Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Al-Mutakabbir, Yang Memiliki Kebesaran (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2016 14:00 2:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2016 14:00
Bagikan
Bumi adalah titik kecil dari seluruh jagat raya ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jika ada manusia takabur, sebesar apa kebesaran dirinya itu?
Bagikan

MANUSIA yang takabur menciptakan keburukan di atas keburukan. Takaburnya sendiri telah merupakan keburukan, selanjutnya dengan sikap takabur sesungguhnya ia memaksa orang lain memendam rasa dendam dan antipati terhadapnya, bahkan menghina dan mencaci makinya. Kalau itu tidak di hadapannya (si mutakabbir) dan dengan suara keras, maka di belakangnya dengan suara sayup atau di dalam hatinya.

Hanya di satu tempat dibenarkan seorang bertakabur membuat-buat kebesaran pada diri sendiri, yakni di hadapan orang lain yang bertakabur terhadapnya. “Bertakabur atas orang-orang yang bertakabur adalah sedekah”.

Bertakabur terhadap mereka dimaksudkan agar yang bersangkutan menyadari dirinya dan tidak berlarut dalam keangkuhannya. Itu pula sebabnya berjalan dengan angkuh saat peperangan, dibenarkan oleh Rasul Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Beliau sambil memperhatikan seorang yang berjalan angkuh saat berkecamuknya peperangan bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara jalan yang dibenci Allah, kecuali dalam situasi seperti ini.”

Tapi sekali lagi itu adalah takabur, atau membuat-buat kebesaran pada diri sendiri, bukannya lahir dari kibir (keangkuhan) yang ada di dalam hati, karena sabda Nabi, “Tidak akan masuk surga seseorang yang terdapat di dalam hatinya sebesar zarrah keangkuhan.”

Kalau sifat kibriya’ Tuhan akan Anda teladani, maka camkanlah pandangan Imam Ghazali berikut ini menyangkut manusia yang mutakabbir: “Yang mutakabbir dari hamba-hamba Allah adalah yang zahid menjauhkan diri dari kenikmatan dunia lagi arif. Zuhudnya seorang arif adalah dengan melepaskan diri dari apa yang dapat menyibukkan dirinya menyangkut apa yang diperebutkan makhluk. Memandang diri lebih besar dan agung dari segala sesuatu kecuali Allah, dan dengan demikian ia akan memandang kecil dunia dan akhirat, sehingga ia berada dalam posisi tidak disibukkan oleh keduanya dari memandang kepada Allah.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ada pun zuhudnya manusia yang belum arif, maka ia berinteraksi dalam bentuk pertukaran. Dia membeli akhirat dengan kenikmatan duniawi, dia meninggalkan sesuatu yang bersifat sementara untuk memperoleh yang berlipat ganda dan bersifat langgeng di akhirat sana. Interaksinya adalah membayar dahulu dan menerima barangnya kemudian. Ada pun yang diperbudak oleh syahwat makanan dan pernikahan, maka dialah yang hina –kalau yang demikian itu selalu dilakukannya. Hamba Allah yang mutakabbir, adalah yang memandang hina dan rendah semua syahwat dan perolehan yang dapat diraih juga oleh binatang.

Jika tak mampu melakukan yang demikian, maka jauhkan diri dari sifat takabur dan lupakan dahulu upaya meneladani Allah dalam sifat-Nya itu.

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu, dengan nama-Mu yang suci, serta keagungan dan kebesaran-Mu yang bila dimohonkan kebajikan dengannya diperoleh kebajikan itu. Bila ditolak keburukan dengan menyebutnya terjauhkan keburukan itu. Ya Allah hindarkanlah aku dari segala keburukan, campakkanlah ke dalam jiwaku keindahan-Mu serta sifat-sifat-Mu yang terpuji, agar tunduk dengannya semua kalbu, serta luluh semua jiwa, sejuk karenanya semua mata dan tenang semua pikiran, lagi tunduk merendah semua yang angkuh dan pembangkang. Wahai Tuhan, Ya Mutakabbir Ya Qahhar. Wa Shalallaahu ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Alihi Wa shahbihi Wa sallam”.*/M. Quraish Shihab, tertuang dalam bukunya Menyingkap Tabir Ilahi.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-mutakabbir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Mutakabbir, Yang Memiliki Kebesaran (1)
Tulisan selanjutnya Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?