Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Sukses Bersama Tetangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2012 13:36 1:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2012 13:36
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SUATU hari seorang petani jagung membeli benih terbaik untuk ditanam di kebunnya. Tetapi tidak cukup dengan itu, dia juga membeli benih yang terbaik untuk dibagikan ke kebun-kebun tetangga. Tetangganya yang penasaran bertanya: “Mengapa engkau memberikan benih sebagus ini untuk kami? Bukankah kami akan menjadi pesaingmu waktu panen nanti?”

Tetangga yang baik tadi menjelaskan: “Ketika lebah hinggap di bunga-bunga, dia tidak milih-milih kebun yang mana yang dia hinggapi. Dia bisa hinggap di kebun kalian atau juga kebunku. Aku ingin bila dia hinggap di kebun manapun, yang terbawa olehnya adalah serbuk sari terbaik. Ini hanya bisa terjadi bila kalian juga menanam jagung dengan benih terbaik.”

Tetangganya masih pada belum puas: “Tetapi nanti kita akan panen jagung dengan kwalitas baik yang sama, jagungmu hanya akan sebaik jagung kami…” Petani yang baik tadi mengerti pertanyaan tetangganya tadi, karena selama ini mereka memang bersaing untuk yang terbaik sesama mereka – lupa bahwa persaingan yang sesungguhnya terjadi jauh di luar kebun-kebun mereka.

Dia kemudan menjelaskan: “Bila kita bersaing antara kebun-kebun kita, masing-masing kita mungkin bisa menjadi pemenang yang terbaik – tetapi ya hanya dalam wilayah kita. Kita tidak pernah bisa memenangkan persaingan dalam skala yang lebih luas, persaingan melawan dominasi produk negeri lain atau bahkan persaingan melawan lapar penduduk negeri-negeri miskin yang membutuhkan hasil panenan kita.”

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Itulah yang terjadi di lingkungan kita sehari-hari, tukang ojek bersaing dengan tukang ojek, tukang cukur bersaing dengan tukang cukur, calon gubernur-bersaing dengan calon gubernur dst. Betapa banyak waktu, tenaga, pikiran dan sumber daya terbuang untuk bersaing satu sama lain.

Di dalam perusahaan, instansi, partai politik dlsb. orang-orang juga bersaing didalamnya memperebutkan pengaruh dan posisi dan bahkan tidak jarang mereka saling menyakiti dan mendzalimi – walhasil tidak ada yang diuntungkan dalam persaingan yang demikian.

Sejak jaman penjajahan musuh kita mengerti betul karakter kita yang mudah dipecah pecah ini, mereka sudah memiliki poltik adu domba devide et impera sejak berabad lampau. Kita mudah dikalahkan dan dikuasai ketika kita terpecah belah.

Dalam tataran praktis untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, kita lebih banyak menggunakan produk impor karena kita tidak cukup bersatu untuk menyatukan kekuatan yang kita miliki. Hampir seluruh jenis mobil yang berseliweran di jalan-jalan kita adalah mobil impor, karena ketika ada anak-anak kita yang mau memproduksinya sendiri – lebih banyak kritik dan serangan yang mematahkan semangat mereka ketimbang dorongan yang membangun.

Setiap hari di pinggir-pinggir jalan kita disuguhi berbagai jenis buah impor, mulai dari apel, jeruk , legkeng, pir dlsb. Tidak bisa kah kita memproduksi sendiri di bumi yang subur ini? Insyaallah bisa. Hanya diperlukan synergi sejumlah besar petani agar apapun yang kita akan produksi itu bisa mencapai skala ekonomis dari produk-produk yang berkwalitas tinggi.

Dalam skala yang sedikit lebih besar, bisakah umat ini kembali berjaya mengungguli umat-umat lain? Insyaallah juga bisa, bila kita bisa bersatu. Yang diperlukan adalah leadership seperti yang ditunjukkan oleh petani yang membagikan benih jagung terbaik tersebut di atas. Kita hanya akan bisa ‘memetik jagung terbaik’ bila tetangga kita juga kita beri ‘benih’ yang sama. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Jumlah Manula Jadi Bom Waktu
Tulisan selanjutnya Pemerintah Myanmar Masih Melakukan Diskriminasi Terhadap Muslim Rohingyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?