Hidayatullah.com– Pihak Kerajaan Arab Saudi melakukan pengaturan waktu pelontaran jumrah/jamarat pada musim Haji 1438 H/2017.
Bagi jamaah haji asal Indonesia, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi melalui Muassasah Asia Tenggara, baru-baru ini merilis surat edaran tentang waktu yang dilarang untuk melontar jumrah.
Kantor Urusan Haji (KUH) RI Daerah Kerja (Daker) Makkah menjelaskan, pentingnya jamaah haji Indonesia menaati aturan waktu yang telah ditentukan dalam rangka pelemparan jamarat, demi kelancaran dan menghindari kemacetan akibat penumpukan jamaah haji.
Baca: Perlu Diperhatikan, Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jamaah Haji Indonesia
“Maka jamaah haji Indonesia agar memperhatikan dan menaati jadwal waktu melontar jamarat,” ujar Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam dalam maklumat yang diterima hidayatullah.com, Selasa (15/08/2017).
Maklumat tertanggal 6 Agustus 2017 itu ditujukan kepada seluruh Kepala Seksi dan Kepala Sektor Daker Makkah, agar informasi terkait larangan ini bisa segera disosialisasikan kepada seluruh jamaah haji Indonesia.
Waktu-waktu yang dilarang bagi jamaah haji Indonesia untuk melontar jumrah -yang merupakan salah satu wajib haji- adalah; pada tanggal 10 Dzulhijjah, larangan melontar jamarat dari pukul 06.00 – 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Lalu pada tanggal 11 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari pukul 14.00 – 18.00 WAS.
Dan pada tanggal 12 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari pukul 10.30 – 14.00 WAS.*