RENCANA dan ketentuan Allah selalu di atas rencana hamba-Nya. Rabu (24/06/2015) pagi sekitar pukul 09.20 WITA, warga Desa Ussu, Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikagetkan oleh insiden lalu lintas.
Sebuah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari arah Makassar kota tujuan Sorowako, Luwu Timur, tergelincir ke parit besar di samping jalan. New Liman (NL), begitu nama salah satu armada tertua penyedia jasa transportasi AKDP di Sulsel itu dikenal.
Bus ini tergelincir saat berusaha menghindari sebuah sepeda motor Axelo bernomor polisi DD4664RM yang melaju searah.
Sebelumnya, pengendara sepeda motor biru hitam itu, entah kenapa, tiba-tiba jatuh. Nahasnya, sepeda motornya rebah ke tengah jalan. Sehingga, di belakangnya, bus dengan nomor polisi DD7623XX tak mampu menghindarinya.
Setelah menabrak roda dua tersebut, bus merah kuning itu akhirnya terjun ke parit besar di samping jalan.
“Dia (pengendara motor) tiba-tiba jatuh ke tengah jalan, makanya saya hindari, na coba tidak saya hindari itu, (kami) tidak jatuh ke sini,” terang supir bus, menjelaskan kronologi insiden itu dengan dialek Sulawesi.
Beruntung, pengendara sepeda motor asal Sulawesi Tenggara itu berhasil meloncat duluan sesaat sebelum bus NL menggilas tunggangannya.
“Dia sudah berdiri di pinggir jalan,” tambah supir bus.
Di balik kejadian ini, Allah tentu punya sekenario lain. Tak adanya korban jiwa, bahkan luka sekalipun kecuali pengendara motor, seolah mengingatkan bahwa Allah memang Maha Kuasa.
Ramadhan belum juga sampai pada sepuluh hari pertama. Mayoritas Muslim penumpang bus itu, atau bahkan seluruhnya, tentunya masih punya segudang rencana dan target amalan ibadah di sisa Ramadhan.
Dengan begitu, semoga mereka yang berpuasa, tetap dapat menjalankan ibadahnya.*/Lukman