Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Lensa

Sudah Mengungsi, Masih Diuji Banjir dan Tanah Longsor

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juni 2018 08:46 8:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juni 2018 09:45
Bagikan
Menghadapi hujan deras adalah salah satu tantangan lain yang harus dihadapi di kamp pengungsian mereka di Kutupalong
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 200.000 pengungsi etnis Rohingya di pengungsian menghadapi banjir dan tanah longsor menyusul musim hujan di Bangladesh hari-hari ini.

Setelah bertarung nyawa melarikan diri dari negara sendiri, hujan lebat berkelanjutan merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi di kamp pengungsi di Kutupalong.

Tanah longsor adalah bahaya terdekat di kamp pengungsi di Bangladesh.

Baca: Selain Wabah Penyakit, Pengungsi Rohingya Kesulitan Air Bersih

Sky News melaporkan bahwa hingga saat ini, 12 orang dilaporkan tewas. Di antaranya, Ajida Begum, anak berusia 7 tahun.

“Saya tidak bisa melupakan dia. Setiap hari, ketika Ajida akan ke sekolah dan ketika pulang, ia bermain di sini.

Baca Juga

[Berita Foto] Lesunya Pasar Tradisional, Dorong UMKM Optimalkan Penjualan Online melalui Shopee
[Foto] Selalu Terdepan Wujudkan Rumah Impian
Melihat dari Dekat Pembangkit Listrik Biogas Gamping
Layanan TIKI Jangkau hingga Pelosok Negeri
Pengusaha Reptil Sukses Bersama TIKI

“Meskipun kami menghadapi berbagai kesulitan, namun ketika bersama keluarga kami senang. Ajida seorang anak yang baik. Saya tidak bisa melupakan dia. Adiknya yang paling sering menanyakan dia kenapa masih belum pulang dan sering mimpikan kakaknya itu,” ujar, Ruhul Amin.

12 orang dilaporkan tewas. Di antaranya, Ajida Begum, anak berusia 7 tahun (RTR)

Ajida meninggal bulan lalu, setelah terkubur dalam tanah longsor ketika pergi mencari kayu bakar bersama teman-temannya.

Meskipun kesulitan yang dihadapi oleh pengungsi, lembaga bantuan keamanan juga berjuang untuk menemukan cara untuk melindungi para pengungsi.

“Mereka tinggal di tempat perlindungan yang sangat serba kekurangan. Itu adalah fakta dan harus memindahkan mereka ke lokasi yang aman secepat mungkin untuk memastikan bantuan makanan dan sumber bantuan lain dapat sampai kepada mereka,” ujar perwakilan Program Pangan Dunia, Shelley Thakral.

Baca: Bangladesh Akan Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil Rawan Banjir

Selain itu, nasib etnis Rohingya terus menjadi berita utama, Amnesty International melaporkan bukti-bukti baru kekejaman yang Myamnar terhadap kelompok paling tertindas di dunia ini.

Ia juga meminta kelompok-kelompok hak asasi manusia menyeret 13 komandan militer tertinggi Myanmar yang dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshbanjirKutupalonglongsormengungsimuslim RohingyamyanmarpengungsiRohingta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertukaran Tahanan Besar Saudi dan Syiah al Houthi Libatkan 110 Tahanan
Tulisan selanjutnya Palestina Mengutuk Serangan ‘Israel’ di Tempat-tempat Suci Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaLensa

[Foto] Cepat dan Hemat Pakai Kuota Edukasi Indosat

6 November 2023 18:24
BeritaLensa

Semangat Guru Tunanetra Mengajar

31 Oktober 2023 17:47
BeritaLensa

Program Dekarbonisasi PTBA Tanjung Enim

20 Oktober 2023 20:49
BeritaLensa

Museum Batu Bara, Nilai Tambah untuk Indonesia

20 Oktober 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?