Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dokter Muslim Vs Dokter Barat

Bambang S
Terakhir diupdate: 9 Maret 2021 15:43 3:43 pm
Bambang S
Dipublikasikan 9 Maret 2021 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di masa penguasa Salib menduduki wilayah-wilayah  di Syam, seorang dokter Muslim dari kota Syaizar yang termasuk wilayah Himsh dikirim untuk mengobati pemukim Salibis. Hal itu dilakukan karena permintaan penguasa Salibis. Setelah kembalinya ke Syaizar, sang dokter berkisah mengenai apa yang ia saksikan.

Dia dipanggil untuk mengobati seorang prajurit berkuda, yang menderita pembengkakan di betis serta seorang wanita yang menderita penyakit syaraf. Sang dokter  memutuskan untuk memecahkan bisul yang diderita si prajurit, hingga akhirnya penyakitnya berangsur sembuh. Adapun untuk wanita, sang dokter memberikan asupan gisi yang baik dan menyiapkan lingkungan yang sesuai untuknya.

Namun kemudian datanglah seorang dokter dari Barat yang berkata, ”Sesungguhnya Muslim ini tidak mengerti apa-apa tentang kedokteran.” Lantas ia bertanya kepada prajurit, apakah ia mau hidup dengan satu kaki, atau mati dengan kedua kaki? Prajurit menjawab, ia ingin hidup dengan satu kaki. Akhirnya dokter Baratt mendatangkan sebilah kampak dan seorang lelaki berotot. Dokter itu memerintahkannya untuk memotong kaki si pasien dengan satu tebasan. Tetapi si lelaki tidak mampu memotong betis pasien kecuali dengan dua tebasan. Bukannya sembuh, pasien tewas seketika.

Mengenai pasien wanita, dokter Barat  berkata, ”Sesungguhnya setan telah merasuki kepalanya.”  Ia lalu mengiris kepala wanita itu dengan irisan berbentuk salib dan menaburinya dengan  garam. Wanita itu tidak lama kemudian juga tewas. Kisah ini disampaikan oleh saksi mata yang bertemu dengan dokter Muslim itu, yakni pengelana Muslim, Usamah bin Munqidz. (lihat, Al I’tibar, hal. 152)

Usamah  juga meriwayatkan sebuah kisah dari bangsawan Salib, Guillaum De Bures, mengenai seorang prajurit penunggang kuda yang memperoleh pengobatan dari seorang pendeta. Pendeta itu meletakkan dua bola kecil dari lilin di kedua lubang hidungnya, yang akhirnya menyebabkan si prajurit tewas.  Mereka yang berada di sekitar bertanya kepada pendeta, apakah laki-laki itu mati? Pendeta itu  menjawab, ”Ya, ia telah menderita rasa sakit yang amat sangat pedih, maka aku membebaskannya darinya dengan cara ini.” (lihat, Al I’tibar, hal. 156, 157)

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Kisah lain,  Richard hendak menyerang Bait Al Maqdis dengan sisa-sisa semangat yang ia miliki. Di sisi lain sakitnya semakin parah.  Ia lalu menawarkan perdamaian kepada Shalahuddin. Richard juga meminta kepada Shalahuddin buah-buahan dan minuman dingin. Shalahuddin memenuhi permintaan Richard. Dia mengirim buah-buahan beserta dokter pribadinya untuk memberikan pengobatan. (Qishshah Al Hadharah, 15/44)

Eropa Bangkit

Kisah-kisah di atas menunjukkan betapa tertinggal jauh Eropa (Barat) dibanding Islam bidang kedokteran.

Ketertinggalan itu memacu Eropa untuk mengambil manfaat dari ilmu kedokteran Islam.  Mereka memulai dengan menterjemahkan buku-buku kedokteran dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Di masa pemerintahan Salib, para peneliti menyebutkan ada dua kitab yang diterjemahkan, yakni Al Kamil Ashan’ah Ath Thibbiyah karya Ali bin Abbas yang diterjemahkan di Anthakiya tahun 532 H dan Sirr Al Asrar yang disebut sebagai karya Aristoteles yang diterjemahkan juga di Anthakiya tahun 542 H. Kedua kitab itu  menjadi rujukan utama ilmu kedoteran di Eropa. (Tarikh Ulum ‘Inda Al Arab, 281)

Kitab-kitab kedokteran Arab lainnya juga menjadi rujukan penting.  Kitab Al Hawi  menjadi rujukan di Eropa selama 400 tahun. Fakultas Kedokteran di Paris 600 tahun lalu, perpusatakannya tidak memiliki koleksi kecuali hanya Al Hawi. (Al Maujiz fi Tarikh Ath Thibb wa Ash Shaidaliyah Inda Al Arab, hal. 28)

Bahkan, sebagaian dari universitas kedokteran Eropa mensyaratkan para mahasiswanya yang hendak terjun dalam praktik medis untuk mengikuti ujian khusus mengenai kitab Al Qanun karya Ibnu Sina, kitab Al Kulliyat karya Ibnu Rusyd, serta Al Maqalah As Sabi’ah dari kitab Al Manshuri karya Ar Razi. (Buhuts fi Tarikh Al Islam wa Hadharatuhu, hal. 611)

Baca juga: Inilah Kontribusi Dokter Muslim dan Keperawatan untuk Dunia (1)

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islam dan kedokterankedokteran baratkedokteran islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Tulisan selanjutnya Shalat Tarawih Jakarta Izin Reklamasi Pulau I Dicabut, Wagub DKI: Kami Bersyukur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?