Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Beginilah Cara Hidup Bertetangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 November 2017 11:06 11:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 November 2017 11:06
Bagikan
Ilustrasi/Mengajarkan anak memberi pada tetangga.
Bagikan

TETANGGA yang baik adalah tetangga yang mempunyai pengertian tentang kehidupan orang lain yang tinggal di sebelahnya. Walau tidak sengaja mencari-cari, namun bila ada kesempatan berbuat baik kepada tetangga, maka kesempatan itu tidak disia-siakan.

Satu keluarga yang sedang mengalami kesusahan, pastilah hanya tetangga terdekat yang mampu memberikan pertolongan pertama kepadanya. Kesusahan yang menimpa seseorang atau keluarga tidak melihat waktu, status sosial, dan lainnya. Yang berbeda hanyalah bentuk dan jenisnya saja. Dan dapat dipastikan, pertolongan pertama yang diberikan oleh orang yang terdekat, nilainya akan lebih tinggi dari pada pertolongan saudaranya yang jauh.

Hubungan baik dengan sesama anggota masyarakat sangat diperlukan, karena tidak ada seorang pun yang dapat hidup tanpa bantuan masyarakat. Lagi pula hidup bermasyarakat itu sendiri sudah merupakan fitrah manusia.

Dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 dinyatakan bahwa manusia itu diciptakan dari lelaki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling kenal mengenal. Maka dengan demikian dapatlah dipahami bahwa bermasyarakat secara fitrah merupakan suatu kebutuhan bagi manusia.

Untuk menciptakan hubungan baik sesama anggota masyarakat, maka setiap individu harus mengetahui dan memahami hak dan kewajibannya masing-masing sebagai anggota masyarakat.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Dalam satu hadits yang diriwayatkan Al-Bazzar, Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam menyebutkan, “Tetangga itu ada tiga macam. Tetangga yang mempunyai satu hak, yaitu tetangga yang terdekat haknya. Tetangga yang mempunyai dua hak, dan tetangga yang mempunyai tiga hak, yaitu tetangga yang paling utama haknya. Tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga non-muslim yang bukan kerabatnya, ia mempunyai satu hak. Tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga muslim, yang mempunyai hak sebagai seorang muslim dan sebagai tetangga. Tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga dengan hak sebagai tetangga, hak sebagai muslim, dan hak sebagai keluarga.”

Masih banyak lagi tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah dalam membina kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya dengan sesama anggota masyarakat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Mu’az bin Jabal, Rasulullah mengatakan, “Hak-hak bertetangga itu ialah, jika ia ingin berutang darimu, hendaklah engkau utangi, jika ia meminta pertolonganmu, maka hendaklah engkau menolongnya. Jika ia memerlukan sesuatu, hendaklah engkau memberinya, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal, hendaklah engkau berta’ziah dan mengantar mayatnya. Jika ia mendapat sesuatu yang menggembirakan, ucapkanlah selamat kepadanya, sebaliknya jika ia mendapatkan kesusahan atau musibah, hendaklah kamu ikut prihatin dan menghiburnya. Janganlah engkau mengganggunya dengan bau aroma masakanmu, kecuali jika engkau mau memberikan sebagian dari masakanmu kepadanya. Janganlah kamu meninggikan bangunan rumahmu untuk mengawasinya dan menutup masuknya udara segar dalam rumahnya, kecuali dengan seizinnya. Jika engkau membeli buah, berilah sebagian buah itu kepadanya, kalau tidak, maka masukkanlah secara diam-diam dan jangan biarkan anakmu membawanya keluar rumah sehingga menjengkelkan anaknya.”

Begitu indahnya ajaran Islam dalam hidup bertetangga, yaitu dengan menghormati dan menjunjungi tinggi hak-hak mereka, dan jangan sekali-kali menyinggung atau menyakiti hati dan perasaan mereka, demi terciptanya kehidupan masyarakat yang marhamah, kondusif, dan jauh dari ketegangan dan permusuhan.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Menggapai Keluarga Berkualitas dan Sakinah, penulis: Dr. Sugiri Syarief, MPA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hak hidup bertetanggahidup bertetanggakerukunan hidup bermasyarakat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rayakan Maulid Nabi, Komunitas Pakistan Diserang Hooligan Yunani
Tulisan selanjutnya Kongres Nasional Alumni 212, Menghimpun Kembali Kekuatan Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?