Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Sekolah Dalam Bahaya ?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 07:26 7:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 07:26
Bagikan
Bagikan

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Cara paling sederhana untuk melihat sebuah sekolah adalah dengan memeriksa kejelasan standar lulusan yang ingin dihasilkan. Ungkapan indah tak cukup menggambarkan. Yang sangat penting adalah jabaran tentang apa yang harus diraih di jenjang tersebut. Nah, di sinilah kita melihat banyak sekolah yang tidak memiliki rumusan jelas dan rinci tentang output profile (profil lulusan). Meskipun, sekali lagi, kadang kita menjumpai rumusan sangat wah, tapi tidak kongkret apa yang mau dicapai.

Tidak jelasnya standar profil lulusan yang dihasilkan serta kurangnya rincian menjadikan sekolah sulit mengevaluasi kinerja. Sekolah tidak mampu melakukan asesmen untuk menentukan apa yang harus dilakukan pada waktu tertentu di tiap jenjangnya. Disamping itu, sekolah juga mudah terkena jebakan proses. Ketika muncul masalah, sekolah tak menggali akar masalah, tapi segera menganggap wajar. Sekolah mudah mengampuni diri sendiri karena jebakan ungkapan “semua perlu proses”.

Padahal untuk rusak dan semakin rusak pun perlu proses.
Munculnya masalah dalam proses pendidikan memang wajar. Tapi yang disebut wajar tidak otomatis selesai seiring berlangsungnya proses. Perlu penanganan yang tepat, akurat dan segera agar masalah segera selesai dan tidak berkembang menjadi gangguan pendidikan yang serius. Salah satu hal yang memudahkan sekolah mengenali masalah adalah kejelasan standar profil lulusan. Dari sini dapat diketahui apakah proses kependidikan yang berlangsung sudah sesuai atau belum dengan tujuan yang ingin dicapai beserta tahapan per jenjangnya.

Tidak sesuainya proses dengan standar yang ingin diraih kadang tidak tampak sebagai masalah karena tidak menimbulkan situasi chaos. Ini terutama di kelas-kelas awal. Masalah tidak tampak karena dampaknya belum terlihat, padahal sesungguhnya sudah mulai ada masalah. Nah, justru di sinilah letak pentingnya standar profil lulusan yang jelas dan menjadi missi bersama yang kuat. Inilah yang memudahkan sekolah untuk senantiasa berbenah bahkan saat tampak sangat baik dan tidak ada masalah. Tanpa kepekaan terhadap standar lulusan yang ingin dihasilkan, masalah bukanlah semata ketidaksesuaian proses. Tetapi masalah adalah kesulitan atau gangguan (trouble) yang timbul dari unsur pendidikan, baik guru maupun siswa. Di sini, berkelahi baru dianggap masalah. Adapun anak yang pasif, ketiadaan antusiasme di kelas dianggap sebagai kewajaran. Misalnya menganggap anak memang belum sadar belajar.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Ada beragam cara untuk mengenali masalah maupun potensi masalah. Ini juga berguna bagi para calon wali murid yang mencari sekolah anak. Ada cara yang kompleks. Ini terutama penting bagi yang mau membenahi sekolah. Ada yang sederhana. Ini berguna untuk calon wali murid.

Selain melihat ada tidaknya rumusan standar profil lulusan yang jelas, juga memperhatikan fungsional tidaknya organisasi. Apakah ada gejala disfungsi organisasi di sekolah tersebut? Bagian terendah dari berfungsi tidaknya organisasi secara efektif adalah kepercayaan. Ini antara lain tercermin dari kualitas hubungan antar pribadi di sekolah, khususnya antar guru. Sekolah yang mengalami disfungsi organisasi pasti hubungan antar guru tidak kohesif. Hubungan antara guru dan tenaga kependidikan yang lainnya semisal janitor (petugas kebersihan WC) juga tidak kohesif.

Itu merupakan penanda yang sederhana. Jika tidak kohesif saja menunjukkan kurang berfungsinya organisasi, apalagi jika hubungan buruk. Pada tingkat lebih parah, akan terbentuk blok-blok antar guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Jika ini ada, sekolah dalam bahaya.

***
Ini merupakan serangkaian tweet saya beberapa waktu lalu; serangkaian tweet yang belum selesai. Bagi yang berminat tentang masalah ini antara lain dapat membaca buku the Five Dysfunctions of a Team beserta buku rangkaiannya karya Lencioni serta buku-buku mengenai fasilitasi perubahan di sekolah.

Baca buku-buku tulisan : Mohammad Fauzil Adhim >>Membuat Anak Gila Membaca<<

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cara melihat mutu sekolahmutu sekolah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Cinta Untuk Saudaraku Para Mujahid
Tulisan selanjutnya Perkawinan Sejenis Dinilai Melanggar Budaya Masyarakat Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?