Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dracula: Kisah Nyata Pembantai Umat Islam [1]

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Februari 2015 06:37 6:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Februari 2015 06:30
Bagikan
Salah satu cerita dalam novel "The Historian" oleh Elizabeth Kostova menggambarkan kekalahan besar Dracula (Vlad III dari Wallachia) dengan Kejatuhan Konstantinopel 1453
Bagikan

BELUM lama ini kita dikagetkan dengan sebuah film berjudul “Dracula Untold”. Film yang mengkisahkan tentang Vlad Tepes (diperankan Luke Evans), seorang seorang kesatria yang sangat hebat namun dia harus menghadapi seorang sultan jahat yang mengancam seluruh orang di desanya.

Film berkategori ‘dark-fantasy-action-horror’ ini mengisahkan Vlad III (sosok Dracula) yang sedang berkuasa di Transylvania kedatangan utusan dari Kesultanan Turki Utsmani yang dipimpin oleh Hamza Bey untuk menyerahkan 1.000 laki-laki untuk dijadikan pasukan khusus bagi Sultan Mehmed II (menggambarkan sosok Sultan Muhammad Al Fatih).

Film ini sebenarnya cara Barat ingin memutar sejarah dengan cara mencitrakan sosok Sultan Al Fatih yang agung dengan penggambaran  Sultan Al Fatih yang bengis. [Baca: Sultan Al Fatih Meninggal Digigit Vampir? Ini Fantasi Menyesatkan Barat]

Benarkah Dracula itu ada?

Dracula selama ini hanya dikenal sebagai tokoh fiksi berwujud setan yang haus darah. Padahal, ia panglima Perang Salib yang membantai lebih dari 300 ribu umat Islam.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga.

Dalam bahasa Rumania, Dracul berarti naga. Sedangkan akhiran ulea artinya ”anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea (dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.

Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia.

Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak cukup untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia (sekarang bagian dari Rumania) saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.

Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada kerajaan Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi.

Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun.

Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.

Dengan status Muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat  dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya.

Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II (di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.* (bersambung)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KonstantinopelPerang SalibTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Amalan Menyambut Berkah Hujan [2]
Tulisan selanjutnya Dracula: Kisah Nyata Pembantai Umat Islam [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

Berita
18 Agustus 2026 12:20
Raja Yordania akan Melawat ke China
Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah

Terbaru

  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
  • Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
  • Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup
  • Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
  • Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
  • Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
  • Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
  • Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
  • Aparat Keamanan Pakistan Tewaskan 49 Militan
  • Nurul Hidayati K: BMIWI Dorong Sikap Proporsional Hadapi Fenomena Homoseksual

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?