Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Leadership dan Leader Sheep

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2014 05:15 5:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2014 05:15
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DUA kata ini memiliki pengucapan yang sangat mirip tetapi memiliki makna yang sangat berbeda. Leadership adalah kepemimpinan sedangkan Leader Sheep adalah domba pemimpin. Keduanya menjadi relevan untuk kita jadikan bahan dalam tulisan ini karena bulan-bulan ini bangsa yang besar ini tengah berada dalam kegamangan massal dalam memilih kepemimpinan nasional kita untuk lima tahun mendatang. Waktunya kita belajar Leadership dari Leader Sheep.

Domba adalah makhluk sosial yang luar biasa, mereka tidak cerdas tetapi mereka tahu betul siapa pemimpin mereka. Domba akan panik bila dia terpisah dari kelompoknya, bahkan ketika sedang asyik makan rumput-pun mereka selalu saling menjaga visual contact antar sesamanya – agar tidak terpisah dari rombongan.

Penggembala yang berpengalaman bisa dengan mudah mengetahui siapa di antara kawanan domba-domba tersebut yang menjadi Leader Sheep atau domba pemimpin bagi sesamanya. Dari pengetahuan ini dia mudah mengarahkan berapa banyak-pun domba dalam gembalaannya. Karena domba yang mudah diarahkan ini, domba-domba tersebut semua bisa makan dengan tenang dan akhirnya memberi hasil berupa domba-domba yang gemuk.

Sebaliknya juga demikian, penggembala yang amatiran tidak memahami struktur masyarakat domba dan tidak cukup empathy untuk bisa mengetahui siapa domba pemimpin diantara domba-domba dalam gembalaannya. Akibatnya dia akan susah payah mengarahkan domba-nya, domba akan ribut karena gelisah dan tidak tenang makan sehingga akan berdampak pada hasil yang tidak baik berupa domba-domba yang kurus.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Jadi meskipun padang rumputnya sama, seorang penggembala bisa memberi hasil yang sangat berbeda dengan penggembala lain – antara lain ya karena empathy-nya dan kemampuannya dalam mengidentifikasi Leader Sheep – domba pemimpinnya.
Nah dari sini kita bisa belajar memilih National Leadership kita dari karakter Leader Sheep – karakter domba pemimpin yang telah dipelajari manusia dalam perbagai tingkatan peradaban selama ribuan tahun.

Dalam kawanan domba, seekor domba pemimpin biasanya relatif menonjol dibandingkan dengan yang lain – bukan karena fisiknya tetapi karena aktivitasnya. Dia cenderung bukan yang paling gemuk, bahkan cenderung lebih langsing bila dibandingkan domba-domba yang lain. Mengapa ?

Ketika domba-domba yang lain asyik makan, domba pemimpin memasang seluruh  panca inderanya untuk bisa mendeteksi perubahan lingkungannya – dia menjadi kurang konsentrasi ketika makan sehingga dia cenderung lebih kurus. Dari perilakunya inilah domba pemimpin kemudian menjadi domba paling peka terhadap lingkungan dan perubahannya.

Kepekaan domba-domba pemimpin ini misalnya terungkap dari berbagai cerita rakyat yang berkembang dari padang pasir yang sangat panas sampai di daerah dekat kutub yang sangat dingin.

Di padang pasir yang sangat panas berkembang cerita rakyat bagaimana domba-domba pemimpin menyelamatkan kawanannya dengan cara dia akan berlari dahulu kemudian diikuti yang lain ketika badai pasir datang. Bahkan dengan melihat perilaku dombanya ini, sang penggembala-pun bisa ikut berlarian menyelamatkan diri.

Di negeri Iceland yang sangat dingin, mereka memiliki domba kutub yang berbulu sangat tebal. Perilaku domba-domba ini secara tradisional menjadi instrument untuk ‘peramalan cuaca’ yang cukup efektif. Dari perilaku domba-domba pemimpin ini masyarakt kutub bisa mendeteksi kapan badai salju akan turun, kapan waktunya cukup aman untuk bekerja diluar rumah dlsb.

Kita tidak di padang pasir yang sangat panas dan tidak di negeri kutub yang sangat dingin, budaya menggembala kita juga tidak berkembang karena kita telah salah sangka bahwa menggembala hanya bisa dilakukan di padang-padang rumput yang luas.

Pelajaran menggembala tidak diajarkan secara cukup detil di perguruan-perguruan tinggi pertanian yang memiliki fakultas peternakan sekalipun. Pelajaran menggembalapun tidak didalami secara khusus di perguruan-perguruan tinggi Islam yang memiliki fakultas atau jurusan Al-Qur’an maupun hadits. Padahal ini adalah sunnah seluruh nabi – menggembala domba, juga secara spesifik ada tuntunannya di Al-Qur’an.

Menggembala adalah pelajaran yang teramat penting untuk dilewatkan begitu saja. Karena ignorance kita terhadap konsep menggembala inilah maka rakyat kita hanya makan daging ¼ dari rata-rata daging yang dikonsumsi penduduk dunia. Kita juga nyaris kesulitan untuk menemukan pemimpin yang memiliki empathy terhadap rakyat yang dipimpinnya.

Seandainya saja kita terbiasa menggembala, kita akan lebih mudah menentukan pemimpin kita antara lain dengan melihat karakter Leader Sheep tersebut di atas. Tetapi terlepas dari segala kekurangan dan kelemahan tersebut, insyaAllah kita tetap bisa belajar dari domba pemimpin atau Leader Sheep ini.

Domba pemimpin dia adalah domba yang akan berlari pertama kali ketika kandang/pembatas dibuka meskipun semua domba  berkesempatan yang sama, dia akan menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mendeteksi dimana potensi makanan berada, juga mendeteksi dimana akan ada bahaya.

Dia adalah domba yang visioner yang bisa ‘melihat’ sesuatu sebelum domba-domba yang lain melihatnya, dia me-lead kawanannya untuk menjauh dari bahaya. Dia tidak makan kenyang sementara kawanan domba yang dipimpinya dalam bahaya. Dia sensitif, dia peka dan domba-domba lain mengikutinya meskipun tidak ada yang memaksanya.

Inilah kata kuncinya, domba pemimpin dia berjalan dahulu kemudian kawanan domba yang dipimpinnya akan mengikutinya dari belakang. Dia di depan memberi contoh dan menanggung resiko pertama, bukan di belakang mengeluarkan instruksi demi instruksi. Kawanan domba secara otomatis akan mengikuti pemimpin yang ada  di depan mereka, bukan domba lain yang teriak-teriak di belakang.

Kita  harus belajar dari domba dan pemimpin domba atau Leader Sheep ini secara harfiah – domba ya domba fisik, gembala yang gembala fisik domba di ladang gembalaan – karena selama ini istilah domba atau gembala lebih sering digunakan umat lain untuk arti kiasan yang lain. Sesungguhnya kitalah yang lebih tepat untuk menggunakan dan menerapkan konsep domba dan gembala ini, kemudian mengambil manfaat dan pelajaran yang sebenarnya dari dua hal tersebut. Kita yang lebih berhak karena ada di kitab suci kita Al-Qur’an dan bahkan ada di hadits-hadits yang sahih.

Kitab kita Al-Qur’an memberi petunjuk jelas dan spesifik untuk kita menggembalakan ternak;

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) itu kamu menggembalakan ternakmu.” (QS an-Nahl [16]: 10).

Keutamaan domba sebagai harta terbaik dan menggembala domba sebagai penghidupan atau pekerjaan terbaik setelah berjihad  terungkap antara lain melalui dua hadits sahih berikut :

Dari Abu Said Al-Khudri berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Waktunya akan datang bahwa harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau pertikaian sesama muslim.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah, beliau bersabda: “Di antara penghidupan (pekerjaan) manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau menyongsong kematian ditempat datangnya.  Atau seorang laki-laki yang menggembala domba di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (HR. Muslim).

InsyaAllah kita akan bisa memilih National Leadership kita yang baik bila kita mau belajar dari Leader Sheep ini. Insyaallah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratna Sarumpaet menilai biaya Blusukan dan Kampanye Jokowi dibiayai James Riyadi
Tulisan selanjutnya Megawati dan Jokowi Bertemu Dubes Amerika, lakukan pertemuan Tertutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?