Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Nasihat Salaf dalam Menjaga Waktu (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juni 2016 10:49 10:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2016 10:38
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SEORANG hamba saleh Hamdun bin Ahmad rahimahullah ditanya, “Mengapa ucapan salaf lebih berguna daripada ucapan kita?” Dia menjawab, “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan ridha Ar-Rahman. Sementara kita berbicara untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan ridha manusia.”

Salafus saleh telah menyadari mahalnya waktu dan berharganya usia, maka mereka berlomba-lomba mengisinya dengan ketaatan. Mereka mendorong dan memberi nasihat kepada saudara-saudara mereka kaum muslimin, semata-mata sebagai wujud pelaksanaan terhadap kewajiban nasihat kepada kaum muslimin secara umum dan khusus. Maka nasihat-nasihat mereka diliputi kebenaran dan keikhlasan, didasari oleh keinginan terhadap kebaikan bagi orang lain.

Marilah kita sama-sama menelaah sebagian kata-kata indah dan nasihat-nasihat emas mereka:

Dari Abdullah bin Abdul Malik rahimahullah, ia berkata, “Kami berada di rombongan bapak kami. Dia berkata kepada kami, ‘Bertasbihlah hingga kalian sampai di pohon itu.’ Maka kami bertasbih sehingga kami mendatanginya. Apabila pohon lain telah nampak kepada kami dia berkata, ‘Bertakbirlah hingga kalian mendatangi pohon itu.’ Abdullah berkata, “Begitulah yang dia lakukan kepada kami.”

Beginilah semestinya pendidikan kepada anak.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Hai bani Adam, engkau hanyalah hari-hari. Setiap satu hari pergi, pergi pula sebagian (umur)mu.”

Renungkanlah bagaimana Al-Hasan mengatakannya dengan ‘hari-hari’, bukan ‘bulan-bulan’ atau ‘tahun-tahun’. Untuk mengingatkan kita bahwa umur itu pendek dan cepat berlalu.

Ibnul Jauzi memberi nasihat kepada anaknya, “Hai anakku, ketahuilah bahwa hari-hari membentangkan kesempatan-kesempatan. Kesempatan membentangkan hembusan-hembusan nafas. Setiap hembusan nafas adalah laci simpanan, maka jagalah agar hembusan nafasmu tidak berlalu tanpa apapun (tanpa faedah). Maka pada hari Kiamat engkau mendapati lacimu kosong, engkau pun menyesal.

Dan lihatlah kesempatan yang engkau miliki, dengan apa ia pergi? Jangan biarkan ia pergi, kecuali dengan sesuatu yang paling berharga. Jangan lalaikan dirimu. Biasakanlah ia terhadap amal yang paling mulia dan paling baik. Kirimkan ke peti kuburmu sesuatu yang membahagiakanmu pada hari engkau sampai di sana.”

Alangkah indahnya kata-kata ini. Andai saja setiap pribadi menjadikannya sebagai nasihat bagi keluarga, anak-anak, dan teman-temannya.

Dengarkanlah suara Imam Syu’bah bin Al-Hajjaj rahimahullah yang berkata, “Janganlah Anda duduk dengan hampa karena maut mencarimu.”

Ahmad bin Khalaf Al-Andalusi, seorang penyair yang penuh gelora semangat, mendorong kita menjaga waktu. Dia berkata,

“Apabila aku mengetahui dengan yakin bahwa seluruh hidup seperti sesaat
Mengapa aku tidak memanfaatkannya dengan baik dan menjadikannya untuk taat kepada Tuhanku.”

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata, “Sesungguhnya siang dan malam bekerja padamu maka beramallah Anda padanya.” Benar siang dan malam mengurangi umurmu dan mendekatkan ajalmu, maka beramallah untuk kebajikan siang dan malammu!

Seorang sahabat mulia, Abdullah bin Mas’ud berucap, “Aku tidak pernah menyesali sesuatu melebihi penyesalanku terhadap satu hari yang mataharinya telah terbenam, umurku berkurang tapi amal kebaikanku tidak bertambah.” Benar, inilah kerugian hakiki yang tidak mungkin tergantikan untuk selama-lamanya. Adapun kerugian lain, maka untuk menggantikannya adalah mudah dan gampang. Bisakah kita mengambil pelajaran?*/Abul Qa’qa’ Muhammad bin Shalih, dari bukunya 125 Kiat Salaf Menjaga Waktu Produktif. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menjaga waktusalafus shalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada Pujian Berujung ‘Ain
Tulisan selanjutnya Nasihat Salaf dalam Menjaga Waktu (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?