Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Empat Keunikan Konsep Ilmu dalam Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 September 2020 10:07 10:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2020 10:01
Bagikan
Ilustrasi: Kegiatan keilmuan di sudut Masjid Al-Azhar
Bagikan

Oleh: Dr. Adian Husaini  

 

Hidayatullah.com | PADA hari Ahad (13/9/2020), saya mengisi acara Kajian Ilmu – via Zoom — di Komunitas Islam Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.  Ketika itu, saya menyampaikan empat keunikan konsep ilmu dalam Islam. Ada baiknya kita telaah keempat keunikan itu.

Pertama, mencari ilmu – dalam Islam – adalah sebuah kewajiban dan kemuliaan. Nabi Muhammad ﷺ sudah menegaskan: mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.

Mencari ilmu bukan sekedar “hak” tetapi “wajib”. Apa pun kondisi seseorang, apakah cerdas atau kurang cerdas, kaya atau miskin, ada listrik atau tidak ada listrik, setiap muslim wajib mencari ilmu. Siapa pun presidennya, siapa pun gubernurnya, maka kewajiban mencari ilmu tidak hilang.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Seorang wartawan pernah bertanya, bagaimana dengan kondisi sejumlah madrasah di Indonesia yang belum teraliri listrik. Saya jawab, dari sisi pemerintah, perlu mengevalusasi distribusi anggaran negara. Jangan sampai anggaran digunakan secara tidak adil. Mencari ilmu adalah kewawjiban. Maka negara wajib menyediakan berbagai sarana agar kewajiban itu bisa terlaksana.

Tetapi, dari sisi murid madrasah, ketiadaan listrik tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mencari ilmu. Mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja atau dengan alat penerangan apa saja, yang memungkinkan mereka mencari ilmu.

Dalam Islam, mencari ilmu juga sebuah kemuliaan. Karena itu, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, pasti akan bergairah mencari ilmu. Rasulullah saw bersabda bahwa siapa saja yang keluar rumah untuk mencari ilmu, maka ia sedang berjihad di jalan Allah.

*****

Kedua, Epistemologi keilmuan Islam bersifat integral, memadukan tiga sumber ilmu: panca indera, akal, dan khabar shadiq. Konsep ilmu dalam Islam ini berbeda dengan konsep ilmu sekuler, yang berhenti pada panca indera dan akal. Jadi, Islam mengakui ilmu empiris (empirical knowledge), ilmu rasional (rational knowledge), dan ilmu wahyu (revealed knowledge).

Sebagai contoh, seorang ilmuwan muslim memiliki cara pandang yang khas terhadap Covid-19, yang berbeda dengan ilmuwan sekuler. Disamping menerima data faktual tentang realitas Covid-19 dari ilmuwan atau lembaga yang otoritatif, ilmuwan muslim meyakini bahwa virus itu tidak punya KEHENDAK untuk menyerang manusia.

Covid-19 adalah makhluk Allah yang tunduk pada kehendak Allah. Virus itu datang kepada kita bukan atas kehendak sendiri, tetapi dikirimkan oleh Allah. Karena itu, ilmuwan muslim yakin, bahwa Allah bisa saja menarik kembali serangan virus itu, dengan kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, dengan doa dan berbagai amal kebaikan.

Allah SWT mengirimkan virus ini tentu ada maksud-Nya. Tujuan utama adalah agar manusia kembali kepada tujuan penciptaannya di dunia, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehat secara fisik itu sangat penting. Tetapi, menjadi manusia beruman dan bertaqwa, itu lebih penting.

Sebagai aplikasi konsep ilmu dalam Islam, maka di pesantren at-Taqwa Depok, dipampang satu poster besar: LIMA LANGKAH MENANGKAL VIRUS CORONA: (1)  Mintalah perlindungan dan pertolongan kepada Allah, (2) Cuci tangan dengan sabun (3) Jaga jarak interaksi  (4) Pakai masker  (5) Tingkatkan imunitas.

*****

Ketiga, dalam Islam ada “maraatibul ilmi” atau derajat ilmu. Artinya, ilmu tidak sama kedudukannya. Ada ilmu yang fardhu ain, fardhu kifayah, ilmu yang sunnah,  mubah, dan ada juga ilmu yang haram dipelajari.

Memahami kedudukan ilmu ini merupakan salah satu adab yang penting dalam Islam. Sebab, seorang muslim wajib menguasai ilmu-ilmu yang fardhu ain, sebelum ilmu-ilmu lainnya. Jangan sampai seorang menguasai ilmu komputer dan pengobatan yang canggih, sementara ia belum bisa melaksanakan shalat dengan benar dan tidak paham bagaimana beradab kepada orang tua dan guru.

Saat ini tidak sedikit pelajar muslim yang dipaksa untuk mengejar ilmu-ilmu yang fardhu kifayah atau ilmu-ilmu yang mubah, tetapi tidak memahami bagaimana cara mensucikan jiwanya. Contoh yang keliru, misalnya, para mahasiswa bidang psikologi mempelajari berbagai ilmu psikologi modern, tetapi tidak mempelajari konsep tazkiyyatun nafs dalam Islam.  Padahal, membersihkan jiwa adalah kewajiban setiap muslim, sehingga ia wajib menguasai ilmunya.

*****

Keempat, adab atau akhlak mulia didahulukan sebelum ilmu-ilmu yang tinggi. Contoh aplikasi konsep ini, misalnya, para mahasiswa sepatutnya tidak diijinkan mengkaji ilmu-ilmu yang tinggi di fakultasnya, jika ia belum baik ibadah, adab atau akhlaknya.

Sebelum menguasai ilmu hukum, ilmu akuntansi, ilmu kedokteran, ilmu farmasi, ilmu komunikasi, dan sebagainya, seorang mahasiswa harus dipastikan telah baik ibadahnya, baik adab atau akhlaknya. Jangan sampai ilmu-ilmu yang tinggi diberikan kepada seorang yang tidak beradab atau berakhlak mulia. Hal ini untuk menghindari lahirnya ilmuwan-ilmuwan yang jahat, yang akan merusak diri dan masyarakat.

Karena itu, sesuai dengan amanah pasal 31 ayat 3 UUD 1945, sepatutnya, tes masuk Perguruan Tinggi yang terpenting adalah tes keimanan, tes ketaqwaan, dan tes akhlak mulia. Setelah itu, barulah dilaksanakan tes potensi akademik, sesuai dengan kebutuhan kesuksesan pendidikan di bidang keilmuan tertentu.

Demikianlah empat keunikan konsep ilmu dalam Islam yang saya susun dan jabarkan berdasarkan pemikiran Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud. Semoga kita semua meraih ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi orang-orang yang semakin dekat dengan Allah SWT!  (Depok, 15 September 2020).*

Penulis adalah pendiri At-Taqwa College Depok (ATCO). Langganan 1000 artikel klik di sini

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:epistemologi keilmuanilmu fardhu ainislamkhabar shadiqKonsep Ilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seekor Monyet Malaysia Swafoto dengan Kamera Ponsel yang Dicurinya
Tulisan selanjutnya Covid 19 Kewalahan, Ratusan Pekerja Lab Covid-19 Prancis Mogok Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?