Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Setiap Muslim Memiliki Keharusan Menyampaikan Seruan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2017 10:13 10:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2017 10:13
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PADA masa sekarang ini bertabligh (menyampaikan) risalah Islam terhadap manusia merupakan suatu kewajiban atas kita, orang-orang Islam. Pada hakikatnya, semua manusia sangat butuh terhadap agama Allah dan syariat-Nya.

Sungguh beberapa hukum positif telah gagal menciptakan suasana kehidupan yang harmonis, aman, dan sejahtera. Bahkan yang terjadi, banyak dari kalangan manusia menjadi figur-figur thagut. Dalam kondisi seperti ini, wajiblah bagi orang-orang Islam menyampaikan kepada manusia seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan hendaklah mereka (orang-orang Islam) menjelaskan kepada mereka (manusia yang lain) akan keistimewaan-keistimewaan dan kebaikan-kebaikan risalah tersebut.

Dan perlu diketahui bahwa tabligh merupakan perkara yang sangat penting bagi Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, dan juga bagi orang yang berjalan di atas jalannya, serta selalu berpegang teguh terhadap Sunnahnya.

Dalil yang memperkuat urgensi (pentingnya) menyampaikan risalah Islam di tengah-tengah kehidupan manusia adalah firman Allah berikut ini:

“Katakanlah wahai Ahli Kitab, kalian tidak dipandang beragama sedikit pun.” (QS. Al-Maidah: 68). Seseorang belum akan dianggap beragama manakala ia belum memperhatikan serta menjalankan hukum dan agamanya. Bahkan terkadang ia menampakkan kekeliruan dan kerusakan, sebagaimana apa yang disebutkan di dalam firman Allah pada ayat berikut:

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Hingga kalian menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian.” (QS. Al-Maidah: 68).

Dan inilah yang dimaksud dari pengertian dakwah. Ada pun beriman terhadap risalah Al-Qur’an Al-Karim dan penyesuaian diri terhadap syariatnya menuntut secara mendasar atas mereka, yakni para ahli kitab. Dan Allah telah menyebutkan dalam kitab Taurat serta Injil, tidak lain hanyalah sebagai penjinak dan ancaman terhadap hati atau jiwa mereka. Dan juga sebagai metode yang mampu untuk mendekatkan diri mereka terhadap Al-Qur’an Al-Karim. Sedangkan dalam kitab Taurat dan Injil ada perintah yang mewajibkan mereka beriman terhadap risalah Al-Qur’an dan menyesuaikan terhadap syariat-Nya.

Kebanyakan dari kaum yang ada tetap mengadakan perlawanan, ketakaburan, dan kedengkian. Sehingga Allah mendesak dengan beberapa seruan yang tertuju kepada mereka. Kendati pun demikian, keimanan mereka tetap tidak menjadi bertambah, bahkan mereka bertambah kedurhakaan dan kekafirannya terhadap Al-Qur’an serta Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, sebagaimana mengenai hal ini telah dinyatakan di dalam firman Allah:

“Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan Rabbmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka. Maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir ini.” (QS. Al Maidah: 68).

Maksudnya, jangan kamu bersedih hati dan berduka karena bertambahnya kedurhakaan serta kekufuran mereka. Dan hendaknya kamu konsisten pada misi tabligh, serta tegakkan atas mereka suatu hujjah. Dan janganlah kamu berputus asa atas keimanan mereka dan lakukanlah upaya perbaikan atas mereka. Karena, pintu hidayah senantiasa terbuka bagi semuanya.

Firman Allah pada ayat selanjutnya surah Al-Maidah ayat 69: “Sesungguhnya orang-orang Mukmin dan orang-orang Yahudi.” Yakni, mereka yang telah masuk ke dalam agama Yahudi. Lalu firman-Nya selanjutnya, “Dan para pemeluk agama Shabi’in.“ Yakni, (juga) mereka (orang-orang) yang tidak menyampaikan dakwah Nabi dan tidak mau bernaung terhadap dasar fitrahnya, maka tidak ada agama bagi mereka.

Ada pun orang-orang musyrik Quraisy disejajarkan dengan orang yang memeluk agama Shabi-in. Karena menurut pandangan mereka, agama Shabi-in itu keluar dari semua agama.

Kemudian disebutkan melalui firman Allah, masih dalam surah Al-Maidah ayat 69: “Dan orang-orang Nasrani (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal shalih.” Yakni, semua orang beriman di antara mereka (orang-orang Nasrani) kepada Allah Yang Maha Esa dan beriman kepada hari kiamat, serta beramal shalih; yang sesuai dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Di penghujung ayat Allah berfirman:

“Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Maidah: 69). Yakni, sesungguhnya mereka pada hari kiamat termasuk orang-orang yang selamat. Mereka tidak merasa khawatir dan tidak pula bersedih hati.*/Sudirman STAIL (sumber buku Hidangan Halal Haram Keluarga Muslim: Kajian Al-Qur’an Surah Al-Maidah, penulis Abdul Hamid Mahmud Thihmaz)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdakwahbertablighmenyampaikan seruan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Uji Coba Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri
Tulisan selanjutnya Inggris Peringatkan Bahaya Bahaya Parasit Penggemar Sushi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Berita
8 Juni 2026 10:25
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?