Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kehadiran Mahakarya: Merayakan Perjuangan Syaikh Ahmad Surkati di Tengah Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2024 12:50 12:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2024 13:50
Bagikan
Tamsil Lingrung dalam acara launching komik Syaikh Ahmad Surkati, pendiri organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyah, di Perpustakaan Nasional, Jakarta
Bagikan

Sosok pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah Syaikh Ahmad Surkati, tidak hanya dikenal di Nusantara, tapi juga menjadi tokoh dunia

Hidayatullah.com | KEBAHAGIAAN dan rasa bangga kini terasa begitu nyata saat dua karya monumental tentang sosok besar, Syaikh Ahmad Surkati, hadir di tengah-tengah kita. Hanya berselang satu hari, dua karya ini meluncur, menyajikan gambaran tentang ulama pejuang pembaruan Islam di Indonesia.

Sosok pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini tidak hanya dikenal di Nusantara, tapi juga menjadi tokoh dunia, sebagaimana diakui oleh Wakil Ketua DPD RI, Bapak Tamsil Limrung, yang turut menghadiri peluncuran salah satu buku tersebut.

Nama Syaikh Surkati terpatri dalam ingatan para pengamat sejarah Islam, terutama di Makkah dan Sudan, karena kontribusinya yang besar dalam memurnikan ajaran Islam serta menggagas pemikiran Islam yang modern, yang mengedepankan kesetaraan manusia sebagai prinsip dasar.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa pada tahun 1911, Syaikh Surkati langsung menyuarakan konsep kesetaraan yang menjadi misi utamanya, sebuah prinsip yang ia sebarkan lewat perannya sebagai pengajar di Jamiatul Khair, lembaga pendidikan yang didirikan oleh tokoh Arab di Batavia.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Organisasi ini mengundangnya untuk menjadi supervisor di sekolah-sekolah modern yang mereka dirikan. Seiring perjalanan waktu, ide kesetaraan manusia ini terus berkembang menjadi landasan bagi Al-Irsyad Al-Islamiyyah, yang ia dirikan pada 6 September 1914.

Al-Irsyad mengusung visi dan misi kesetaraan, atau al-musawah, yang tercermin dalam Mabadi, asas utama organisasi ini, serta dalam simbol logo berupa sisir, melambangkan kesetaraan yang mendalam. Motto yang menjadi pegangan Al-Irsyad bersumber dari ayat suci Al-Qur’an:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS Al-Hujurat ayat 13)

Prinsip kesetaraan ini bahkan mendapatkan pengakuan dari Bapak Bangsa, Ir. Sukarno, yang menyebut Surkati sebagai “Aba Al-Ruh Al-Jalil” atau “Bapak Jiwa Mulia,” menandai peran Syaikh Surkati dalam menanamkan nilai-nilai luhur yang mengangkat martabat umat Islam Indonesia hingga sejajar dengan bangsa mana pun. Sukarno pun mengakui bahwa Al-Irsyad, melalui gagasan-gagasan Surkati, mempercepat gerakan kemerdekaan Indonesia.

Kini, dua buku yang mengabadikan jejak perjuangan Syaikh Ahmad Surkati kembali hadir dalam bentuk yang berbeda, namun masing-masing memberi warna baru bagi literatur Islam di Indonesia.

Komik ‘Surkati, Ulama Pejuang Kesetaraan Umat Manusia’ karya Arthawijaya dan Novel ‘Tapak Mualim, Syaikh Ahmad Surkati’ karya Ady Amar. Kedua karya ini bagaikan oase di tengah padang tandus, menambah semangat dan inspirasi dalam dunia baca kita yang kini tengah berjuang melawan penurunan minat baca.

Komik Surkati, yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, mengusung gaya visual yang segar dan menarik, sesuai dengan minat generasi Z yang menyukai bentuk penyajian tokoh dalam ilustrasi warna-warni. Ilustrasi yang dihasilkan oleh komikus muda bertaraf internasional ini membawa pengalaman baru bagi pembaca, menyaksikan sosok Surkati dalam ekspresi visual yang hidup.

Tak mengherankan, komik ini mendapat antusiasme besar dalam peluncurannya di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada 2 November 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, kritikus komik, hingga para keturunan tokoh bangsa, termasuk cucu Syaikh Ahmad Surkati sendiri.

Sementara itu, novel ‘Tapak Mualim, Syaikh Ahmad Surkati’ karya Ady Amar membawa pembaca masuk ke dalam dimensi naratif dengan bahasa prosa yang seolah membawa pembaca berdialog langsung dengan sang tokoh.

Gaya bahasa “Aku” yang dihadirkan dalam novel ini, sebagaimana diungkapkan oleh Bapak Ir. Said Sungkar, senior Al-Irsyad, merupakan pendekatan unik yang jarang ditemui dalam karya sejarah. Beliau menyatakan, “Tampaknya terbilang langka seorang tokoh sejarah (riil) dibuat sebagai novel. Ini adalah kreativitas yang pantas dipuji.”

Novel ini diluncurkan pada 3 November 2024 di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dihadiri oleh para penggiat sastra dan tokoh-tokoh inspiratif. Hamid Abud, seorang penulis ternama, turut mengapresiasi novel ini dengan menyatakan bahwa seolah Syaikh Ahmad Surkati sendiri yang bercerita dari halaman pertama hingga akhir. “Subhanallah.. saya merasa seperti duduk di hadapan Beliau, menikmati keteduhan dan kharisma wajahnya serta kelembutan tutur katanya,” ungkap Hamid.

Hadiah Indah untuk Al-Irsyad dan Umat Islam Indonesia

Kehadiran dua karya monumental ini tidak hanya memperkaya wawasan dan pemahaman kita akan sejarah perjuangan kesetaraan yang diperjuangkan oleh Syaikh Ahmad Surkati, tetapi juga memberikan hadiah berharga bagi Al-Irsyad khususnya, dan umat Islam Indonesia pada umumnya.

Semoga kedua buku ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menghidupkan semangat kesetaraan, yang menjadi salah satu fondasi utama dalam pembangunan umat yang lebih baik dan bermartabat.*/Abdullah Abu Bakar Batarfie, Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Irsyad Al IslamiyyahHeadlineIslam Nusantarakomik Syaikh SurkatiSyaikh Ahmad Surkati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beginilah Pemeliharaan Pemurniaan Al-Qur’an di Masa Nabi Muhammad ﷺ
Tulisan selanjutnya 4.000 Anggota Terlibat Judi Online, Panglima TNI Jatuhkan Sanksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?