Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Jenguklah Orang yang Sakit dan Doakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2017 11:21 11:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2017 11:21
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

INILAH bagian dari adab Islam bagi seluruh Muslim, kecuali dokter karena kontak langsungnya dengan pasien. Namun walaupun memiliki pengecualian berdasarkan pekerjaannya, dokter juga harus mematuhi adab ini karena termasuk dalam hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Untuk itu dokter dapat melakukan pekerjaannya dalam cara yang paling sempurna.

Membesuk orang sakit adalah kebiasaan Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam. Ini merupakan adab Islam karena Nabi memerintahkan untuk itu. Beliau juga membicarakan tentang kebaikan dan pahalanya.

Al-bara’ bin ‘Azib r.a. berkata, “Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kami melakukan tujuh hal dan melarang kami melakukan tujuh hal. Beliau memerintahkan kami menjenguk orang sakit.” (HR. Muttafaquh ‘alaih)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan berfirman pada Hari Kebangkitan, ‘Wahai anak Adam, Aku sakit dan engkau tidak menjenguk-Ku.’ Manusia akan bertanya, ‘Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa menjenguk-Mu padahal Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?’ Allah akan berfirman, ‘Tidakkah kamu tahu hamba-Ku si fulan sakit tetapi kamu tidak menjenguknya, niscaya kamu akan menjumpai-Ku bersamanya? Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu dan kamu tidak memberi-Ku makan.’ Manusia akan berkata, ‘Wahai Tuhan, bagaimana aku bisa memberi-Mu makanan sedangkan Engkau Tuhan Seluruh Alam?’ Allah berfirman, ‘Tidak tahukah kamu kalau kamu memberikannya makanan, kamu akan mendapati itu bersama-Ku? Wahai anak Adam, Aku minta air kepadamu dan kamu tidak memberi-Ku air minum?’ Manusia berkata, ‘Wahai Tuhan, bagaimana aku bisa memberi-Mu minum sedangkan Engkau Tuhan Seru Sekalian Alam?’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku si fulan meminta air kepadamu dan engkau tidak memberinya air minum. Andai kamu memberinya minum kamu akan mendapati itu bersama-Ku.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Tsauban r.a. bahwa Nabi bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit, akan kekal di sebuah taman firdaus.’ Seseorang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah taman Firdaus itu?’ Rasulullah menjawab, ”Buah-buahan surga.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Disunnahkan bagi orang yang membesuk untuk berdoa bagi kesembuhan bagi si sakit. Mendoakan kesembuhan si sakit merupakan kata-kata yang baik dan sarana penghibur baginya, sekaligus mengingatkannya agar berharap kepada Allah, sebab hanya Dia-lah yang mampu menyingkirkan penyakit dan memberikan kesembuhan. Dengan cara demikian orang yang sakit akan merasa lebih tenang.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa ketika Rasulullah menjenguk orang sakit, beliau berdoa, “Hilangkanlah penderitaan, wahai Tuhan seluruh umat manusia. Sembuhkanlah ia, sebab Engkaulah Sang Maha Penyembuh. Tidak ada yang dapat menyembuhkan selain penyembuhan darimu, penyembuhan yang tidak menyisakan satu pun penyakit.”

Rasulullah memberikan teladan dalam menjenguk orang sakit. Entah orang yang menjenguk itu dokter, kerabat, atau teman, pengunjung tidak boleh mengatakan di depan pasien sesuatu yang bisa membuatnya ketakutan atau putus asa. Sebaliknya, mereka harus mengatakan hal-hal yang dapat menenteramkan atau membuatnya merasa bahagia.

Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah r.a. berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Jika kamu menjenguk orang sakit atau orang yang sedang sekarat, katakanlah hal-hal yang baik. Karena para malaikat mengaminkan apa pun yang kamu katakan.” (HR. Muslim)

Islam menaruh kepedulian pada upaya menenteramkan orang sakit dan meningkatkan harapan bagi kesembuhannya. Ibnul Qayyim mengomentari sabda Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, “Untuk setiap penyakit ada penyembuhannya.” Hadist ini memperkuat moral pasien dan dokter, serta mendorong mereka untuk mengupayakan penyembuhan agara orang sakit keputusasaannya berkurang.

Karena itulah kita memahami bagaimana Islam mengubah menjenguk orang sakit dari kunjungan sosial singkat menjadi penyembuhan spiritual yang membangkitkan semangat pasien dan menguatkan harapan kesembuhannya. Selain itu sebagai wujud kepedulian dan dukungan bagi pasien dan keluarganya. Wallahu a’lam.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Panduan Pengobatan Islami, penulis: Yusuf Al-Hajj Ahmad)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adab menjenguk orang sakitmendoakanmenjenguk orang sakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengaturan Waktu Lontar Jumrah untuk Hindari Penumpukan Jamaah
Tulisan selanjutnya Ribuan Warga Muhammadiyah Tegal akan Nobar Film Nyai Ahmad Dahlan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?