kekalahan mutlak, karena pada awalnya Muslim menang, kemudian kalah (karena tak taat komando), tak lama setelah itu Nabi berbenah dan bersiap bertempur kembali di Hamra Asad, ketika pasukan kafir lebih memilih kembali ke Makkah atau bahasa keseharian disebut ngacir, maka secara de facto, umat Islam bisa dikategorikan menang. Apalagi, Perang Hamra Asad sebenarnya adalah rentetan dari Perang Uhud.

Mari bersama memerangi hoax dan isu miring agar umat menjadi kuat dan tak gampang menyerah sebelum perjuangan usai.* /Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hoaxNabi MuhammadpemimpinPerang BadarPerang UhudSahabat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Tatap Muka Hardiknas, Mendikbud Akui Keterbatasan & Permasalahan Pendidikan
Tulisan selanjutnya Bapak Ini Menghapus Tatonya karena Merasa Minder

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?