Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Petani yang Mengendarai Lamborghini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2013 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2013 09:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BILA Anda sekarang melihat mobil super mewah seperti Lamborghini yang harganya mendekati Rp 10 Milyar di Jakarta, pengendaranya kemungkinan adalah lawyer, pengusaha, selebritis atau orang-orang yang mudah mencari uang lainnya. Sekian tahun dari sekarang situasi itu akan berubah, nantinya para petanilah yang akan mampu membeli mobil-mobil sekelas Lambo tersebut! kok bisa?

Setidaknya ini adalah pendapat investor legendaris Jim Rogers yang juga salah satu pendiri Quantum Fund. Menurutnya, sektor yang paling menguntungkan kedepan akan kembali ke industri pertanian. Dunia yang sudah kalang kabut untuk mencari makan bagi sekitar 7 milyar penduduknya kini, akan lebih berat lagi untuk menambah kebutuhan pangan sampai 70 % dalam 4 dasawarsa kedepan.

Walhasil apapun yang Anda tanam kini akan semakin dibutuhkan untuk men-supply kebutuhan vital manusia kedepan yaitu pangan. Ini tidak terbatas pada tanaman pangan saja, tanaman apa saja – dengan teknologi yang terus berkembang akan bisa diolah secara langsung ataupun tidak langsung menjadi pangan manusia akhirnya.

Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita sudah bisa mengolah nyaris hijauan apa saja menjadi pangan manusia, apalagi nanti. Bukan berarti manusia harus makan rumput ataupun dedaunan lainnya, tetapi rumput-rumput dan segala hijauan itu bisa dioleh menjadi pakan ternak yang efektif dan dari ternak tersebutlah manusia bisa makan dagingnya dan minum susunya. Peluang untuk ikut memberi makan milyaran manusia di dunia tersebutlah yang akan menjadi investasi yang semakin menarik itu.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk terjun di investasi yang paling menarik ini?

Masih menurut Jim Rogers sederhana; “The very best way is to go and become a farmer … Buy farmland and become a farmer, because then you are going to get huge paybacks.” (Cara yang paling baik adalah menjadi petani, beli tanah dan bertani. Dengan cara itu Anda akan memperoleh hasil yang paling besar)

Sejalan dengan pemikirannya Jim Rogers tersebut, sudah beberapa tahun terakhir kami berusaha connecting the dots – merangkai titik-titik – di Industri pertanian ini. Sebagian sudah bisa dilihat hasilnya, sebagian besarnya belum – tetapi saya sependapat bahwa nampaknya industri pertanian dalam arti luas inilah salah satu sektor yang harus menjadi perhatian kita kedepan.

Negeri yang ijo royo-royo ini ironinya harus mengimpor daging, kedelai, gandum dlsb. Padahal dengan teknologi yang ada kinipun seharusnya kita sudah tidak kekurangan pakan untuk membesarkan ternak-ternak kita dan tidak kekurangan pupuk untuk menumbuhkan tanaman pangan kita.

Lantas yang kurang apa? Yang kurang adalah perhatian, fokus, niat baik, kebijakan publik dlsb. yang sangat dibutuhkan untuk mengolah seluruh potensi yang ada menjadi solusi bagi kebutuhan pangan dalam negeri, dan syukur-syukur bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan bagi dunia nantinya.

Tetapi dengan hiruk pikuk politik yang ada kini yang masih akan berlanjut setidaknya sampai tahun depan, kita juga tidak bisa hanya berharap pada para pembuat undang-undang di negeri ini dan para eksekutifnya.

Kita bisa melangkah sekarang juga untuk mulai fokus pada sektor yang sudah sekian lama setengah dilupakan tersebut – yaitu sektor pertanian dalam arti luas termasuk kehutanan, perikanan, peternakan, perkebunan dlsb.

Bila anak-anak muda kini berdesakan mencari kerja di kota-kota besar, mengapa tidak mulai meng-encourge mereka untuk kembali ke desa dan membangun pertanian desanya?

Bila mayoritas lulusan SMU berburu masuk perguruan tinggi – jurusan apa saja asal bisa menjadi sarjana, mengapa tidak kita mulai mengarahkan mereka untuk belajar ketrampilan mendasar yang akan menjadi tulang punggung dunia kedepan – yaitu bertani?

Kelak kalau upaya-upaya ini berhasil, meskipun para petani-petani kita bener-bener mampu membeli Lamborghini seperti prediksi Jim Rogers – sesungguhnya mereka juga tidak perlu membeli si Lambo yang harganya setara 4,000 ekor kambing qurban kelas baik tersebut.

Bila mereka ditempa di industri pertanian, mereka akan tahu betapa pentingnya menggunakan 4000 ekor kambing untuk melahirkan ribuan kambing berikutnya, untuk terus ikut memberi supply bagi kebutuhan makan dan minum bagi dunia saat itu. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tukang Urut Menangis dapat Bantuan Susu dan Makanan
Tulisan selanjutnya Anggap Bukan Panutan, Komnas Kecam MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?