Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Yarmuk dan Pembuka Jalan Pembebasan Baitul Maqdis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2023 17:47 5:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2023 18:30
Bagikan
Baitul Maqdis
Bagikan

9.500 prajuritnya dari Irak untuk bergabung dengan pasukan Muslim di Syam saat Perang Yarmuk

Hidayatullah.com | PADA masa pemerintahan Abu Bakar as-Shiddiq RA, Baitul Maqdis belum bisa dibebaskan dari penguasaan Romawi. Konsentrasi Khalifah Abu Bakar RA saat itu adalah mengatasi persoalan pemurtadan orang-orang Arab di Jazirah Arab.

Namun, bukan berarti Abu Bakar RA tak punya rencana untuk membebaskan Bumi Syam, yang di dalamnya terdapat Baitul Maqdis, sebagaimana dulu diupayakan juga oleh Rasulullah ﷺ di masa menjelang ajal beliau.

Pada bulan Rajab tahun ke-12 Hijriah, atau 633 M, sebagaimana tertulis dalam Buku Pintar Sejarah Islam karya Qasim A Ibrahim dan Muhammad A Saleh, Abu Bakar RA telah mengirim 4 batalyon berbeda untuk menaklukkan Syam.

Batalyon pertama dipimpin oleh Yazid ibn Abi Sufyan, ditugaskan menaklukkan Damaskus. Batalyon kedua dipimpin Syurahbil ibn Hasanah untuk menyerbu Urdun.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Pasukan ketiga dipimpin Abu ‘Ubaydah al-Jarrah menuju Humush. Dan, pasukan keempat dipimpin oleh ‘Amr ibn Ash menuju Palestina.

Hanya saja keempat batalyon ini tak menujukkan hasil yang berarti karena kuatnya pasukan Romawi. Mendapati hal tersebut, Abu Bakar RA lalu mengubah strateginya.

Beliau memerintahkan kepada Khalid bin Walid, ahli strategi perang kaum Muslim yang ketika itu sedang bertugas di Irak untuk memimpin keempat batalyon prajurit Muslim yang sedang menjalankan misi pembebasan Bumi Syam tersebut.

“Demi Allah, dengan Khalid, saya akan membuat pasukan Byzantiun melupakan bisikan-bisikan setan,” jelas Abu Bakar. Ini terjadi sekitar bulan Safar, 13 H, atau 634 M.

Saat itu pasukan Romawi terkonsentrasi di sebuah lembah yang di dalamnya mengalir sungai dari Gunung Hauran. Sungai ini terletak di dekat perbatasan antara Suriah dan Palestina, kemudian turun ke arah selatan, lalu bermuara di cekungan Yordania dan Laut Mati. Lembah ini bernama Yarmuk.

Di sana terdapat kawasan yang sangat luas, diapit oleh gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk segera menuju Yarmuk dengan mengerahkan keempat batalyon tentara Muslim guna menghadapi pasukan Byzantium yang juga memusatkan seluruh pasukannya ke lembah itu.

Khalid mematuhi perintah ini. Ia membawa 9.500 prajuritnya dari Irak untuk bergabung dengan pasukan Muslim di Syam. Ia sengaja menemupuh jalan yang tak biasa agar bisa sampai ke Yarmuk dalam waktu cepat.

Jalan tersebut bernama Samawah, berupa padang pasir yang tandus dan terik.  Tak akan ditemukan mata air selama lima hari perjalanan di padang pasir ini.

Setelah bergabung dengan pasukan Muslim, menurut Mansyur Abdul Hakim dalam buku berjudul Bangsa Romawi dan Perang Akhir Zaman, Khalid langsung membagi tentaranya menjadi 36 hingga 40 regu.

Masing-masing regu terdiri atas seribu prajurit. Dengan demikian, jumlah pasukan Muslim diperkirakan 36 hingga 40 ribu prajurit. Mereka semua bergerak ke arah Yarmuk.

Kaisar Heraklius juga mengerahkan pasukannya yang berasal dari Konstantinopel, negeri Syam yang masih dalam kekuasaan Romawi, dan Roma untuk menuju Yarmuk. Jumlahnya sangat fantastis, diperkirakan mencapai 240 ribu prajurit.

Lalu, bertemulah kedua pasukan yang tak imbang tersebut di Yarmuk.  Perang belum selesai, datang kabar dari Madinah bahwa khalifah Abu Bakar RA wafat.

Ini terjadi pada 26 A tus 634 M atau 23 Jumadil Akhir 13 H. Selanjutnya, naiklah Umar bin Khaththab RA sebagai pengganti Abu Bakar RA.

Umar RA menghendaki agar pimpinan pasukan pembebasan Syam diganti dari Khalid bin Walid kepada Abu ‘Ubaydah ibn Jarrah. Khalid tentu saja taat dengan keputusan tersebut. Namun, pergantian baru dilaksanakan setelah Perang Yarmuk selesai.

Kecamuk Perang Yarmuk benar-benar dahsyat, sampai-sampai Ibnu Katsir menggambarkannya dengan ungkapan, “sangat sengit dan berkobar-kobar hebat. Pedang-pedang terus berseliweran merenggut nyawa, menebas kepala, dan membelah tubuh.”

Perang Yarmuk berakhir dengan kemenangan kaum Muslim. Kemenangan ini tak lepas dari kepiawaian Khalid menyusun strategi perang.

Para sejarawan menyebut pertempuran Yarmuk penting dalam sejarah dunia. Sebab, inilah gelombang pertama pasukan kaum Muslim menaklukkan wilayah di luar jazirah Arab.

Ini pula yang menjadi pintu pembuka pembebasan Baitul Maqdis dan wilayah Syam (Suriah) yang dikuasai oleh Romawi.

Setelah perang Yarmuk selesai, Khalid menyerahkan tampuk pimpinan kepada Abu ‘Ubaydah. Namun, tak berarti Khalid undur dari misi pembebasan Syam dan Baitul Maqdis.

Ia dan pasukannya tetap mendampingi Abu ‘Ubaydah meneruskan ekspansi ke Damaskus, sebelum akhirnya Palestina dan Baitul Maqdis kembali ke pangkuan Kaum Muslim. Kisah tentang pembebasan Baitul Maqdis setelah Perang Yarmuk ini akan kita kupas dalam catatan selanjutnya.*/Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul Maqdisperang yarmuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingatkan Pak Jokowi, Ketua IPM: Tingginya Angka Perokok Anak-anak Merupakan Aib bagi Bangsa Indonesia
Tulisan selanjutnya Peringatan 21 Tahun Penjara Guantanamo: Saksi Bisu Pelanggaran HAM Amerika Selama ‘Perang Melawan Teror’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Berita
28 Oktober 2026 19:13
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

Terbaru

  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
  • Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir
  • ‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
  • Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak
  • Penjajah ‘Israel’ Bakar Kamp Pengungsian di Gaza, Lebih dari 200 Keluarga Terusir

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?