Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Kreativitas Gethuk Untuk Antisipasi Krisis Pangan Global

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2012 09:29 9:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2012 09:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BAGI Anda penggemar tempe, bersiap-siaplah menerima kenyataan bahwa tempe akan semakin mahal – itupun kalau masih ada di pasaran. Penyebabnya adalah sekitar 75 % kebutuhan kedelai yang menjadi bahan baku tempe masih harus diimpor, sedangkan di negeri asalnya – produksi kedelai musim ini anjlok karena dampak kekeringan yang panjang. Bukan hanya tempe yang kena dampak, segala makanan yang berasal dari kedelai, jagung dan gandum akan segera terkena dampak seriusnya krisis kali ini yang bahkan lebih serius ketimbang krisis pangan global 2008.

Tidak hanya pada produk yang langsung berbahan baku tiga komoditi tersebut yang kena dampaknya, produk-produk lanjutannya juga akan terkena. Misalnya jagung yang banyak diimpor untuk produksi pakan ternak, maka ketika jagung ini menjadi mahal – harga daging juga akan ikut mahal. Walhasil kekeringan yang terjadi di Amerika musim ini, langsung berdampak pada keterjangkauan harga pangan di negeri ini.

Tidak banyak mungkin yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenaikan harga-harga di musim ini, namun dalam jangka panjang mestinya ini menjadi pelajaran serius bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab pada kebijakan produksi pangan di negeri ini.

Kita harus lebih kreatif mengolah sumber-sumber pangan dalam negeri ketimbang mengandalkan impor komoditi pangan. Juga waktunya untuk kembali memperkenalkan makanan tradisional kita, dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita – agar negeri ini mampu bertahan dari krisis pangan-krisis pangan berikutnya yang besar kemungkinannya akan terus berulang secara global .

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Dari sisi bahan baku pangan alternatif saya menjagokan antara lain gembili, ubi, garut/arerut dan berbagai jenis umbi-umbian yang bisa tumbuh di kerindangan pohon. Selain nutrisinya baik, kemampuan tanaman tersebut tumbuh di kerindangan pohon akan menjadi keuntungan tersendiri karena bisa diproduksi secara massive di Indonesia di bawah tanaman-tanaman perkebunan dan kehutanan.

Lahan terbuka untuk menanam padi, jagung, kedelai dan sejenisnya semakin langka – maka pertanian tanaman pangan di lahan tertutup atau setengah tertutup – dibawah kerindangan pohon menjadi alternatifnya. Bayangkan bila nantinya negeri ini bisa kembali menjadi hijau royo-royo penuh dengan pepohonan jangka panjang dengan hasilnya masing- masing , dan dibawahnya masih pula menghasilkan bonus dari tanaman pangan musiman – yang cukup untuk kebutuhan penduduk negeri ini.

Kita tidak harus memilih antara memperbanyak lahan terbuka untuk meningkatkan produksi tanaman pangan bagi jumlah penduduk yang terus bertambah atau memperbanyak pohon untuk menghasilkan udara bersih, cadangan air dan mengembalikan ecosystem. Keduanya kita butuhkan, jadi bertani di bawah pohon bisa menjadi solusinya.

Lantas jenis makanan apa yang bisa dihasilkan oleh gembili, ubi, garut dlsb? Gembili dan ubi dapat dengan mudah dibuat tepung – setelah menjadi tepung tinggal kreatifitas kita untuk menghasilkan berbagi jenis makanan modern-nya. Garut dapat menhasilkan pati yang sangat baik – berbagai makanan kwalitas tinggi dapat dihasilkan dari pati garut ini.

Ada juga cara lain yang lebih sederhana penyiapannya yaitu mengolah ubi atau gembili tersebut menjadi gethuk. Bagi Anda yang belum tahu, gethuk adalah makanan tradisionil yang menyerupai pasta atau adonan tetapi lebih keras/padat. Gethuk bisa langsung dimakan dengan gula, dengan kelapa atau keduanya. Gethuk bisa menjadi sumber energi alternatif bila darurat pangan dunia terus bertambah parah.

Gethuk juga bisa diproses lebih lanjut menjadi berbagi jenis makanan lainnya, salah satu peserta pelatihan entrepreneurship saya di Surabaya bahkan sudah memasarkan produk semacam kue kering atau cracker yang sehat dan lezat – berbasis gethuk ubi ini. Dari Jawa Timur, gethuk dari ubi juga sudah di ekspor oleh sebuah perusahaan ke beberapa negara Asia – entah untuk apa lagi disana?

Ketika orang lain berbuat kerusakan, mestinya kita bisa memperbaikinya. Ketika negeri lain dilanda kekeringan dan krisis pangan, mestinya kita bisa membantunya seperti yang dilakukan Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam. Ini hanya bisa kita lakukan bila kita memiliki strategi kita sendiri, kita tidak menjadikan mereka sebagai guru kita – sebab bila ini yang terjadi ‘Ketika sang guru…berdiri, kita akan….berlari’, ketika mereka kekeringan dan mengalami krisis pangan – kita yang menjadi korbannya yang lebih parah seperti yang dihadapi para perajin tempe hari-hari ini.

Kitalah yang seharusnya menjadi ustadiyatul ‘alam, guru bagi peradaban dunia itu. Maka bila ada yang mau meneliti atau mau mengadakan sayembara membuat berbagai pangan alternatif berbasis gethuk dari ubi-ubian, silahkan share dengan kami – barangkali kami bisa ikut berkontribusi. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kajian Islam Ramadhan Masjid UI Masih Terlihat Sepi
Tulisan selanjutnya Mesir Hapus “Sistem Pengusiran” Palestina di Bandara Kairo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?