Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisa Dunia Islam

Arab Berupaya Akhiri “Petualangan” Iran di Yaman [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2015 14:40 2:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2015 14:39
Bagikan
Saudi Arabian Special Operations Forces
Bagikan

Oleh: Musthafa Luthfi

SECARA mengejutkan Arab Saudi memimpin sekutu dari negara-negara Arab dalam sebuah operasi “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur) untuk menyerang Yaman dengan menargetkan basis-basis milisi pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al Houthi) yang didukung Iran setelah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah di negeri ujung tenggara Jazirah Arab itu.

Serangan udara yang dimulai sejak Kamis (26/3/2015) itu bertujuan untuk mengakhiri kudeta kelompok Syiah Al Hautsi yang dilakukan pada akhir tahun 2014.

Sejak kudeta atas pemerintahan transisi di Yaman pimpinan Presiden Abdurabbuh Mansyur Hadi yang dilakukan oleh kelompok Syiah pro Iran dengan dukungan militer pro mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, Yaman menjadi fokus perhatian dunia Arab. Berbagai upaya solusi politis ditawarkan Arab untuk mengakhiri kudeta dan mengembalikan pemerintahan sah sebagai syarat untuk kembalinya faksi-faksi yang bertikai ke meja perundingan.

Namun respon Al Hautsi dan mantan Presiden Saleh adalah semakin memperluas pendudukannya ke berbagai daerah dengan kekuatan senjata mengingat sekitar 70 % senjata Yaman dikuasainya dua kubu yang sebelumnya pernah sebagai musuh bebuyutan tersebut. Al Hautsi dan Saleh ingin mengubah situasi di Yaman sesuai kepentingan mereka dan membuang kesepakatan yang telah dicapai berdasarkan Inisiatif Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang mendapat legitimasi PBB.

Baca Juga

Betulkah Gabung Board of Peace merupakan Tindakan Realistis?
Masjid Dikepung, Ulama Dipenjara: Jejak Panjang Diskriminasi di Tajikistan
Amerika Serikat dan Proyek Genosida di Gaza
Kebijakan Politik Iran dan Dilema Amerika
Muslim Tajikistan: Ditekan Penguasa, Diincar ISIS

Puncak dari upaya kedua kubu untuk menguasai Yaman adalah keputusan untuk menyerang kota Aden di wilayah selatan sebagai pusat pemerintahan sementara setelah ibu kota Sana`a dikuasai Al Hautsi, guna menangkap Presiden Hadi sekaligus mengakhiri pemerintahan transisi. Mereka yakin termasuk sponsornya (Iran) bahwa dunia Arab tidak akan mampu berbuat sesuatu guna menyelamatkan pemerintahan Hadi.

Namun kali ini perkiraan mereka dan Iran meleset sebab Arab Saudi dan negara-negara Teluk dengan dukungan sejumlah negara Arab lainnya tidak akan membiarkan Yaman jatuh ke milisi pro Iran setelah melihat malapetaka yang terjadi sebelumnya di Libanon, Irak dan Suriah. Bahkan Sudan yang selama ini ditengarai dekat dengan rezim Teheran juga ikut ambil bagian dalam serangan ke Yaman dengan tiga pesawat tempur.

Selain negara-negara GCC,  dilaporkan Maroko, Mesir, Sudan dan Yordania ikut serta dalam serangan udara tersebut bahkan Mesir, Pakistan, Sudan dan Yordania menyatakan kesediaan mereka untuk mengirim pasukan darat bila dibutuhkan disamping dukungan Turki yang menolak pengaruh Iran di Yaman. Hingga hari Ahad (29/3/2015) dilaporkan, operasi militer Aashifatul Hazm  atau Badai Penentuan berhasil melumpuhkan sebagian besar pertahanan udara Al Hautsi dan militer pro mantan Presiden Saleh.

Selama ini memang banyak pihak termasuk Iran menilai Arab selalu ragu-ragu mengambil keputusan menentukan terutama yang berkaitan dengan operasi militer untuk melindungi kepentingan mereka dan lebih banyak bergantung kepada negara besar terutama AS. Namun kali ini Arab dibawah komando Saudi mengejutkan semua pihak dengan keputusan tegas melakukan operasi militer guna menghentikan kudeta Syiah Al Hautsi yang pro Iran.

Sikap tegas Saudi dibawah pimpinan baru Raja Salman Bin Abdul Aziz mengingatkan kembali ke masa Raja Faisal Bin Abdul Aziz pada era tahun 70-an abad lalu yang dikenal tegas dan berani saat terjadi perang Arab-Israel. Operasi badai penentuan ini paling tidak telah membuktikan bahwa meskipun kondisi dunia Arab yang masih lemah akibat masih berlangsungnya pergolakan di sejumlah negara Arab, namun pusat penentuan keputusan masih eksis bila bahaya esksistensi Arab terancam.

Bagi dunia Arab letak geografis Yaman yang sangat strategis di pintu masuk salah satu jalur teramai pelayaran internasional di Laut Merah akan berdampak langsung ke seluruh Arab bila negeri Sheba itu jatuh ke genggaman Iran. Karena itu sejumlah analis Arab menilai bahwa serangan atas basis-basis Al Hautsi dan militer Saleh bukan sekedar menyelamatkan pemerintahan sah akan tetapi untuk menyelamatkan Arab seluruhnya.

“Bila operasi ashifatul hazm ini sukses menyelamatkan Sana`a dan Aden (dari kekuasaan Al Hautsi) maka berarti sukses pula menyelamatkan dunia Arab, “tandas sejumlah analis dan pakar Arab. Bahkan sebagian penulis Arab mengobarkan semangat kepada pasukan sekutu Arab dengan penggalan syair “laa budda min shana`a wa in thaala al-safar” (harus bertolak dari kota Sana`a meskipun jalan menujunya panjang), sebagai gambaran nilai strategis Yaman sebagai titik tolak untuk mempertahankan eksistensi Arab.

Target utama

Dengan demikian dapat dibaca bahwa operasi  “badai penentuan”  pimpinan Arab Saudi itu setidaknya bertujuan untuk mencapai dua target utama yakni pertama menyelamatkan pemerintahan sah sekaligus menghindari Yaman dari perang sektarian.

Sedangkan target kedua adalah untuk memulihkan kembali kepercayaan diri dunia Arab tentang kemampuan strategis yang dimilikinya tanpa harus menunggu bantuan atau lampu hijau dari Barat terutama AS.

Terkait target pertama, dunia Arab terutama GCC yang aktif membantu pemulihan situasi di Yaman, memang berkepentingan dengan terciptanya situasi kondusif di negeri Sheba itu dengan mempertahankan pemerintahan sah sebagai pengelola negara yang masih carut marut akibat belum terlaksananya hasil dialog nasional pasca lengsernya Ali Abdullah Saleh dari kursi kekuasaan yang dinikmatinya selama lebih dari tiga dekade.

Setidaknya keberadaan pemerintahan transisi pimpinan Presiden Mansyur Hadi yang mendapat dukungan lebih dari 90 % rakyat lewat referendum pada Februari 2012 dapat sebagai fasilitator kelanjutan dialog faksi-faksi yang bertikai di Yaman. Pemerintahan ini juga telah mendapat legitimasi PBB dan masih diakui sebagai pemerintahan sah satu-satunya oleh masyarakat internasional.

Arab dibawah komando Saudi mengejutkan semua pihak dengan keputusan tegas melakukan operasi militer guna menghentikan kudeta Syiah Al Hautsi yang pro Iran.* (bersambung)

Penulis adalah pemerhati dunia Islam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Koalisi Arab Serang SyiahPemberontakan Syiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsumsi Sayuran dan Telur Tingkatkan Penyerapan Karotenoid
Tulisan selanjutnya BI, DSN MUI, Baznas, BWI Jalin Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Analisa Dunia Islam

Al-Sisi dan Lelucon Kontra-Terorisme di Mesir

22 Mei 2022 10:55
Analisa Dunia Islam

Yahya Sinwar

4 Juni 2021 09:05
Analisa Dunia Islam

Pencaplokan De facto Tepi Barat dan Definisi Nyeleneh ‘Israel’

10 Juli 2020 16:28
Analisa Dunia Islam

Turki, Libya dan Pertaruhan Islam Politik di Timur Tengah

25 Juni 2020 16:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?