Menurut Mufti Gaza Palestina Syeikh Ihsan Asyhur, mewarnai mushaf Al-Quran merupakan perkara sia-sia yang diharamkan, tidak pantas bagi Kitab Allah Ta’a
Hidayatullah.com | MUFTI Khan Yunis Syeikh Ihsan Asyur mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan secara khusus mengenai hukum mewarnai mushaf. Penjelasan dari Syeikh Asyur dimuat laman alam24.com berbahasa Arab pada hari Selasa, (11/4/2023).
“Bismillahirrahmanirrahim. Alhamudulillah. Washshalatu wassalamu `ala rasulillah, amma ba`du:”
“Sesungguhnya mewarnai mushaf-mushaf dengan warna-warna mencolok dan menjadikan setiap himpunan dari lembaran-lembarannya dengan berbagai warna dalam rangka menarik perhatian. Atau memberinya sampul dengan nama-nama personal, agar bisa menjadi cinderamata untuk hadiah dalam sebuah acara/kegiatan, serta menghiasi tempat-tempat mushaf atau meletakkan mushaf yang amat kecil sekali, yang biasanya tidak dibaca di tengah-tengah mahar ketika dipersembahkan kepada pengantin, ia merupakan perkara sia-sia yang diharamkan, yang tidak pantas bagi Kitab Allah Ta’ala.”
“Dan itu menafikan kewibawaan kalam Allah `Azza wa Jalla, serta penghormatan dan pensucian, serta pengagungan terhadapnya. Mushaf bukanlah barang dagangan yang dijadikan pajangan dan bukanlah benda yang dipakai atau untuk berbangga atau untuk menuruti selera.”
“Semakin besar keharaman dan semakin besar dosa jika warna-warnanya menunjukkan simbol orang fasiq dan pendosa serta ahli maksiat. Atau warnanya memiliki hubungan dengan figur dan mainan serta tokoh-tokoh kartun atau komik, seperti sebuatan “mushaf barbie”.
Wa Shallallahu `ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ala Alihi wa Shahbihi Wasallam. Syeikh Ihsan Ibrahmi Asyur, 20 Ramadhan 1444 H (11/4/2023).*