Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ummu Hakim, Wanita Setia Pejuang Islam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2016 17:19 5:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2016 17:19
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SETELAH Ikrimah gugur syahid dan Ummu Hakim menyelesaikan masa iddahnya, ia dilamar oleh seorang pejuang muslim lain demi berbuat baik kepadanya dan menghormati suami pertamanya. Pejuang ini adalah Khalid bin Said bin Ash, salah seorang yang masuk Islam pertama sekaligus orang pertama yang menuliskan lafal basmalah di kertasnya.

Namun usia pernikahan ini sangat singkat. Setelah melaksanakan akad, ia ingin memulai hubungan dengannya. Namun saat itu kaum muslimin tengah menunggu peperangan (perang Maraj Sufr), maka dengan penuh harap Ummu Hakim berkata padanya, “Sekiranya Anda tunda dulu sampai Allah menghancurkan pasukan (kafir) ini?”

Khalid berkata, “Aku merasa akan terbunuh dan aku akan tercabik-cabik di tengah-tengah mereka.”

Ummu Hakim berkata, “Bila begitu, terserah Anda.”

Lantas Khalid memulai hubungan rumah tangga dengannya di bawah sebuah jembatan di sana. Dan setelah peristiwa ini, jembatan tersebut populer dengan sebutan Jembatan Ummu Hakim.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Keesokan harinya Khalid menggelar walimah. Belum juga orang-orang selesai menikmati hidangan, musuh sudah menyerang. Khalid keluar, bertempur dengan gagah berani hingga merengkuh nikmat syahid dalam pertempuran ini.

Ummu Hakim melihat langsung suaminya tersungkur syahid di tengah medan pertempuran. Ia kencangkan bajunya, kemudian mencabut sebuah tiang tendanya dan merangsek maju ke medan laga bagaikan angin yang bertiup.

Ia pukulkan tongkatnya ke kanan dan ke kiri. Tujuh orang musuh berhasil ia habisi. Maka hal itu menciutkan nyali tentara Romawi dan memompa semangat bertempur pasukan kaum muslimin. Ia berhasil mengangkat psikis pasukan muslimin, sehingga dengan serentak mereka maju hingga meraih kemenangan berkat izin Allah.

Pasukan Romawi menelan kekalahan, dan mereka melarikan diri setelah sebagian besar dari mereka terbunuh.

Dengan keberanian menakjubkan ini, namanya berkibar dalam jajaran nama para pejuang wanita yang berjihad di jalan Allah.

***

Amirul Mukminin Umar bin Khaththab mengagumi kepahlawanannya yang langka. Karenanya, ia memperistri Ummu Hakim. Namun pernikahan ini juga tidak berlangsung lama. Ia berduka dengan gugurnya Umar bin Khaththab pada waktu shalat Shubuh di tangan penjahat berdarah majusi bernama Abu Lu’lu’ah.

Para ahli sirah meriwayatkan, di hari-hari terakhirnya Umar berdoa, “Ya Allah, usiaku telah tua, kekuatanku telah rapuh, kecerdikanku telah berkurang dan rakyatku telah tersebar. Maka ambillah aku dalam keadaan tidak menyia-nyiakan dan tidak melalaikan (kewajiban). Ya Allah, anugerahilah aku syahadah di jalan-Mu dan tempatkanlah kematianku di negeri Rasul-Mu.”

Allah mengabulkan permohonan ini. Umar gugur sebagai syahid di mihrab ketika tengah bertakbir dalam shalat Shubuh mengimami jamaah muslimin di masjid Rasulullah di Madinah. Ia gugur syahid setelah mempersembahkan segala kemampuannya di jalan Allah dan untuk Islam, baik sebelum hijrah maupun sesudahnya. Saat Nabi masih hidup maupun setelah beliau berpulang ke hadirat-Nya.

Ia mati sebagai syahid yang terpuji setelah berhasil mendedikasikan banyak kemenangan, memperluas wilayah dan menyebarkan keadilan di berbagai tempat, serta memparipurnakan bangunan negara Islam yang berdiri di atas kebenaran dan kebaikan. Semoga Allah meridhai Umar dan semoga Allah meridhai Ummu Hakim, sahabat wanita pejuang nan penyabar yang telah membuat keteladanan luar biasa dalam kepahlawanan, menahbiskan diri sebagai teladan baik bagi kaum muslimat di sepanjang masa.

Di samping itu, Ummu Hakim juga seorang figur wanita teladan dalam hal cinta dan kesetiaan saat senang maupun duka, kepada ketiga suaminya yang sangat mencintai dirinya. Sebab hatinya bersih, batinnya suci, akhlaknya mulia dan ia memiliki reputasi baik di mata kaumnya, laki-laki dan wanita. Sehingga ia menjadi motivator terbaik mereka untuk menunaikan kewajiban dalam melawan musuh di setiap tempat.

Sungguh ia adalah seorang wanita yang mampu mengombinasikan seluruh watak kebaikan. Ia benar-benar tipe wanita ideal dalam cinta dan kesetiaan, pengorbanan dan perjuangan, kesabaran dan menjaga martabat. Karena itu, sejarah mengabadikan partisipasi besarnya dalam perang melawan bangsa Romawi bersama para mujahidin. Ia tidak peduli jatuh pada kematian atau kematian jatuh padanya.

Mudah-mudahan keselamatan terlimpah padanya dalam barisan para pejuang Islam sejati.*/Prof. Dr. Muhammad Bakr Ismail, sebagaimana tertuang dalam bukunya Bidadari 2 Negeri.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pejuang IslamUmmu Hakim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Ketua DPR: Pesantren adalah Bagian dari Masyarakat Indonesia
Tulisan selanjutnya Grand Syaikh Al-Azhar: Mintalah Fatwa kepada Ahli Ilmu Berpaham Sunni

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?