Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Bagian Dari Yang Mana Kita? Yang Sedikit atau Yang Banyak?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2012 09:17 9:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2012 09:17
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEBUAH kapal tua mogok di tengah lautan, seluruh teknisi yang ada di kapal berusaha memperbaiki kerusakan berhari-hari tanpa hasil. Setelah mentog dengn crew-nya sendiri, si kapten kapal menyiarkan panggilan SOS dengan menguraikan problem yang dihadapi dan detil kapal yang di nakhkodainya. Datang merespon panggilannya adalah seorang teknisi tua dengan membawa tools box kecil, maka diantarlah teknisi tua ini ke ruang mesin dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Setelah bekerja dengan peralatan sederhananya dalam beberapa menit, mesin kapal dapat dinyalakan dan kapal kembali berlayar.

Kapten kapal yang gembira kapalnya bisa berlayar lagi, bertanya: “Apa yang kamu lakukan tadi?” si teknisi menjawab, “Saya hanya pukul sana – pukul sini!”. Terkejutlah si kapten, dia bertanya lagi. “Lantas untuk pekerjaan pukul sana – pukul sini tersebut, berapa saya harus membayar ?” Dijawab oleh teknisi “ 100 keping emas!”.

Tambah terkejut bukan kepalang si kapten kapal tersebut, dia berusaha menekan: “Hah…, mahal sekali, cuma pukul sana – pukul sini engkau minta 100 keping emas?, coba berikan rincian yang detil atas ongkos 100 keping emas yang engkau minta ini?”. Dengan meminta rincian yang detil ini si kapten berharap montir tua tersebut tidak bisa memberikan perinciannya sehingga ongkos akan bisa ditekan turun.

Tidak kurang akal, si montir tua membuat coretan di selembar kertas untuk perincian tagihannya ke kapten kapal. Dalam perincian tersebut tertulis; ongkos pekerjaan pukul sana- pukul sini, 1 keping emas, ongkos untuk tahu dan trampil mana yang harus dipukul, 99 Dinar. Si kapten kapal tidak bisa lagi ber-argumen tentang perincian ini karena faktanya berhari-hari seluruh teknisi kapal yang dia miliki tidak berhasil ‘ tahu dan terampil’ mengatasi problem yang ada.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Pengetahuan dan ketrampilan untuk mengaplikasikannya adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ketika para teknisi kapal tersebut di atas hanya tahu tetapi tidak trampil, maka mereka tidak bisa mengatasi masalah yang ada. Tetapi ketika ada seorang teknisi tua yang bukan hanya tahu tetapi juga terampil, maka masalah mudah diatasi. Tahu dan terampil inilah yang langka.

Itulah sebabnya berjuta lowongan kerja yang ada tidak mudah diisi begitu saja oleh berjuta lulusan sekolah dan perguruan tinggi dari berbagai jurusan. Mereka ada bekal pengetahuan, tetapi keterampilannya yang belum ada.

Demikian pula dengan entrepreneurship, ber-rak-rak buku tentang entrepreneurship sudah ditulis orang dan mudah didapat di berbagai toko buku, tetapi mengapa jumlah para entrepreneur ini tidak mudah bertambah? Ya karena itu tadi, gampang untuk memperoleh ilmunya – tetapi tidak mudah untuk membuat terampil dalam berwirausaha.

Dalam berbangsa dan bernegara, kita juga mengalami hal yang sama. Beribu ahli di berbagai bidang kita punya, mulai dari politik, ekonomi, hukum dlsb. semua ada, tetapi mengapa kok panggung politik kita kayak dagelan, ekonomi kita terperdaya bangsa lain dan hukum yang adil menjadi barang yang langka? Ini juga karena kurangnya keterampilan yang bener dalam menggunakan pengetahuan-pengetahuan yang mereka miliki.

Keterampilan hanya bisa dibangun melalui praktek mengamalkan ilmu secara benar, itulah sebabnya mengapa do’a yang diajarkan ke kita adalah untuk meminta ilmu yang bermanfaat, bukan ilmu yang tinggi atau ilmu yang banyak.

Pada suatau kesempatan datang ke Indonesia, ulama kondang dunia Dr. Yusuf Qaradhawi memberi nasihat, “Semua kalian akan merugi, kecuali sedikit yang mau menuntut ilmu. Semua yang berilmu akan merugi, kecuali sedikit yang bisa mengamalkannya. Semua yang beramal-pun akan merugi, kecuali sedikit yang ikhlas….”.

Nampaknya Dr. Yusuf Qaradhawi memahami betul kondisi umat negeri ini. Jumlah kita sangatlah banyak, tetapi kebanyakannya tidak berilmu secara cukup. Di antara sedikit yang berilmu-pun, tidak banyak yang kemudian mengamalkannya dengan benar. Apalagi yang ikhlas dalam mengamalkannya, hanya Allah sendiri yang tau.

Sesungguhnya pilihan itu ada di kita, apakah kita ingin menjadi bagian dari yang sedikit tersebut atau bagian dari yang banyak! InsyaAllah Allah akan memudahkannya sesuai pilihan kita.

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Telecom Bantu Rumah Korban Merapi
Tulisan selanjutnya Mainkan “Tata Tertib” Pemilu, DPR Ketularan Tradisi Kongres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?