Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Berkontribusi Agar Yang Sedikit Menjadi Cukup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Mei 2012 13:23 1:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Mei 2012 13:23
Bagikan
Bagikan

Oleh : Muhaimin Iqbal

Ke-optimis-an saya dalam memberikan pelatihan entrepreneurship sering berbenturan dengan realita di lapangan bahwa faktanya mayoritas (calon) entrepreneur gagal mencapai tujuannya. Bahkan statistiknya di dunia-pun hanya 2 % sampai 20 % usaha pemula yang berhasil, tergantung bidang yang dipilih. Tetapi mengapa upaya menghasilkan para entrepreneur tersebut layak untuk terus diperjuangkan ? Ini adalah karena yang gagal-pun sebenarnya berkontribusi pada masyarakat luas dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memberi peluang yang lain untuk berhasil.

Bukan hanya yang berhasil yang berperan, tetapi semua yang ikut mencobanya yang ikut berperan menciptakan lapangan kerja di masyarakat, memutar ekonomi, menggali peluang, mengatasi tantangan, menanggung resiko dlsb. sehingga secara akumulatif berputarlah ekonomi, terciptalah lapangan kerja dan mengalirlah penghasilan bagi masyarakat keseluruhan.

Ada cerita menarik dari perang Tabuk yang bisa kita jadikan inpirasi untuk mendorong kontribusi umat dalam menyelesaikan masalah nasional maupun global, seperti problem kemiskinan, kelaparan dlsb. Cerita lengkapnya saya ambilkan dari kitabnya Imam Nawawi “Riyadush Shalihin” berikut:

“Ketika perang Tabuk orang-orang kelaparan, mereka berkata : “Wahai Rasulullah, sekiranya engkau memberi ijin, kami akan menyembelih unta kami untuk kami makan dan lemaknya kami buat minyak”. Rasulullah menjawab : “Lakukanlah”. Umar datang lalu berkata : “Wahai Rasulullah, bila engkau lakukan seperti itu kendaraan akan menjadi sedikit. Tetapi perintahkanlah mereka untuk mengambil bekal mereka yang terisa, kemudian berdo’alah kepada Allah agar makanan tersebut berkah. Barangkali Allah mengabulkan, sehingga makanan tersebut menjadi berkah”. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab “Ya”, lalu beliau memerintahkan untuk digelarkan tikar, kemudian memerintahkan agar sisa bekal mereka dikumpulkan. Lantas datang seorang laki-laki membawa segenggam jagung, ada yang membawa segenggam kurma dan ada yang membawa segenggam roti. Sehingga terkumpullah di atas tikar sesuatu yang serba sedikit. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan agar diberi berkah. Lalu beliau bersabda : “ Ambillah dan masukkanlah ke wadah kalian”. Lalu mereka mengambil makanan tersebut dan dimasukkan ke kantong, bejana dan wadah-wadah mereka. Seluruh tempat diperkemahan itu dipenuhi makanan. Mereka makan hingga perutnya kenyang dan sisanya masih ada. Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Bila seorang berjumpa dengan Allah (kelak di hari kiamat) dan dia telah mengucapkannya, dia tidak ragu, maka wajib baginya surga.”” (HR. Muslim).

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah kekasih Allah, kalau berdo’a pasti dikabulkanNya. Tetapi mengapa beliau tidak langsung berdo’a saja ? mengapa beliau harus mengumpulkan dahulu bekal-bekal yang masih tersisa meskipun serba sedikit dari pasukannya di perang Tabuk tersebut ?. Inilah prinsip dasar kontribusi kita dalam membangun keberhasilan.

Allah maha kuasa untuk menciptakan apa saja, termasuk menciptakan kecukupan pangan dan rezeki untuk makhluknya yang sepenuh bumi. Tetapi apa kontribusi kita dalam perjalanan menuju kesana ?. Kontribusi kita adalah ketika kita bekerja keras menciptakan lapangan pekerjaan, bekerja keras dalam berusaha memakmurkan bumi. Kontribusi kita adalah ketika kita bekerja keras ditempat-tempat kita bekerja yang bebas dari kedholiman, tidak mengambil hak orang lain dan bebas riba – karena kalau lingkungan kerja kita masih ada riba kita bukan berperang di jalanNya tetapi berperang melawanNya ( QS 2 :279). Meskipun kontribusi ini serba sedikit, tetapi semoga yang dengan serba sedikit itulah Allah mendatangkan barakahNya.

Tidak semua harus berhasil memang, tetapi Allah pasti tidak menyia-nyiakan amal perbuatan kita. Hal ini seperti orang-orang yang diperintahkan untuk berjihad, Allah sendirian mampu mengalahkan semua musuhNya – tetapi Dia hendak menguji kita satu sama lain, siapa yang mengikuti perintahNya dan siapa yang tidak. Dan bila dengan ijinNya pula diantara kita ada yang syahid di jalanNya, maka insyaAllah Dia-pun tidak menyia-nyiakan amalan kita.

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.” (QS 47 :4)

Peperangan yang ada di depan mata kita kini adalah perang melawan ketidak-adilan system ekonomi yang membuat amat sangat kaya segelintir orang dan memiskinkan mayoritasnya. Perang terhadap system ekonomi yang membuat orang menghalalkan segala cara, memakan riba dan menjerat mayoritas pekerja dalam genggaman kekuasaannya. Perang terhadap system ekonomi yang menciptakan ketergantungan suatu negeri dengan (produk) dari negeri lain. Maka dengan bekal yang serba sedikit yang kita kumpulkan – semoga Allah memberkahinya sehingga cukup untuk kita semua, semoga Allah memerdekakan kita dari cengkeraman ketidak adilan dan debu-debu riba. Amin.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Evakuasi Korban Sukhoi, Tim SAR Tak Lupa Sampah Ciliwung
Tulisan selanjutnya Bersedakah kepada Orang yang Memberi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?