Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Ternyata Jerman pernah Jual Bahan Senjata Kimia ke Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2014 08:55 8:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2014 08:55
Bagikan
Senjata Kimia Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com–Menurut laporan media Jerman, antara tahun 1982 dan 1993 banyak perusahaan Jerman yang menjual bahan kimia ke Suriah. Bahan-bahan itu bisa digunakan untuk kebutuhan industri, tetapi juga untuk membuat senjata kimia.

Tahun 1980-an, Suriah mendapat bahan-bahan untuk senjata kimia dari perusahaan Jerman. Banyak perusahaan Jerman ketika itu berbisnis dengan penguasa di Suriah, Iraq dan Libya.

Harian Süddeutsche Zeitung (SZ) dan stasiun siaran Norddeutscher Rundfunk (NDR) dikutip DW. DE memberitakan, ada sekitar 50 pengiriman bahan-bahan yang mencurigakan ke Suriah dari Jerman. Hal itu terungkap dari dokumen-dokuman yang dikumpulkan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW.

Tapi nama-nama perusahaan yang memasok bahan-bahan kimia itu dirahasiakan. Menurut laporan SZ, tidak hanya bahan-bahan kimia yang dijual ke Suriah, melainkan juga peralatan yang bisa digunakan untuk produksi senjata kimia.

Kebanyakan bahan kimia itu termasuk dalam kategori “dual use”. Maksudnya, bahan-bahan itu bisa digunakan untuk kebutuhan industri maupun untuk kebutuhan militer. Misalnya bahan Thionylchlorid, yang bisa dibuat menjadi senjata kimia pelumpuh jaringan syaraf, tapi juga digunakan untuk membuat obat-obatan atau bahan pembasmi hama.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Sampai tahun 1992, memang belum ada larangan senjata kimia atau pembatasan ekspor untuk bahan-bahan kimia berbahaya. Jerman baru memberlakukan aturan ekspor yang ketat sejak tahun 1993. Bahan-bahan kimia berbahaya hanya bisa dieskpor setelah melalui pengawasan ketat dan mendapat ijin dari pemerintah Jerman.

Tahun 1980-an, memang banyak perusahaan Jerman yang terlibat dalam bisnis senjata kimia, antara lain untuk rejim di Suriah, Iraq dan Libya.

Tahun 1989, harian New York Times mengungkapkan bisnis senjata kimia antara perusahaan Jerman Imhausen-Chemie dan penguasa Libya Muammar Qadhafi. Beberapa manajer perusahaan itu kemudian ditangkap di Jerman atas tuduhan melanggar aturan pembatasan perdagangan senjata.

Pengawasan diperketat

Jerman kemudian memperketat pengawasan penjualan bahan-bahan berbahaya. Sejak 15 tahun terkahir, Jerman dan negara-negara Uni Eropa mendukung secara aktif pelarangan senjata kimia dan penerapan Konvensi Anti Senjata Kimia dan Biologis.
Menurut Süddeutsche Zeitung, dinas pengawasan ekspor di Jerman sekarang merupakan salah satu lembaga pengawasan paling ketat di Eropa dalam hal pengawasan perdagangan senjata.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan Jerman dituding mengekspor bahan-bahan untuk produksi senjata kimia. September tahun lalu, pemerintah Jerman mengakui ada ekspor bahan-bahan kimia ke Suriah selama periode 2002/2003 dan 2005/2006.
Bahan-bahan itu termasuk dalam kategori dual use dan sering digunakan di industri minyak dan dalam produksi pasta gigi. Tapi bahan-bahan itu juga bisa digunakan untuk membuat gas beracun Sarin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:senjata kimia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS akan Sediakan Badut dan Tempat Penitipan Anak selama Kampanye
Tulisan selanjutnya Buah Zaitun bermanfaat jadi Bahan Bakar Bio

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Tsaquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?