Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Nasrettin Hoca

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2015 16:50 4:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2015 16:50
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DALAM suatu kunjungan ke Panorama – Musium Al-Fatih – Turki , saya menyempatkan mampir di toko buku yang ada di dalam bangunan museum tersebut. Sayangnya semua buku berbahasa Turki kecuali satu yang berbahasa Inggris, yaitu buku berjudul Nasrettin Hoca (dibaca Nasruddin Ho-dja yang artinya guru) – Hoca ini adalah tokoh humor dan satire di Turki sejak abad ke 13.

Cerita-cerita tentang Hoca yang penuh anekdot – rupanya merupakan imaginasi kolektif bangsa Turki untuk mengatasi masalah hidup yang berat dan kompleks dengan cara mentertawakannya.

Dikisahkan misalnya bagaimana suatu hari Hoca ditolak datang pada suatu hajatan karena pakaiannya yang kumal. Lalu dia pulang dan mengambil pakaian terbaiknya dari bulu kemudian balik ketempat hajatan, dia disambut sangat baik dan ditempatkan di tempat duduk yang istimewa.

Ketika disajikan makanan, Hoca mengambilnya kemudia bicara pada pakian bulunya – “ makan ini , makan ini”. Orang yang berada di sekitarnya penasaran dan bertanya – “mengapa kamu lakukan itu ? pakaian bulumu kan tidak bisa makan ?” Hoca menjelaskan bahwa yang berhak makan sebenarnya pakaian bulu dia, karena ketika dia datang tanpa pakian tersebut – dia ditolak masuk di jamuan ini.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Bukankah sehari-hari kita juga mengalami hal ini? Orang sering men-judge kita berdasarkan pakaian yang kita pakai, mobil yang kita kendarai, uang yang kita miliki, jabatan yang kita pegang dlsb. Bukankah semua itu hanya topeng di permukaan, sedangkan nilai yang sesungguhnya ada di jati diri kita?

Dalam kesempatan lain datang ke Hoca orang dusun yang tidak bisa baca tulis membawa sebuah surat, dia minta tolong Hoca untuk membacakan isi surat tersebut. Setelah membukanya Hoca kaget karena tulisan dan bahasanya tidak dia kenali, dia minta maaf kepada orang dusun tersebut bahwa dia tidak bisa membacanya.

Si orang dusun kecewa dan mengomeli Hoca, “Seharusnya kamu malu dengan sorban kamu – masak tidak bisa membaca surat ini”. Hoca kemudian mencopot sorbannya dan memasangnya ke kepala si orang dusun sambil berkata: “Sekarang kamu sudah memakai surban, baca sendiri suratmu.”

Ini mengingatkan kita pada sejumlah majlis yang menempatkan orang berdasarkan jubah yang dipakainya. Sampai suatu saat saya kaget disalami dan dipeluk oleh orang yang berjubah besar dan bicara sangat akrab, saya tidak mengenalinya sampai dia menyebutkan namanya.

Ternyata dulu dia teman saya yang biasa saja, tetapi kini memiliki majlis dzikir sendiri – oleh karenanya dia harus mengubah tampilannya. Tampilan mungkin memang perlu, tetapi lebih penting dari itu adalah bertambahnya ilmu.

Suatu saat Hoca kecurian keledainya dan para tetangga berdatangan untuk mengetahui kisahnya. Setelah dia bercerita panjang lebar tentang kejadiannya, semua tetangganya menyalahkan Hoca: “Itu karena kamu tidak melakukan ini, itu, dst.”

Setelah tetangganya puas menyalahkan dia, Hoca angkat bicara: “Kalian ini bagaimana, saya yang kecurian keledai – malah saya yang salah? Bukankah yang salah mestinya adalah pencuri yang mencuri keledai saya?”

Ini mengingatkan kita pada sikap terhadap orang lain yang tertimpa musibah, kita sering menyalah-nyalahkannya bukan malah menolongnya. Mencari tahu penyebab suatu musibah memang perlu agar tidak berulang, tetapi musibah yang sudah terjadi harus segera diatasi.

Dalam suatu prosesi pemakaman, orang berdebat tentang dimana seharusnya berjalan, di depan keranda, dibelakangnya, dikirinya atau di kanannya. Karena perdebatan tidak usai, lantas orang-orang bertanya ke Hoca untuk menengahi – dimana seharusnya orang-orang tersebut berada.

Jengkel dengan pertanyaan ini Hoca menjawab: “Di mana saja tidak masalah, selagi kamu bukan yang berada di dalam keranda !” Ini mengingatkan kita tentang perdebatan-perdebatan yang tidak perlu, sementara hal yang esensial tidak kita laksanakan.

Hoca punya dua anak laki-laki, yang satu pekebun dan yang satu perajin keramik. Ketika berkunjung ke anak pertama yang pekebun,

Hoca menanyakan bagaimana kebun dia. Anaknya menjawab dengan antusias: “Tahun ini saya banyak sekali menanam aneka tanaman di kebun saya, bila hujun turun maka hasil panenan saya akan baik. Bila tidak hujan, ibu akan bercururan air mata untuk saya (sedih karena kegagalan anaknya).”

Lalu dia datang ke anak kedua dan menanyakan hal yang sama, bagaimana hasil kerajinan keramiknya. Anak yang kedua juga menjawab dengan antusias: “Saya sudah membuat begitu banyak keramik, bila tidak turun hujan – maka hasil keramik tersebut akan baik. Bila turun hujan, ibu akan bercucuran air mata untuk saya.”

Setelah Hoca pulang, istrinya bertanya apa kabar dengan anak-anak yang baru dikunjunginya. Hoca menjawab dengan muka sedih: “Begini istriku, semuanya buruk untukmu – bila hujan tidak turun kamu akan bercucuran air mata untuk anak pertama, bila hujan turun kamupun akan bercucuran air mata untuk anak yang kedua.”

Begitulah peran ibu, dia rela mengorbankan seluruh kebahagiaannya demi untuk anaknya – maka jasa ibu ini tidak akan pernah bisa dibayar oleh si anak. Ketika masalah hidup begitu kompleks, menyederhanakannya dengan cerita imajinatif atau bahkan belajar mentertawakannya, barangkali akan membantu. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktu Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer Amerika Serikat Setujui Terapi Hormon Bradley Manning
Tulisan selanjutnya Yunahar: Menaker Lebih Baik Fokus Mengurusi TKI daripada Melarang Guru Agama Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?