Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ilmu yang Menyibukkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 September 2019 14:54 2:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2019 15:00
Bagikan
Bagikan

ANEHNYA dunia ini, ada orang merasa gulana karena tidak punya kesibukan dalam hidupnya. Sehari-hari hanya luntang-lantung tanpa punya pekerjaan yang jelas. Berharap bisa terlihat sibuk juga. Setidaknya seperti yang lalu lalang di depan hidungnya setiap saat. Orang-orang berlari sampai berebut seperti dikejar waktu. Sedang dia masih saja terpaku di tempatnya. Tak mampu kemana-mana. Dia pun galau karenanya.

Ada juga sebagian manusia begitu gundah bukan karena tak punya kesibukan atau pekerjaan. Dia galau justru karena mendapati dirinya setiap saat didera kesibukan yang tak berujung. Hari-hari penuh dengan agenda yang saling mengikat. Semua berjalan padat merayap. Semua harapan orang banyak telah dirasakannya. Tinggal satu mimpi yang tak sanggup digapainya. Kapan dia bisa rehat sejenak. Lari sembunyi dari kesibukan. Sekadar menikmati waktu senggang lalu tertawa bersama anak-anaknya.

Lucunya lagi, ternyata sebagian manusia tak kunjung menemukan dan merasakan bahagia yang dikejarnya. Padahal itulah tujuan utama pekerjaan atau kesibukan mereka selama ini. Mendekap erat semua keinginan dunia yang bisa digapainya. Namun, ibarat bayang-bayang, acap dikejar materi itu, kian kencang pula dunia berlari menjauh. Lalu apa arti kesibukannya selama ini? Entahlah. Jelasnya penyakit itu telah menimpa sebagian manusia dulu dan sekarang.

Konsep ilmu dalam Islam merupakan solusi dalam mengurai persoalan tersebut. Sekurangnya, itu tergambar dari pemahaman “orang sibuk” dalam al-Qur’an. Firman Allah: “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka),” (QS. Yasin [36]: 55). Bahwa kesibukan atau amal shaleh apapun yang dilandasi iman senantiasa diwarnai kebahagiaan.

Puncak kebahagiaan itu ketika amalan seorang hamba diridhai Tuhannya. Allah berkenan merahmatinya dan memasukkannya ke dalam surga.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Bagi orang beriman, demikian itu bukan lagi sebagai kewajiban yang memberatkan. Bahkan andai pekerjaan tersebut membutuhkan pengorbanan sekalipun, tetap saja ada rona bahagia yang dirasakan.

Sudah menjadi kesadaran sekaligus ukuran keimanan yang dimiliki. Bahwa iman itu memang perlu dibuktikan. Makin tinggi level iman yang ingin digapai, kian banyak pula amal shaleh yang mesti ditunaikan.

Sebagian lagi mengartikan kesibukan beramal shaleh sebagai bukti cinta. Disebutkan dalam satu ungkapan, seseorang selalu bersama dengan yang dicintainya. Mulai dari seringnya Dia diingat, disebut, hingga dipatuhi segala perintah dan dijauhi setiap larangan-Nya. Semakin dalam cintanya, kian asyik pula manusia berkorban dan tenggelam dalam kesibukannya bercinta.

Baca: Istighfar Ilmu

Giat bekerja atau sibuk beramal shaleh juga indikasi rasa syukur yang dipunyai. Diakui, tidak ada manusia yang tak punya alasan untuk bersyukur kepada Sang Pencipta. Dialah yang Mengatur segala urusan. Zat Pemberi rezeki dan jatah umur di dunia ini. Rasulullah yang dijamin surga pun masih saja sibuk beribadah dan beramal shaleh. Salahkah kalau aku berusaha menjadi hamba yang bersyukur? Tanya Nabi Muhammad kepada Ibunda Aisyah, Ummul Mukminin suatu saat.

Tak heran, Nabi Shallallahu alaihi wasallam memotivasi para Sahabatnya. Al-ajru ala qadri al-masyaqqah (ganjaran itu setimbang dengan kesusahan yang dilalui). Demikian pesan penuh makna itu. Bahwa apapun kesibukan dan kepayahannya, sungguh tak ada alasan untuk mengeluh kesah. Sebab semua itu ternyata bernilai ganda di sisi Allah.

Ilmu dan amal tersebut bukan sekadar anak tangga formalitas yang dilewati setiap waktu. Tapi setiap tetes keringat yang menyertai langkah itu terhitung sebagai moodbooster yang menguatkan semangat anti galau.

Kata pepatah, ilmu tanpa kesibukan beramal ibarat sebatang pohon yang tidak menghasilkan buah sama sekali. Sepintas, orang lain bisa saja terpesona dengan keindahan tumbuhan itu. Namun ketika didekati, pohon itu ternyata nyaris nirmanfaat. Seperti ada yang hilang di balik penampilannya yang anggun. Nasihat dan perkataannya yang memesonakan kini berbalik menjadi cemoohan. Bahkan bisa berubah menjadi ancaman bagi dirinya (hujjatun alaihi).

Lebih jauh sifat demikan adalah ciri manusia hipokrit. Sebab perkataannya tak sesuai dengan tindakannya. Apa-apa yang orang lain dilarangnya justru dilanggarnya sendiri. Apa-apa yang diperintahkan ternyata dia sendiri enggan mengerjakannya. Kalaupun dirinya tampak sibuk dengan amalannya, orang lain kadang terlanjur tidak percaya. Boleh jadi semuanya hanya lipstik semata untuk mengelabui orang lain.

Sungguh trik-trik pencitraan seperti ini hanya berujung kepada keletihan yang benar-benar melelahkan. Kalaupun mengaku bahagia dengan kesibukannya bekerja, maka kebahagiaannya bermakna semu. Hanya sesingkat umur manusia di dunia saja. Setelah itu putus tak berarti apa-apa. Sebab kesibukan yang membahagiakan hanyalah bisa diraih setelah semuanya terkoneksi dengan keyakinan pada Allah dan beriman kepada Hari Akhir.* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal shalehilmuIman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Ankara: ‘Kemenangan bagi Moskow dan al Assad’
Tulisan selanjutnya LPMQ Siapkan Aplikasi Quran Kemenag in Ms.Word, Permudah Kutipan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?