Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Pecat 7 Jenderal yang terlibat Pembentaian setelah Sanksi Uni Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juni 2018 21:44 9:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juni 2018 21:44
Bagikan
Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap Jendral Maung Maung Soe dalam sebuah acara militer
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Eropa (UE) memberlakukan sanksi terhadap tujuh pejabat keamanan Myanmar atas dugaan keterlibatan mereka dalam kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia serius yang dilakukan terhadap etnis Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine tahun lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa (27/06/2018), militer Myanmar mengatakan Mayor Jenderal Maung Maung Soe diberhentikan karena buruknya kinerja militer di bawah komandonya dalam menangani situasi saat militan Rohingya melancarkan serangan ke pos-pos perbatasan militer dan polisi pada tahun 2016 dan 2017.

Dalam keputusan yang diumumkan hari Senin (26/06/2018), Uni Eropa mengatakan pelanggaran itu termasuk pembunuhan sistematis, pemerkosaan dan pembakaran rumah dan bangunan milik etnis Rohingya pada akhir tahun 2017. Sanksi termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan terhadap tujuh anggota Pasukan Tatmadaw dan Kepolisian Myanmar, kutip laman frontiermyanmar.net.

Sanksi tersebut terkait pembantaian brutal berkedok ‘operasi pembebasan militer’ Agustus lalu yang menyebabkan sekitar 700.000 orang – sebagian besar Muslim Rohingya – melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine ke Bangladesh.

Dalam pernyataan di Facebook, militer Myanmar menyatakan  Maung Maung Soe, dipecat dengan alasan performanya tidak bagus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: PBB Cemas Pemulangan Etnis Rohingya Tanpa Pemantauan Lembaga Internasional

Soe ditugaskan kembali di Rakhine pada November 2017. Pemecatannya di komando barat terkait kegagalannya dalam menjaga stabilitas di negara bagian itu. Dia juga dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat terkait (AS) alasan yang sama.

Selain Soe, Letnan Jenderal Aung Kyaw Zaw juga berhenti dari posisinya. Dia merupakan komandan biro operasi khusus yang juga masuk dalam daftar sanksi.

Zaw sudah mengajukan pengunduran diri pada Mei terkait alasan kesehatan. Namun militer menegaskan lagi pencopotan terkait lemahnya kinerja.

Pejabat senior militer Myanmar lainnya yang telah diberi sanksi bersama Maung Maung Soe  dengan tuduhan melakukan “kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius” terhadap etnis Muslim Rohingya adalah Letnan Jenderal Aung Kyaw Zaw, diizinkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan Mei.

Militer melancarkan serangan balasan besar yang menyebabkan hampir 750.000 warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.

Para saksi mata dari etnis Rohingya dan aktivis hak asasi manusia menuduh militer melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran dalam sebuah kampanye yang menurut PBB dan Amerika Serikat sebagai pembersihan etnis.

Baca: PBB Janjikan 4,6 Trilyun untuk Membantu Rohingya

Senada dengan Uni Eropa, Kanada juga memberlakukan sanksi hari Senin terhadap tujuh pejabat militer Myanmar tersebut. Sanksi  pembantaian di Desa Inn Din Februari 2018. Di mana sebanyak 10 pria dan anak laki-laki Muslim Rohingya disiksa hingga tewas oleh penduduk desa dan pasukan keamanan.

Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap Maung Maung Soe tahun lalu.

Jenis sanksi yang dijatuhkan antara lain pembekuan aset dan dilarang berpergian ke semua negara anggota Uni Eropa. Selain itu, embargo senjata serta latihan dan kerja sama militer dengan Myanmar akan diperpanjang.

PBB menyebut etnis Rohingya sebagai kaum paling teraniaya di dunia, telah menghadapi sejumlah serangan sejak kekerasan komunal kaum Buddha dan aparat keamanan pada 2012.

PBB mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh personel keamanan. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung Kyaw ZawBuddhaetnis Muslim RohingyaJenderal MyanmarMaung Maung Soemuslim RohingyamyanmarPasukan TatmadawRakhineUEUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bendera Turki Berkibar di Qatar Sambut Kemenangan Erdogan
Tulisan selanjutnya Pilkada Serentak 2018, Ini Imbauan Ketua Umum MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?