Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Setiap Manusia Mendapat Ujian (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2016 17:10 5:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2016 17:10
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

TERKADANG cobaan itu sangat sulit bagi jiwa-jiwa manusia. Akan tetapi dengan musibah itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat seseorang menuju derajat para Nabi as dan menghapuskan kesalahan-kesalahan orang saleh.

Nabi Ibrahim as adalah salah seorang ustadz di bidang tauhid dan pengajar akidah yang telah menyebarkan mazhab tauhid dan dasar-dasarnya di dunia ini. Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam adalah orang yang paling serupa dengannya.

Allah mengujinya dengan berbagai musibah. Di antaranya Nabi Ibrahim as dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala. Dengan mengumpulkan kayu bakar lalu diletakkan di suatu tempat, kemudian dia didorong sehingga jatuh ke dalam api. Semua tali yang ada pun terputus darinya, kecuali tali Allah, dan semua pintu terkunci rapat di hadapannya, kecuali pintu Allah.

Akan tetapi, coba perhatikan bagaimana dia sangat pasrah dan menyerahkan diri secara penuh kepada Allah. Dia didatangi oleh malaikat Jibril as. yang berkata, “Apakah kamu mempunyai kepentingan denganku?”

Dia menjawab, “Kalau kepadamu, aku tidak mempunyai kebutuhan tetapi kalau kepada Allah iya, aku punya kebutuhan.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Tatkala ia dilempar ke dalam api, apa yang dia katakan? Dia mengatakan, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Dalam Shahih Bukhari dan Abdullah bin Abbas ra, dia berkata, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim as tatkala dia dilempar ke dalam api. Kalimat ini juga yang dikatakan oleh Rasulullah tatkala dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.’ Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Ali-Imran: 173-174)

Tatkala dilemparkan ke dalam api, dia mengingat keagungan Allah. Tidak ada pemelihara selain Allah dan tidak ada pelindung selain Allah.

Seorang penyair mengatakan,

“Wahai penyebar cita-cita, Engkau telah mencegahku
dan menolongku, para lalim telah berbuat semena-mena terhadapku hendak membinasakanku, tetapi Engkau melindungku”

Jadi, yang mencegah itu adalah Allah. Tatkala dia dilemparkan ke dalam api, maka datanglah perlindungan Allah. Maka Allah berfirman, “Kami berfirman: ‘Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (al-Anbiya: 69)

Kalau Dia hanya mengatakan menjadi dinginlah, maka api itu akan menjadi sangat dingin yang akan mencekamnya. Tapi Dia mengatakan dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim as. Maksudnya ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan kesehatan.

Allah juga mengujinya dengan anaknya yang masih muda, Ismail. Menurut perkataan para ulama yang paling unggul, sampai pada umur yang sanggup berusaha (anak-anak) misalnya; dia bisa berjalan, pergi dan bermain, hati ini akan semakin cinta kepadanya. Jika dia sudah sampai pada usia dewasa karena dia bertambah besar, kecintaannya itu akan berkurang –tetapi Allah hendak mengosongkan hati Ibrahim as dari selain cinta kepada Allah sehingga hanya terpatri kepada-Nya karena dia itu adalah sang kekasih Allah, sebagaimana yang dikatakan,

“Sungguh, aku telah membersihkan jalan ruh pada diriku, oleh karena itu, seorang kekasih itu dinamakan sang kekasih.”

Di antara derajat dan tingkatan sang kekasih itu adalah hanya Allah yang paling dicintai oleh hatinya. Tatkala anak saleh ini sampai pada usia yang sanggup berusaha bersamanya, Allah mengujinya atau Allah menguji bapaknya.

Di dalam mimpinya dia bermimpi –dan mimpi para nabi as itu adalah benar– bahwa dia menyembelih anaknya itu. Pada pagi harinya, setelah dia benar-benar yakin dengan mimpi itu, dia menceritakan mimpinva itu kepada anaknya. Anaknya itu menjawab dengan jawaban dari seorang mukmin yang sangat mengetahui keesaan Allah. Allah berfirman,
“(Sebagai) satu keturunan yang sebagiannva (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Ali Imran: 34)

Seorang penyair mengatakan,
“Seorang pemuda kita itu akan tumbum berkembang
sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan oleh
bapaknya.”

Dia berkata,
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (ash-Shaffat: 102)

Betapa indahnya sifat rendah hati itu! Dia tidak mengatakan, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Akan tetapi, dia mengatakan, `Insya Allah” karena kesabaran itu Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, keteguhan hati itu datangnya dari Allah. Nabi Ismail pun pasrah kepada¬Nya. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (domba).” (ash-Shaffat: 107)

Dia pun berhasil melewati ujian tersebut dan ditetapkan bahwa dia itu benar-benar jujur dan termasuk orang yang berlaku baik dan akan menjadi buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Lisan-lisan senantiasa akan memujinya dan memujanya sepanjang masa, maka baginyalah keselamatan pertama dan terakhir dan semoga Allah membalasnya dalam berbagai sisi kejujuran dengan penuh kebaikan, pahala, dan limpahan ganjaran.*/DR. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, dari bukunya Jangan Takut-Jagalah Allah, Allah Akan Menjaga Anda.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ujian pada manusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli Nilai MK Layak Kabulkan Pemohon Uji Revisi KUHP Kesusilaan
Tulisan selanjutnya Iran Stop Sementara Rusia Gunakan Pangkalan Militernya untuk Serang Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?