Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Peluang di G-Zero World

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2012 15:28 3:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2012 15:28
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BEBERAPA tahun lalu pernah ada upaya untuk menyatukan dua kekuatan raksasa dunia yaitu Amerika dan China yang dikenal sebagai G-2, tetapi gagal. Pernah pula ada upaya untuk menyatukan tiga kekuatan dunia yaitu Amerika, Eropa dan Jepang yang disebut G-3, inipun gagal. Lalu berkumpul 7 negara industri maju dengan apa yang disebut G-7, yang ini dipandang tidak cukup dan kemudian diperluas menjadi G-20, yang ini menjadi terlalu banyak kepentingan yang saling berebut . Walhasil baik G-2, G-3, G-7 maupun G-20 semuanya gagal mengelola dunia dengan lebih baik. Lantas siapa yang akan bisa memimpin dunia kemudian?

Menurut Ian Bremmer – pendiri dan presiden Eurasia Group – specialis riset perpolitikan global, seluruh persekutuan negara-negara tersebut diatas tidak akan berhasil memimpin dunia ke arah yang mereka kehendaki. Sebaliknya, dunia malah akan menuju ke arah apa yang dia sebutnya G-Zero World, yaitu dunia yang tanpa kepemimpinan global. Analisanya ini dipublikasikan dalam buku kontroversial yang beredar di dunia sejak dua bulan lalu, buku yang berjudul “Every Nation For Itself : Winners and Losers in a G-Zero World” (Penguin Group, 2012).

Menurut penulis buku tersebut negara-negara yang akan survive di era ini adalah negara yang memiliki integritasnya sendiri, mereka bergaul dan berinteraksi tanpa batas dengan pasar dan pemerintahan negeri lain – tetapi memiliki pilihan-pilihannya sendiri, baik pilihan dibidang ekonomi, politik, keamanan dlsb.

Bahwa persekutuan negara-negara yang ada sekarang akan runtuh, saya setuju dengan Ian Bremmer. Tetapi dalam hal negara tanpa kepemimpinan global, saya tidak setuju. Mengapa demikian ?, mari kita perhatikan ayat berikut:

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

وَإِنَّ كَثِيراً مِّنْ الْخُلَطَاء لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَّا هُمْ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعاً وَأَنَابَ {س}

“…. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh; dan amat sedikitlah mereka ini…” (QS: Shaad [38]:24)

Juga dalam hadits berikut:

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘ Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersekutu, selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati yang lain. Jika salah seorang di antara keduanya mengkhianati yang lain, maka Aku keluar dari persekutuan tersebut.’” (HR Abu Dawud dan Hakim).

Persekutuan antara orang-orang atau negara-negara yang saling mengkhianati, pasti akan hancurnya. Tetapi persekutuan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh insyaallah akan langgeng. Pasca kenabian, kekhalifahan mengalami pasang surut tetapi keberadaannya berlangsung sampai lebih dari 13 abad. Kekhalifahanpun berakhir ketika ada yang berkhianat di dalamnya.

Jadi di era G-Zero World sebenarnya yang berpeluang memimpin dunia adalah negara-negara yang bisa bersatu dalam iman, dan beramal shaleh berupa karya nyata memberi solusi-solusi yang ditunggu dunia saat ini.

Tetapi karena negara-negara yang menggunakan keimanan sebagai dasar negaranya belum banyak, yang belum banyak inipun belum ada tanda-tanda mau bersekutu dengan sesamanya – maka persekutuan itu bisa kita mulai dari orang-orangnya.

Dunia ini menuju ke kerusakan karena belum ada yang memimpin ke arah sebaliknya, inilah sesungguhnya peran kita yang diajak bicara oleh Allah untuk memakmurkan bumi itu.

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

“… Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS 11 :61)

Mereka sudah menghancurkan dunianya dengan tangan mereka sendiri, yang ditunggu tinggal tangan-tangan kaum mukminin untuk menggantikannya dengan kemakmuran. Tangan-tangan kitakah itu? Semoga demikian.

Kalau toh tangan-tangan kita masih terlalu lemah dibandingkan tugas yang ada, umur-umur kita mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan ke kita tersebut diatas – setidaknya kita mulai dari yang kita bisa, mencanangkan visi dan meluruskan niat, memetakan jalan yang akan kita dan anak cucu kita lalui kedepan. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Sambut Bebasnya Pemain Timnas Palestina, Mahmoud Sarsak
Tulisan selanjutnya Dr Baharun: Iran Tidak Mungkin Bantu Masyarakat Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?