Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Buah Ciplukan Sebesar Terong, Mungkinkah…?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2012 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2012 10:56
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

WAKTU kecil di desa dahulu kami sering berburu buah liar yang tumbuh di tegalan atau sawah. Buah yang paling enak adalah buah ciplukan, tetapi buah ini sangatlah kecil – sehingga kami suka membayangkan alangkah indahnya kalau saja suatu saat ada buah ciplukan yang sebesar terong!. Sekitar 40 tahun kemudian, dalam sebuah perjalanan balik dari Thailand – di pesawat dibagikan buah ciplukan yang besarnya sekitar 3 kali dari ciplukan liar yang dulu pernah kami makan, rasanya masih seperti yang dahulu tetapi ukurannya jauh lebih besar. Saya langsung membayangkan barangkali inilah perjalanan ciplukan menuju sebesar terong itu, mungkin!

Buah ciplukan sebesar terong itu kini insyaAllah akan bisa terwujud, tetapi bukan dalam arti harfiah melainkan menjadi arti kiasan – untuk sesuatu yang jauh lebih penting dari sekedar ciplukan. Peningkatan produksi pertanian dan peternakan dari sisi kwalitas maupun kwantitas, insyaAllah akan dapat diwujudkan antara lain oleh team pengembangan alfaafa kami – yang dipimpin langsung oleh seorang Doktor peneliti lapangan.

Sejak kami mulai mendalami alfaafa dari surat An-Naba ayat 16 sembilan bulan lalu, tidak henti-hentinya ‘berita besar’ demi ‘berita besar’ terus bermunculan. Semula kami hanya mengetahui bahwa alfaafa ini adalah tanaman yang bergizi sangat tinggi dan dengan produktifitas hasil yang juga sangat tinggi.

Belakangan melalui serangkaian percobaan dan penelitian, ternyata karakter alfaafa baik dari sisi kwalitas protein tinggi dan kwantitas hasilnya – insyaAllah dapat di – ‘tularkan’ ke tanaman atau hasil pertanian lain, maka inilah ‘berita besar’ berikutnya itu.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Untuk kwalitas misalnya, team peneliti kami telah berhasil meningkatkan protein pakan ternak dari berbagai hasil pertanian (di luar alfaafa) untuk memiliki karakter kandungan protein mendekati alfaafa dengan bakteri yang dikembangkan dari Rhizobacteria alfaafa – sejumlah bacteria yang berkoloni secara simbiosis di akar tanaman alfaafa. Janggel (bagian tengah putih dari buah jagung, red) yang selama ini menjadi sampah-pun kini bisa diubah menjadi bahan pakan ternak yang bergizi tinggi!

Untuk kwantitas, team yang sama tersebut telah dimudahkan Allah untuk mampu melipat gandakan anakan padi mendekati anakan alfaafa – disebut alfaafa atau alif lam fa (alf) dalam Al-Qur’an yang berarti ribuan something (guru tafsir kami-pun belum bisa menjelaskan alfaafa ini artinya ribuan apa…). Jumlah anakan yang sangat banyak ini tentu sangat menjanjikan, karena yang kami lakukan ini full organic – tidak melibatkan pupuk kimia sama sekali. Artinya insyaAllah akan dimungkinkan memproduksi padi organic dalam jumlah banyak dengan cara yang murah.

Bukan hanya meningkatkan produktifitas dari sisi kwalitas dan kwantitas hasil pertanan, Microbacteria alfaafa (Microbacteria yang dikembangkan dari Rhizobacteria alfaafa) ini juga menunjukkan tanda-tanda kemampuannya untuk me-recovery kesuburan tanah.

Tanah-tanah yang sebelumnya dirusak oleh pupuk kimia-pun, insyaAllah bisa kembali subur alami dengan bacteria ini. Begitu juga tanah-tanah yang semula gersang dari unsur-unsur hara, akan bisa menjadi lahan subur yang menjanjikan.

Hasil penelitian dan pengembangan yang kami hasilkan ini insyaAllah akan available bagi masyarakat yang membutuhkan dalam beberapa bulan kedepan, bisa dibeli dengan harga murah ataupun bahkan mungkin digratiskan bila kami berhasil memperoleh sponsor untuk memproduksinya secara massal.

Begitu besarnya peluang peningkatan kwalitas maupun kwantitas tersebut – begitu juga efek penyuburan lahan yang dihasilkan, sehingga kami tidak menemukan ungkapan yang tepat selain mensyukurinya dan menggambarkannya sebagai ‘buah ciplukan sebesar terong’!

Serangkaian penelitian dan percobaan ini juga membuktikan kebenaran janji Allah bahwa “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya…” (QS 11 :6). Meskipun tanah-tanah pertanian terus berkurang, meskipun seluruh permukaan bumi terus dipenuhi manusia – ini semua tidak akan pernah bisa mengurangi kuasa Allah untuk menyediakan sumber-sumber ‘rezeki’ yang cukup antara lain berupa makanan bagi seluruh penghuninya.

Allah juga telah menjanjikan jumlah makanan yang cukup bagi penduduk bumi ini melalui ayatnya:

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” (QS 41:10)

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

“Yang diperlukan hanyalah agar manusia itu berfungsi sebagaimana yang ditugaskannya, yaitu sebagai khalifah yang memakmurkan bumi bukan sekedar untuk menguasainya sesaat : “…Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya….” (QS 11 :61)

Konsekwensi logis dari kebenaran ayat-ayat Allah tersebut diatas bila disandingkan dengan realita bahwa penduduk bumi yang terus bertambah dan lahan-lahan pertanian yang terus berkurang, adalah akan ada peningkatan produktifitas pertanian yang luar biasa di masa-masa mendatang. Hasil pertanian harus bisa melonjak kwalitas dan kwantitasnya agar lahan yang semakin sempit-pun tetap bisa mencukupi pangan bagi penduduk yang terus bertambah.

Tinggal masalahnya adalah apakah kita akan ikut berperan untuk menjadi khalifah yang memakmurkan tersebut, atau kita memilih tetap pasif sebagai pasar saja – kita bisa memilih untuk menjadi pemenang atau korbannya.

Melalui tulisan semacam inilah kami mengundang Anda yang ingin ikut berperan dalam memakmurkan bumi Allah yang luas ini. Bila Anda memiliki atau bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan pertanian luas yang belum di produktifkan, bisa jadi itu menjadi kesempatan Anda untuk ikut bisa berperan memakmurkannya.

Bagi Anda yang bekerja mengelola dana-dana investasi, ini juga bisa menjadi peluang Anda untuk berperan mengarahkan (sebagian) dana-dana investasi Anda tersebut untuk investasi yang sesungguhnya, investasi sektor riil yang insyaAllah berdampak langsung pada kemakmuran penduduk bumi – kecukupan pangan bagi anak cucu kita semua.
Kami beserta team ahli kami dengan senang hati bersedia mempresentasikan segala sesuatunya di hadapan Anda, dan kami juga membuka diri untuk berbagai kemungkinan bentuk kerjasama yang saling memberi manfaat dengan Anda. Dengan mengumpulkan seluruh resources yang ada ini, dengan ijinNya semata –InsyaAllah kita akan bekerja untuk berusaha menghasilkan ‘ciplukan sebesar terong’!

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Kirim Pengamat Gencatan Senjata ke Suriah
Tulisan selanjutnya Gereja Amerika Rugi Miliaran Dollar Akibat Skandal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?